Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

ISAT Dikabarkan Jajaki Penjualan Aset Fiber Optik, Begini Dampaknya

12 Sep 2023, 09:47 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Berhembus kabar dari PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison yang berencana untuk melepas aset serat optik (fiber optic). Disinyalir nilai transaksi berpotensi mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp15,34 triliun. 


Langkah tersebut sejalan dengan minat yang tinggi dari investor global terhadap infrastruktur digital di Asia Tenggara, dan juga menarik perhatian para investor dalam industri investasi.


Berdasarkan informasi dari sumber Bloomberg, rencana divestasi ini masih bersifat awal diskusi dan ISAT masih memiliki opsi untuk tidak melanjutkan kesepakatan tersebut. Dan hingga saat ini, perseroan belum memberikan tanggapan resmi terkait berita penjualan aset tersebut.


Meski begitu, perlu diketahui juga bahwa ISAT tergolong sebagai perusahaan yang aktif dalam hal melepas aset terutama di segmen menara. Terdapat lebih dari 5.000 menara dijual selama empat tahun terakhir.


Terbaru, ISAT menjual sebanyak 997 menara telekomunikasi senilai Rp1,64 triliun rupiah kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) pada awal tahun 2023. Transaksi ini dilakukan setelah sebelumnya menjual sebanyak 4.200 menara telekomunikasi senilai US$750 juta kepada Edge Point Indonesia pada tahun 2021. 


Di samping itu, pada tahun lalu ISAT telah menyetujui untuk menjalin kemitraan senilai US$300 juta dalam pendirian pusat data bersama Big Data Exchange, sebuah platform pusat data yang dimiliki oleh perusahaan investasi yang dikenal dengan nama I Squared.


Walaupun belum dikonfirmasi langsung oleh pihak ISAT, secara keseluruhan aksi penjualan aset fiber optik sejalan dengan perubahan tren di industri penyedia layanan telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir.  Industri ini ingin lebih fokus pada bisnis inti, yaitu penyediaan layanan telekomunikasi agar profitabilitas dan efisiensi modal meningkat. 


Awalnya, industri ini cenderung berorientasi pada heavy asset, tetapi sekarang beralih ke light asset. Contohnya TLKM yang pernah menjual 6.000 menara ke MTEL di tahun 2022. 


Menurut direktur MTEL, dulu saat perusahaan punya menara sendiri, hasilnya justru tidak efisien dan pengembalian modalnya akan memakan waktu lama. Melalui konsep sharing, pemanfaatan aset menjadi lebih optimal dan pengembalian modal dapat terjadi dengan lebih cepat. 


Valuasi pun tidak ikut berubah dengan kebutuhan yang tetap terpenuhi. Sedangkan dari sisi konsumen, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih rendah. 

Dampak Penjualan Serat Fiber ISAT


Dengan melepaskan aset serat fiber, tentu dapat membawa efisiensi dalam kinerja ISAT di masa mendatang. Sehingga perseroan memiliki peluang untuk memaksimalkan laba bersih mereka.


Selain itu, dana yang diperoleh dari aksi divestasi ini juga bisa dipakai sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) yang berguna untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi dan mengembangkan jaringan ke wilayah-wilayah baru. Hal ini berpotensi untuk mempercepat pertumbuhan ISAT dengan memanfaatkan sumber daya modal secara lebih efisien setelah divestasi.


Namun bagaimanapun juga ISAT masih memerlukan akses ke fiber optik untuk mengoperasikan bisnis layanan telekomunikasi mereka. Sehingga diperkirakan skema penjualan akan menggunakan opsi sale and lease back. Artinya, ISAT menjual aset tersebut, kemudian pihak pembeli akan menyewakan kembali ke ISAT selaku penjual. Skema ini sebelumnya diterapkan saat TLKM jual menara ke MTEL. 


Lalu, bagaimana strategi trading saham ISAT? Apakah saat ini cukup potensial untuk buy? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ENRG Targetkan Produksi Migas Tumbuh 10-15% di 2024

22 Feb 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Usai Private Placement, BNGA Lanjut Buyback

21 Feb 2024, 15:20 WIB
article
ArtikelInsight

ACES: Diakumulasi Investor Kakap Hingga SSSG Kembali Tumbuh Positif

20 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi