Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

PANI Right Issue Rp10,48 Triliun, Gimana Prospeknya? Layak Ditebus?

24 Nov 2023, 13:22 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
RIGHT ISSUE PANI

Emiten properti yang dimiliki oleh Sugianto Kusuma atau biasa dikenal sebagai Aguan, bersama dengan Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), berencana mengadakan rights issue sebagai sumber pendanaan untuk akuisisi 7 perusahaan senilai Rp9,4 triliun. 


Ekuitas atau modal perusahaan per September 2023 tercatat hanya sebesar Rp7,83 triliun. Artinya, nilai transaksi itu mencapai 120% dari total ekuitas atau modal PANI. Sehingga PANI membutuhkan dana tambahan.


Sebelumnya PANI sudah dapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada bulan September lalu. Melalui aksi right issue, PANI akan menerbitkan 2 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5000 per lembar saham. Maka, rasionya 200 saham lama mendapatkan 31 saham baru.


Saham baru ini setara dengan 13,42% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari rencana tersebut, PANI berharap bisa menghimpun dana Rp10,48 triliun. 


PT Multi Artha Pratama (MAP), sebagai pemegang saham utama saham PANI dengan kepemilikan 88,07% telah melaksanakan seluruh hak rights sebanyak 1,8 miliar saham dengan nilai Rp9,23 triliun.


Tidak hanya itu, MAP juga akan bertindak sebagai pembeli siaga jika sebanyak 250 juta saham tidak ditebus oleh pemegang saham. Dengan demikian kepemilikan MAP di PANI nantinya akan bertambah menjadi 89,67%.


Jadwal right issue PANI:

  • Cum date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 30 November 2023. 

  • Ex date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 1 Desember 2023. 

  • Cum date pasar tunai pada 4 Desember 2023. 

  • Ex date pasar tunai pada 5 Desember 2023. 

  • Recording date pada 4 Desember 2023. 

  • Distribusi right issue pada 5 Desember 2023. 

  • Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2023. 

  • Periode perdagangan right issue pada 6-12 Desember 2023. 

  • Penyerahan saham hasil right issue pada 8-14 Desember 2023. 

  • Terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 13 Desember 2023. 

  • Penjatahan pemesanan saham tambahan pada 14 Desember 2023. 

  • Pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 15 Desember 2023. 

  • Pengembalian uang pemesanan pembelian saham tambahan pada 15 Desember 2023.

Rencana Penggunaan Dana Right Issue

Dana yang diperoleh dari rights issue nantinya akan digunakan mengakuisisi 7 perusahaan real estate, yaitu PT Bumindo Mekar Wibawa (BMW), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), PT Jaya Indah Sentosa (JIS), PT Kemilau Karya Utama (KKU), PT Karunia Utama Selaras (KUS), PT Sumber Cipta Utama (SCU), dan PT Sharindo Matratama (SHM).


Semua perusahaan yang akan diakuisisi oleh PANI beroperasi di sektor real estat dan memiliki sejumlah lahan di PIK 2. Sehingga akuisisi ini bertujuan untuk memperluas skala proyek perusahaan di PIK 2 serta dapat menciptakan sinergi bisnis yang optimal.


Sebagian lainnya, sejumlah Rp990 miliar akan dialokasikan ke anak perusahaan, yaitu PT Panorama Eka Tunggal (PET). Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi tanah di kawasan PIK 2 dari PT Karya Indah Raya dan PT Wahana Utama Karya.


Pembelian tanah oleh PET bertujuan untuk menambah luas area proyek di PIK 2. Lahan ini akan digunakan untuk mengembangkan proyek residensial dan komersial dengan ukuran yang disesuaikan sesuai dengan kebutuhan di masa depan. Rencananya, pembelian tanah akan dilakukan setelah dokumen tanah diverifikasi, atau paling lambat 12 bulan setelah right issue selesai.


Baca juga: Apa itu Right Issue Saham? Cari Tahu Selengkapnya di Sini

Berapa Harga Teoritis Right Issue PANI?

Ketika suatu emiten melaksanakan right issue, harga teoritis biasanya menjadi perhatian investor. Harga ini menunjukkan perkiraan harga pasca right issue yang disesuaikan dengan rasio dan harga pelaksanaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.


Karena masih jauh dari tanggal cum date, dalam menghitung harga teoritis, kami menggunakan asumsi harga pasar saat ini (24/11 pukul 10:46) di level Rp4690. Dengan rasio 200 : 31 dan harga pelaksanaan Rp5000 per lembar, maka perkiraan harga teoritisnya di Rp4731.


Meski begitu, masih harus dipantau sampai harga pada saat cum date atau minimal mendekati cum date untuk mengetahui harga teoritis yang lebih akurat.


Baca juga: Apa itu Harga Teoritis Right Issue?

Prospek Right Issue PANI

Tujuan perseroan yang ingin mengakuisisi 7 perusahaan cukup bagus karena itu berarti dana right issue akan dipakai untuk ekspansi bisnis yang bisa memberikan harapan peningkatan kinerja ke depannya dari proyek-proyek baru.


Adapun MAP sebagai pembeli siaga menjadi sinyal positif karena ada kepastian bagi PANI dalam hal keberhasilan dana yang bisa diraih. Ini bagus terlebih lagi jumlahnya yang cukup besar untuk ekspansi dan menguatkan struktur modal.


Tidak berhenti sampai situ, sektor properti masih akan diuntungkan dari sentimen suku bunga Bank Indonesia (BI). Di mana, BI baru saja menahan suku bunga di level 6%. Sehingga, minat KPR bisa tetap terjaga.


Baca juga: Strategi Investasi Pada Right Issue

Efek Right Issue

Biasanya pelaksanaan right issue cenderung memiliki dampak negatif pada harga saham. Ini karena sering kali harga saham mengalami penurunan tajam saat ada right issue, yang disebabkan oleh penyesuaian harga pasar dengan harga teoritis right issue. 


Berhubung harga pelaksanaan right issue PANI lebih tinggi dibandingkan harga sekarang, ada kemungkinan fluktuasi harga setelah right issue tidak terlalu signifikan, mengingat perkiraan harga teoritis yang lebih besar daripada harga saat ini. 


Di sisi lain dengan harga pelaksanaan yang tinggi, efeknya bisa jadi investor ritel tidak terlalu tertarik untuk menebus saham right issue. Namun, ini masih tertolong karena ada MAP yang akan menjadi pembeli siaga.


Adapun tujuan right issue yang positif biasanya dapat menjadi pendorong kenaikan harga saham dalam jangka pendek. Contohnya seperti PANI yang dialokasikan untuk ekspansi bisnis.


Penting untuk diingat bahwa dengan menerbitkan saham baru melalui right issue, kepemilikan publik bisa menjadi lebih kecil atau terdilusi. Jika tidak ditebus, maka persentase kepemilikan akan berkurang dibandingkan dengan total saham yang beredar. Hal ini dapat memengaruhi perhitungan dan jumlah dividen yang diterima oleh investor.


Baca juga: 5 Golden Rules Money Management Saham Supaya Cuan Maksimal

Layak untuk Ditebus?

Keputusan untuk menebus atau tidak right issue mirip dengan saat kita memutuskan untuk menambah saham di pasar reguler. Faktor-faktor tertentu perlu dipertimbangkan, seperti prospek bisnis, pangsa pasar, manajemen, profitabilitas, cash flow, dan valuasi perusahaan. Jika prospek dan valuasi masih menarik, mungkin layak untuk ditebus.


Selain itu, perlu memperhatikan proporsi saham dalam portofolio. Periksa apakah proporsi saham tersebut masih sesuai untuk menebus right issue tanpa mengganggu keseimbangan portofolio. 


Sedangkan dari kacamata trading, trader cenderung menghindari right issue karena ada risiko penurunan nilai jika harga right issue berada di bawah harga pasar. Trader biasanya kurang tertarik untuk menebus saham tambahan tersebut.


Sebaliknya, trader lebih suka mencari peluang keuntungan dengan menjual hak right issue yang mereka miliki. Ada periode perdagangan khusus saat hak saham baru dapat diperjualbelikan, mirip dengan trading saham biasa. Hak saham baru memiliki harga pasar yang bervariasi, tergantung pada permintaan dan penawaran di pasar.


Baca juga: Emiten Right Issue, Sebaiknya Tebus atau Tidak? Begini Cara Menentukannya


Lantas, apakah right issue PANI layak untuk ditebus? Bagaimana strateginya agar tidak keliru ambil langkah? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi