Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Harga Batu Bara Sudah Turun 56% Sejak Awal Tahun, Gimana Prospeknya ke Depan?

25 Sep 2023, 16:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Harga batu bara secara garis besar terus merosot sepanjang tahun 2023. Sejak bulan Januari, harga batu bara acuan Newcastle sudah turun dalam sebesar 56,06% ke level pekan lalu di US$158,5 per ton. Secara mingguan juga terkoreksi hingga 4,6%. Koreksi harga ini didorong oleh meningkatnya pasokan batu bara dari negara-negara produsen utama seperti India, China dan India, yang melebihi tingginya permintaan dari China.


Jumlah impor batu bara China pada bulan Juli masih kuat sejalan dengan perbaikan ekonomi. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China (NBS), impor batu bara pada bulan Juli naik 66,9% secara tahunan mencapai 39,3 juta ton. Impor kumulatif untuk 7 bulan pertama tahun 2023 naik 88,7% menjadi 261,20 juta ton. 


Impor batu bara China diperkirakan analis akan terus menunjukkan penguatan sepanjang sisa tahun ini. Dengan demikian volatilitas harga batu bara berpotensi akan berakhir mulai kuartal II/2023 dan seterusnya.


Di sisi lain apabila ekonomi meningkat, kebutuhan listrik juga bisa meningkat untuk keperluan pabrik. Pembangkit listrik untuk pabrik di China naik 3,6% secara tahunan atau 0,8% secara bulanan menjadi 846,2 miliar kWh pada bulan Juli. Dari Januari hingga Juli, total pembangkit listrik China berjumlah sekitar 5,01 triliun kWh, naik 3,8% secara tahunan.  


Aktivitas ekonomi di China yang diperkirakan akan terus meningkat berpotensi membawa dampak pada peningkatan permintaan listrik di sisa tahun ini, dan akan mendukung harga batu bara.


Kemudian pada semester I/2023 permintaan listrik domestik India melonjak sekitar 5%, melanjutkan tren pertumbuhan konsumsi listrik yang sudah berlangsung lama yang didorong oleh perluasan jaringan listrik. Walaupun hujan lebat sempat menghambat pertumbuhan, permintaan listrik diperkirakan akan semakin meningkat dalam waktu dekat. 


Dalam hal ini, India masih sangat bergantung pada batu bara. Sehingga berpotensi meningkatkan tekanan impor pada akhir tahun 2023 meski terdapat upaya untuk mengurangi impor batu bara.


Tantangannya adalah rencana penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di India yang mulai meningkat dapat secara signifikan mengurangi investasi pembangkit listrik tenaga batu bara dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh rancangan usulan penolakan pembangkit listrik tenaga batu bara baru untuk lima tahun ke depan dan digantikan oleh baterai dan EBT.


Artinya, ke depan ada potensi perkembangan EBT akan menggantikan demand batu bara dari India, yang merupakan salah satu pengonsumsi batu bara terbesar di dunia. Jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin bisa menekan demand batu bara yang kemudian turut menekan harganya. 


Alhasil, ini akan merugikan saham batu-bara dari segi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih rendah. Terutama saham yang punya eksposur tinggi di India seperti ADRO dan INDY.


Lantas, saham mana yang saat ini cukup potensial untuk trading? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi