Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Holding Geothermal Bakal Segera Dibentuk, PGEO Jadi Induknya

5 Sep 2023, 14:54 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Kementerian BUMN disebut akan membentuk sebuah perusahaan holding di sektor energi panas bumi (geothermal). Nantinya holding ini akan terdiri dari tiga entitas utama, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Geo Dipa Energi, dan PT PLN Gas & Geothermal. Di mana, emiten BUMN energi baru dan terbarukan (EBT) PGEO ditunjuk sebagai perusahaan induk. 


Namun, rencana ini masih memerlukan persetujuan dari PLN dan Kementerian Keuangan.  Di sisi lain skema masih dalam kajian dengan opsi skema pembentukan holding yang sedang dipertimbangkan, salah satunya adalah melalui proses akuisisi aset oleh PGEO. Erick Thohir menyebut ada pendanaan untuk holding tapi tidak menyebut sumber pendanaannya.


Rencana pembentukan holding geothermal sebenarnya telah digulirkan sejak awal tahun 2022. Hanya saja upaya untuk mewujudkannya mengalami kendala karena merger antara BUMN yang dikelola oleh kementerian yang berbeda membutuhkan peraturan khusus. Untuk diketahui, 94,5% saham PT Geo Dipa Energi dimiliki oleh Republik Indonesia dan dikuasakan kepada Kementerian Keuangan.


PT Geo Dipa Energi mempunyai dua aset pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang terletak di Patuha dan Dieng, dengan total kapasitas terpasang sebesar 120 MW. Ini menjadikannya sebagai salah satu dari lima PLTP terbesar di Indonesia. 


Selain itu, perseroan juga tengah melakukan proyek pengembangan PLTP Dieng Unit 2 (progres 40,63%) dan PLTP Patuha Unit 2 (progres 31,69%). Potensi kapasitas maksimum dari kedua wilayah ini bisa mencapai 800 MW jika proyek-proyek ini berhasil dikembangkan sepenuhnya.


Adapun  PT PLN Gas & Geothermal memiliki wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan total potensi kapasitas mencapai 312,5 MW pada tahun fiskal 2022. 


Apabila pembentukan holding realisasi, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara BUMN dalam pengelolaan aset geothermal di Indonesia yang pada akhirnya memungkinkan pengembangan PLTP menjadi lebih cepat dan efisien.


Salah satu potensi efisiensi yang mungkin terjadi adalah dari sisi pendanaan. Sebagai calon perusahaan induk, PGEO memiliki peringkat kredit yang baik (Moody's: Baa3 (Stable); Fitch: BBB- (Stable)). Dengan begitu PGEO berpotensi membuat biaya pendanaan untuk ekspansi menjadi lebih murah.


Sebagai contoh, global green bond senilai US$400 juta yang diterbitkan oleh PGEO pada April 2023 memiliki tingkat bunga yang relatif rendah, yaitu 5,15% per tahun.


PGEO sendiri memiliki kas sebesar Rp9,96 triliun pada semester I/2023, sehingga dapat melakukan akuisisi terhadap PT Geo Dipa Energi yang memiliki total aset senilai Rp6,26 triliun tanpa berutang.


Meski demikian, Kementerian ESDM menyatakan bahwa rencana untuk mengkonsolidasikan holding panas bumi masih belum mencapai kesepakatan. Ketiga perusahaan BUMN tersebut masih dalam proses perhitungan terkait potensi manfaat yang akan diperoleh setelah konsolidasi dilakukan. 


Geo Dipa, yang telah beroperasi sejak tahun 2002, telah memiliki fasilitas produksi energi panas bumi dari tahap hulu ke hilir. Sementara itu, operasional PGE masih terfokus pada infrastruktur tahap hulu, sementara PLN berperan dalam tahap hilir, khususnya dalam sektor pembangkit listrik.


Lalu, bagaimana prospek saham PGEO ke depannya? Kapan waktu yang tepat untuk buy? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi