Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Begini Perbedaan Chart Monthly, Daily, dan Intraday, Pakai yang Mana?

11 Okt 2023, 16:43 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Seperti yang kita tahu, analisis teknikal menjadi satu kunci penting saat ingin melakukan trading saham. Dengan analisis teknikal, kita bisa mengetahui potensi pergerakan harga saham ke depan. Apakah akan diam di tempat, berbalik arah menuju turun/naik, atau lanjut naik/turun. Sehingga kita tahu kapan sebaiknya melakukan buy, sell, atau hold suatu saham.


Cara melakukan analisis teknikal, yaitu dengan menganalisis harga saham melalui chart atau grafik harga di masa lampau, likuiditas, dan volume transaksi. Namun, banyak trader pemula yang masih bingung saat ingin menganalisis chart saham mengingat ada banyak time frame yang tersedia. Misalnya seperti chart monthly daily, dan intraday.


Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan bahas perbedaan di antara ketiganya supaya tidak bingung kapan harus pakai chart monthly, daily, dan intraday. Berikut adalah ulasan singkatnya.

Chart Monthly


Seperti namanya, chart monthly adalah chart saham yang mencerminkan kondisi market pada periode bulanan. Satu candlestick yang terbentuk itu mewakilkan pasar saham pada bulan tertentu. Jika warnanya merah, berarti di bulan itu pasar ditutup turun. Sebaliknya, warna hijau menandakan pasar ditutup naik pada bulan tersebut.


Nah, karena chart monthly merangkum pergerakan selama satu bulan, maka secara visual, candle yang akan muncul di screen menjadi lebih ringkas atau lebih sedikit dibandingkan chart daily maupun intraday.


Pertanyaannya, kapan harus pakai timeframe monthly? Biasanya chart dengan timeframe monthly ini dipakai untuk investasi jangka panjang yang durasi hold-nya tentu lebih lama. 


Di sini investor akan memperhatikan pergerakan market secara bulanan untuk mengonfirmasi timing beli atau jual selain dari analisis fundamental. Jadi, analisis teknikal dalam hal investing sifatnya hanya sebagai tambahan saja untuk mengetahui kapan harus take action.


Baca juga: Strategi Cicil Beli Saham Investing Saat Harganya Terkoreksi

Chart Daily


Selanjutnya ada chart daily atau chart saham yang mencerminkan kondisi market pada periode harian. Satu candlestick yang terbentuk merupakan rangkuman dari pergerakan saham selama satu hari perdagangan.


Biasanya, chart dengan timeframe daily dimanfaatkan oleh para swing trader dan super trader untuk menganalisis harga saham. Hal ini sejalan dengan jangka waktunya yang lebih singkat daripada investasi jangka panjang.


Sebab, chart daily memiliki pola-pola chart saham seperti chart pattern, candlestick pattern, support-resistance yang lebih jelas untuk menentukan strategi trading jangka pendek-menengah.


Sebagai catatan, swing trading adalah strategi trading jangka pendek sekitar beberapa hari saja. Sedangkan super trader adalah strategi trading jangka menengah dengan rentang waktu sekitar 3-6 bulan.


Baca juga: Pilih Jadi Swing atau Super Trader? Ketahui Hal-Hal Ini Dulu!

Chart Intraday


Terakhir, ada chart intraday atau chart yang menggambarkan kondisi pasar saham dalam waktu beberapa menit, biasanya 5-15 menit. Karena timeframe-nya lebih singkat, maka candlestick yang muncul tentu lebih banyak. Satu candlestick mewakilkan pergerakan harga saham selama sekian menit.


Kapan harus pakai chart intraday? Kamu bisa pakai chart ini untuk strategi trading scalping. Artinya, trading cepat dengan memanfaatkan pergerakan kecil harian harga saham. Scalping dilakukan dengan cara beli pagi jual sore, atau lebih cepet lagi, atau maksimal saham diinapkan semalaman. Intinya, saham di-hold dalam hitungan menit sampai sehari.


Namun, scalping sangat tinggi risiko dan tidak cocok untuk pemula. Strategi swing dan super trader lebih disarankan karena jangka waktunya tidak sesingkat scalping. Kemudian untuk pemula yang ingin mulai trading, kamu bisa coba super trader yang durasinya bisa sampai bulanan. Sehingga tidak perlu selalu pantau market dan bisa tetap beraktivitas.


Baca juga: Strategi Scalping 1 Menit Terbaik


Tidak hanya itu, super trader juga memungkinkanmu untuk mendulang profit multibagger hingga ratusan %. Sepertin saham super trader Emtrade: AUTO (75-79%), WIIM (92-94%), PANI (100-108%), dan IMAS (92-96%).







Mau tahu caranya? Yuk, belajar di Workshop Super Trader bareng pakar saham Ms. Ellen May yang sudah terbukti berhasil melewati berbagai kondisi market sejak 2007.


Klik di sini untuk dapat informasi selengkapnya

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelTeknikal

Gimana Cara Tahu Saham Berpotensi Naik? Cek di Sini!

4 Feb 2023, 14:01 WIB
article
ArtikelTeknikal

Begini Cara Screening Saham yang Layak Masuk Watchlist

3 Jan 2023, 16:35 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Take Profit Saat Harga Saham Mencapai All Time High

28 Nov 2022, 17:16 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi