Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Tren Harga Batu Bara Lagi Naik, Sahamnya Ikutan Naik?

6 Sep 2023, 16:25 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Harga komoditas batu bara tampaknya terus mengalami penguatan. Pada perdagangan hari Selasa (05/09), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka bulan September 2023 mengalami kenaikan sebesar 2,46% mencapai US$160,50 per ton. 


Sementara itu, kontrak berjangka bulan Oktober 2023 mengalami penguatan sebesar 4,11% mencapai US$ 166,35 per ton. Selanjutnya, kontrak berjangka bulan November 2023 juga mengalami peningkatan 3,83% mencapai US$ 169,50 per ton.


Hal tersebut didorong oleh beberapa sentimen positif yang mendongkrak harga batu bara. Dua ditopang permintaan dari dua negara pengonsumsi batu bara terbesar di dunia, yakni India dan China.

Sentimen Pendorong

Permintaan batu bara di India diharapkan tetap tinggi, sejalan dengan kebijakan Pemerintah India yang meminta produsen listrik untuk mengimpor 4% kebutuhan batu bara hingga Maret 2024. Hal ini juga mendukung keputusan Kementerian Tenaga Listrik (MoP) yang mempertahankan perintah wajib pencampuran batu bara impor dalam pembangkit listrik tenaga panas selama enam bulan ke depan, mengingat lonjakan permintaan listrik baru-baru ini.


Peningkatan permintaan listrik terjadi karena dampak buruk dari minimnya curah hujan, yang menyebabkan konsumsi listrik meningkat terutama dalam cuaca panas. 


Sementara itu di China terjadi beberapa insiden kecelakan di tambang batu bara. Sehingga pemerintah di sana memutuskan untuk melakukan pemeriksaan keselamatan yang ketat yang pada akhirnya mengakibatkan sejumlah tambang ditutup atau dikurangi kapasitas produksinya. Alhasil, terjadi keterbatasan pasokan batu bara kokas. 


Adapun sentimen lain dari Eropa yang menyatakan pembangkit listrik tenaga batu bara di sana tumbuh sekitar 7% atau 1,4 TWh pada bulan Agustus. Ini berperan dalam menjaga harga tetap stabil meskipun volume impor melambat. 


Selain itu, harga gas Eropa juga mengalami kenaikan kecil kemarin (05/09) karena pasar merespons berita mengenai pemogokan di industri LNG Australia selama dua minggu.


Di sisi lain kenaikan harga minyak mentah di Arab Saudi turut memengaruhi harga batu bara. Hal ini dikarenakan batu bara adalah energi alternatif bagi minyak, sehingga harganya saling mempengaruhi. Alasan minyak mentah melesat karena Arab Saudi memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebesar 1 juta barel per day (bpd) secara sukarela hingga akhir tahun ini.


Baca juga: Perancis Dorong Harga Batu Bara, Gimana Prospek Sahamnya?

Dampaknya ke Saham Batu Bara

Pergerakan harga saham big caps batu bara:


Berdasarkan harga saat ini 06/09/2023 pukul 9:38 WIB.

Terlihat harga saham batu bara kompak naik didorong oleh optimisme pasar yang menyambut kenaikan harga komoditas batu bara. 


Dalam hal ini, Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia tentu akan diuntungkan. Di mana, kinerja keuangan emiten-emiten tadi berpotensi terdongkrak sejalan dengan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang juga meningkat. 


Sebelumnya pada semester I/2023 harga batu bara sedang dalam tren turun. Alhasil, ASP ikut turun yang kemudian tercermin pada kinerja keuangan secara bottom line pada periode tersebut.




Berdasarkan data di atas, mayoritas ASP menurun sepanjang paruh pertama 2023 dan menekan perolehan laba bersih. Kecuali INDY dengan ASP yang naik tipis 1%. Namun, ini belum bisa mengcover beban perusahaan yang membengkak sehingga pendapatan dan laba bersih tercatat turun. 


Sementara itu HRUM tetap membukukan kinerja keuangan yang positif di tengah penurunan ASP 23,4% karena volume penjualan batu bara melonjak 71,4%. Meski begitu, kinerja kuartalan tetap terkoreksi dengan laba bersih turun 34,2% efek ASP yang lebih rendah.


Jika penurunan ASP buntut harga batu bara yang melemah dapat berdampak negatif terhadap perusahaan, sebaliknya, kenaikan ASP yang didorong melonjaknya harga batu bara juga berpotensi mendongkrak kinerja perusahaan secara positif.




Efek positif terutama terjadi pada emiten yang penjualan batu baranya mayoritas untuk pasar global seperti HRUM, ITMG, dan ADRO. Hasilnya kemungkinan baru akan tercermin pada laporan keuangan kuartal III yang kemudian terapresiasi dari sisi harga sahamnya yang turut berpotensi naik.


Baca juga: 5 Golden Rules Money Management Saham Supaya Cuan Maksimal


Pertanyaannya, mana saham batu bara yang saat ini paling potensial? Bagaimana strategi tradingnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi