Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Mie Gaga Populer, ICBP ‘Kecolongan’ Rp5,8T

5 Sep 2023, 14:51 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders, belakangan ini lagi ramai banget netizen yang bahas kompetisi antara Indomie vs Mie Gaga. Semuanya dimulai dari postingan yang viral di TikTok mengenai komisaris dari produsen Mie Gaga, PT Jakarana Tama Djajadi Djaja, yang disebut sebagai pencetus Indomie. Situasi ini kemudian memicu kontroversi dengan Sudono Salim, pendiri Grup Salim dan pemilik merek Indomie saat ini.


Mengetahui hal itu, netizen langsung menaruh simpati terhadap Djajadi. Bahkan, Mie Gaga jadi tiba-tiba laris manis dan tidak jarang sold out di sejumlah gerai minimarket. Konten-konten masak dengan resep Mie Gaga pun sudah mulai berseliweran di media sosial. 


Sebagai market leader, apakah Indomie perlu khawatir akan hal ini? Bagaimana nasib sahamnya?


Secara year-to-date (ytd), saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) naik 12,25% ke level harga saat ini di 11225. Namun, seminggu terakhir sahamnya turun 1,54% merespons viralnya Indomie vs Mie Gaga.


Sementara itu kapitalisasi pasar atau market cap saat ini sebesar Rp130,90 triliun. Itu berarti secara ytd angkanya sudah naik 12,53% dari Rp116,32 triliun pada awal tahun. Namun, pasca kontroversi, market cap ICBP berkurang Rp5,81 triliun dari Rp136,44 triliun pada 18 Agustus 2023. 


Lalu, bagaimana dengan kinerja keuangan?


Sepanjang semester I/2023, ICBP membukukan kenaikan pendapatan 5,78% menjadi Rp34,47 triliun didorong oleh harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi dari semua divisi. 


Pada periode ini terjadi peningkatan dalam penjualan baik di pasar domestik maupun luar negeri. Penjualan domestik memimpin pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 6,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai total Rp25,1 triliun. Sementara itu, penjualan luar negeri juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,7% menjadi Rp9,4 triliun.


Rincian penjualan per segmen:

  • Mie instan Rp25,3 triliun (+7,6%)

  • Makanan ringan Rp2,1 triliun (7,7%)

  • Minuman Rp782,7 miliar (+3,7%)

  • Penyedap makanan Rp2 triliun (+13,5%)

  • Dairy Rp4,9 triliun (-6,7%)


Penurunan biaya bahan baku sebesar 4,7% mengakibatkan laba kotor meningkat sebesar 20,5% menjadi Rp12,5 triliun. Hasilnya, gross profit margin (GPM) mencapai 36,3%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu mencapai 31,9%.


Dari sisi bottom line, ICBP mencatatkan kenaikan signifikan pada laba bersih sebesar 196,63% menjadi Rp5,72 triliun. Hal ini didorong oleh laba neto atas selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas investasi sebesar Rp 1,96 triliun. Tanpa mengikut sertakan keuntungan valas, laba inti ICBP naik 6,8% menjadi Rp3,78 triliun. 




Kepemilikan aset ICBP sepanjang semester pertama naik 4,01% menjadi Rp119,93 triliun. Liabilitas atau utang perseroan naik tipis 2,18% menjadi Rp59,09 triliun. Sementara itu ekuitas atau modal bertambah 5,95% menjadi Rp60,83 triliun. Hal ini menunjukkan ekuitas masih positif karena lebih besar dibandingkan utang meskipun selisihnya tipis hanya Rp1,74 triliun saja.


Dengan demikian maka rasio debt to equity (DER) di 0,71x dan debt to asset (DAR) di 0,36x.


Saat ini saham ICBP diperdagangkan dengan valuasi price to earnings ratio (PER) 15,62x. Artinya, sangat terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata PER 5 tahun di 20,97x.


Terlepas dari kontroversinya dengan komisaris Mie Gaga, Emtrade memberikan rekomendasi perform karena kinerja ICBP sejalan dengan perkiraan pasar. Selain itu valuasinya yang murah membuat ICBP menjadi semakin menarik.


Downside risk:

  • Depresiasi mata uang rupiah

  • Kenaikan harga bahan baku

  • Penurunan permintaan produk

  • Persaingan yang ketat


Mau tahu kapan waktu yang tepat untuk buy ICBP? Bagaimana strateginya agar profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. 


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi