Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Konflik Israel-Palestina Memanas, Apa Dampaknya ke Saham?

9 Okt 2023, 16:18 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Banyak investor yang bertanya terkait efek ketegangan geopolitik antara Israel dan Palestina ke pasar saham. Untuk itu, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Harga Minyak Naik

Hal tersebut lantas membuat para pelaku pasar menghadapi ketidakpastian baru dari sisi geopolitik. Dampaknya akan terasa pada harga komoditas energi yang berfluktuasi karena perang bisa memicu terbatasnya pasokan, terkendalanya pengiriman hingga timbulnya sanksi perdagangan.


Contohnya seperti harga minyak mentah dunia. Perlu diketahui, Timur Tengah memiliki sumber sekitar sepertiga minyak mentah dunia. Setelah serangan, harga minyak pun melonjak hingga 5%.



Kemudian jika serangan terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan ada potensi sanksi ekonomi dari AS. Di mana, negara pengimpor minyak yang memiliki kerjasama dengan AS dilarang ambil minyak/impor dari negara afiliasi Hamas. Salah satunya adalah Iran, yang biasanya mendukung kelompok Hamas dan merupakan produsen minyak utama sekitar 4% dari total supply di dunia per 2021.


Adapun produksi minyak mentah Iran sebesar 9-10% dari total produksi OPEC, dan menurut laporan dari OPEC produksi minyak mentah Iran terus menunjukan adanya peningkatan. 


Apabila sanksi tersebut terjadi, maka bisa berdampak negatif terhadap supply minyak global. Alhasil, ketika supply terbatas, ini akan lanjut mendorong kenaikan harga minyak dunia. 


Meski begitu, sulit untuk menyebut bahwa krisis minyak tahun 1973 akan terulang. Pasalnya, pasar minyak saat ini tidak memiliki karakteristik seperti sebelum Oktober 1973. Saat itu, permintaan minyak sedang melonjak, dan dunia telah kehabisan seluruh kapasitas produksi cadangannya. Namun, sekarang pertumbuhan konsumsi telah melambat dan kemungkinan akan semakin melambat seiring dengan terwujudnya kendaraan listrik


Di sisi lain potensi berlanjutnya kenaikan harga minyak akan memberi dampak positif ke emiten-emiten minyak seperti MEDC, ELSA, dan ENRG. Sebab, hal itu bisa meningkatkan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) yang pada akhirnya mendorong profitabilitas perusahaan.


Selain itu, harga minyak yang naik ini bisa memberikan insentif bagi perusahaan produsen untuk menaikkan tingkat produksi.


Adapun emiten yang berpotensi dirugikan antara lain transportasi, manufaktur dan consumer goods. Kinerja emiten transportasi akan tertekan karena biaya operasional naik. Sementara itu, sektor manufaktur dan consumer goods akan mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak. Hal ini terkait naiknya harga atau ongkos produksi.

Harga Batu Bara Berpotensi Ikut Naik

Sebagai komoditas substitusi minyak, sering kali pergerakan harga minyak dunia ikut memengaruhi harga batu bara. Jadi apabila harga minyak naik, konsumen akan beralih menggunakan batu bara, sehingga lambat laun naiknya permintaan tersebut mendorong harga batu bara.


Efeknya pada emiten batu bara akan mengalami kenaikan ASP dan mendorong profitabilitas. Namun, masih ada tantangan dari ekonomi China yang mengecewakan. Sehingga diperkirakan harga batu bara masih susah untuk kembali naik tinggi. Sebagai informasi, China merupakan negara pengonsumsi batu bara terbesar di dunia. Lemahnya permintaan dari negara tersebut bisa berdampak pada harga batu bara yang sulit bergerak.

Dolar Menguat

Meningkatnya risiko geopolitik biasanya mendorong daya tarik aset-aset safe haven seperti dolar AS. Hal ini akan membuat dolar AS mengalami penguatan, dan pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah. Apalagi beberapa bulan terakhir rupiah memang terpantau lesu karena dibayangi sentimen sikap hawkish The Fed.


Dampaknya ke saham sudah dibahas sebelumnya di artikel berikut ini:


Mau tahu saham apa yang menarik di tengah risiko geopolitik seperti sekarang? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ACES: Diakumulasi Investor Kakap Hingga SSSG Kembali Tumbuh Positif

20 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi