Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Emiten Pemilik Kapasitas EBT Terbesar di RI, Ada MEDC dan BREN

23 Sep 2023, 10:55 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sektor EBT tampaknya sedang naik daun. Terlihat dari potensi benefit dari pembentukan bursa karbon hingga prospek pertumbuhan industrinya yang menarik. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan bauran EBT mencapai 75% terhadap listrik jangka panjang demi menekan dampak negatif energi fosil.


Sektor EBT akan turut diramaikan dengan kehadiran PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di bursa. Bahkan, beberapa harga saham EBT lainnya ikut tersengat dari sentimen ini. Contohnya seperti saham PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) yang sempat ATH di level Rp1.535.


Lalu, emiten EBT mana saja yang menghasilkan kapasitas listrik terbesar?

MEDC

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak usahanya PT Medco Power Indonesia memiliki kapasitas kontrak bruto yang tersedia mencapai sekitar 3.100 MW dan tersebar di 18 lokasi berbeda di seluruh Indonesia.


Medco Power memiliki rencana untuk meningkatkan kapasitas pembangkitannya menjadi 5.000 MW. Seluruh pembangkit yang dikelola oleh Medco Power akan berfokus pada pembangkitan energi bersih dan terbarukan.


Dari segi energi geothermal, perusahaan saat ini sedang melaksanakan pembangunan proyek geothermal di Blawan Ijen, Jawa Timur dengan kapasitas total 110 MW, tetapi tahap pertama 40 MW dulu. Adapun pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 50 MW, yang terdiri dari 25 MW di Bali Barat dan 25 MW di Bali Timur.


Pada kuartal I/2023 pendapatan MEDC naik 18,47% menjadi US$558,98 juta, tetapi laba bersih turun 8,86% menjadi US$82,05 juta. Hal ini dikarenakan beban pokok pendapatan dan biaya langsung yang membengkak 40,69%. Salah satunya adalah beban pokok penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya yang bengkak hingga 609%.


Di sisi lain kontrak penjualan listrik tumbuh 84,24% menjadi US$12,14 juta.

PGEO

Emiten geothermal yang IPO pada Februari lalu memiliki 13 wilayah kerja panas bumi (WKP) dan total kapasitas terpasang sebesar 1877 Mega Watt (MW). Rinciannya, 672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW dioperasikan secara bersama. 


PGEO saat ini tengah fokus pada tiga proyek penting yang bertujuan untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mereka.


  1. Lumut Balai: pembangunan unit PLTP kedua dengan kapasitas sebesar 55 MW. Proyek ini diestimasi akan selesai pada akhir tahun 2024.

  2. Lahendong: pembangunan unit PLTP ke-7 dan ke-8 dengan masing-masing memiliki kapasitas 20 MW. Kedua unit ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2027.

  3. Hululais: Proyek di wilayah baru ini melibatkan pembangunan dua unit PLTP sekaligus, dengan total kapasitas mencapai 110 MW.


Pada semester I/2023 laba bersih PGEO tumbuh 30,11% jadi US$92,71 juta. Hal ini didorong oleh pendapatan usaha yang naik 11,90% jadi US$206,73 juta. Secara geografis, pendapatan didorong oleh PLTP semua wilayah yang kompak naik, dipimpin oleh Kamojang dengan kenaikan 12,29% jadi US$78,50 juta. 

BREN

Melalui anak usahanya, STAR, emiten milik taipan Prajogo Pangestu memiliki aset geothermal Wayang Windu, Salak, dan Darajat dengan total kapasitas bruto mencapai 886 MW. Wayang Windu 230,5 MW, Salak 381, sedangkan Darajat sebesar 274,5 MW. 

Kapasitas tersebut berdasarkan joint contract operation dengan PGEO.


Selengkapnya tentang prospek IPO BREN bisa dibaca di artikel berikut ini.


Baca juga: IPO BREN: Anak Usaha BRPT Mau Listing, Bisnisnya Prospektif?

BRPT

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berencana menyelesaikan proyek Salak Binary yang akan menambah kapasitas sekitar 15 MW pada segmen panas bumi. Saat ini, kapasitas operasional geothermal BRPT mencapai sekitar 885 MW secara keseluruhan.


Sepanjang semester I/2023 laba bersih BRPT meroket 243,43% menjadi US$30,36 juta. Kinerja bottom line tumbuh di kala pendapatan yang justru turun 14,90% menjadi US$1,37 miliar. Namun, segmen listrik tumbuh 9,32% menjadi US$135,70 juta.


Di sisi lain, laba bersih turun karena beban umum dan administrasi serta beban keuangan membengkak masing-masing 8,17% dan 50,90%. Selain itu BRPT mencetak kerugian kurs mata uang asing US$10,80 juta dari sebelumnya untung US$6,2 juta. Adapun keuntungan atas instrumen keuangan derivatif turun 85,84% menjadi US$1,60 juta saja.

UNTR

Lewat akuisisi PT Supreme Energy Sriwijaya (SES), UNTR kini memiliki salah satu perusahaan panas bumi dengan kapasitas listrik terbesar di Indonesia. SES adalah induk usaha PT Supreme Energy Rantau Dedap yang punya izin panas bumi berkapasitas 98 MW.


Saat ini UNTR belum melaporkan pendapatan dari segmen geothermal karena akuisisi baru saja dilakukan awal bulan Agustus lalu.

KEEN

Saat ini, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) memiliki beragam proyek pembangkit energi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat dengan kapasitas 18 MW, PLTA Air Putih sebesar 21 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Ma'dong dengan kapasitas 10 MW, PLTM Ordi Hulu sebesar 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Tempilang 2 yang menghasilkan 5 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tempilang 1,36 MWp.


Di dalam pipeline, KEEN menargetkan mampu mengelola pembangkit listrik hingga 500 MW dalam jangka panjang.


Sepanjang semester I/2023 laba bersih KEEN tumbuh 40,55% menjadi US$9,58 juta didorong kenaikan pendapatan 20,58% menjadi US$24,55 juta. Di mana, penjualan listrik meroket 130% menjadi US$5,82 juta.


Baca juga: 5 Saham BUMN Non Bank dengan Yield Terbesar

ARKO

Portofolio PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) terdiri dari PLTA Cikopo dengan kapasitas produksi sebesar 7,4 MW dan PLTM Tomassa dengan kapasitas produksi pembangkit sebesar 10,0 MW.


Selain itu ada PLTM Yaentu yang masih dalam tahap konstruksi Kapasitas produksi pembangkit tersebut sebesar 10,0 MW. Sedangkan PLTM Kukusan 2 saat ini sedang dalam tahap persiapan konstruksi. Kapasitas produksi pembangkit tersebut sebesar 5,4 MW.


Sepanjang semester I/2023 pendapatan turun 6,03% menjadi Rp109 miliar. Sementara itu laba bersih mampu meningkat 32,80% menjadi Rp33,10 miliar didukung oleh efisiensi beban keuangan, keuntungan selisih kurs, keuntungan lain-lain, serta kenaikan penghasilan keuangan. Meski begitu penjualan listrik turun 0,3% menjadi US$32,20 miliar.


Baca juga: UNTR Mau Akuisisi Perusahaan Geothermal, Begini Prospeknya


Mau tahu saham mana yang saat ini potensial? Bagaimana strategi tradingnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Pemilu di Depan Mata, Ini Deretan Emiten yang Terafiliasi Masing-Masing Paslon

13 Feb 2024, 12:11 WIB
article
ArtikelInsight

Daftar Saham MNC Group yang Terdaftar di BEI, Ada yang Menarik?

17 Jan 2024, 12:55 WIB
article
ArtikelInsight

GGRM Berpotensi Bagi Dividen Jumbo, Gimana Prospek Kinerja Keuangannya?

20 Okt 2023, 15:24 WIB
article
ArtikelInsight

Kenapa Saham GOTO All Time Low di Tengah Penutupan TikTok Shop?

18 Okt 2023, 16:01 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi