Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Bersih PTBA Turun 55% di Semester I/2023, Tapi Naik 43% Secara Kuartalan

4 Sep 2023, 17:04 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Penurunan laba bersih sepanjang semester I/2023 dialami oleh emiten big caps batu bara, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Padahal, pendapatan perseroan masih tumbuh meski tipis hanya 2,36% menjadi Rp18,85 triliun dari periode sama tahun lalu Rp18,42 triliun.


Penjualan batu bara tumbuh 2,26% menjadi Rp18,59 triliun. Hal ini ditopang oleh volume produksi batu bara yang naik 18% menjadi 18,8 juta ton dan volume penjualan batu bara naik 19% menjadi 17,4 juta ton. Rinciannya, 10,3 juta ton untuk pasar domestik (+9%) dan 7,1 juta ton untuk ekspor (+39%).



Sumber: company presentation


Penjualan ke ASEAN mencapai 2 juta ton selama semester I/2023. Dengan demikian kontribusinya turut naik dari 8% menjadi 10% ke penjualan PTBA. Selain itu penjualan ke China dan Korea Selatan juga tumbuh dan mendorong kontribusi masing-masing menjadi 9% dan 6%.


Adapun pendapatan dari aktivitas lainnya naik 9,87% menjadi Rp267,11 miliar semakin mendorong pendapatan PTBA.


Namun, terdapat tantangan berupa penurunan harga batu bara ICI-3 sebesar 48% menjadi US$72,63 per ton dari US$138,5 per ton. Sehingga rata-rata harga jual (average selling price/ASP) ikut tertekan 14,2% menjadi US$1.068 per ton dari US$1.245 per ton. 


Selain itu beban pokok pendapatan membengkak 46,54% akibat kenaikan biaya bahan bakar dan royalti ke pemerintah. Biaya keuangan pun juga naik signifikan 74,91%.


Adapun bagian atas keuntungan neto entitas asosiasi dan ventura bersama turun 96,98% dan selisih kurs rugi Rp229 miliar dari sebelumnya untung Rp237 miliar.


Dengan demikian, PTBA membukukan penurunan laba bersih hingga 54,92% menjadi Rp2,77 triliun dari Rp6,15 triliun.


Di sisi lain secara kuartalan penjualan justru turun 10,6% dan laba bersih naik 43,3% meskipun ASP turun 9% dan volume penjualan turun 2% secara kuartalan. 


Kinerja ini ditopang oleh kombinasi cash cost yang lebih rendah (-12% qoq), dan pendapatan bunga yang lebih tinggi (+20% qoq), pendapatan dari entitas asosiasi (+334% qoq), dan pendapatan lain-lain (+886% qoq).




Lalu, bagaimana kondisi neracanya?


Pada periode ini aset PTBA tumbuh tipis 2,04% menjadi Rp46,28 triliun. Sementara itu utang naik 69,19% menjadi Rp27,82 triliun dan modal atau ekuitas turun 36,13% menjadi Rp18,46 triliun. Hal ini menunjukkan ekuitas PTBA negatif karena utang lebih besar daripada ekuitas.


Dengan begitu rasio debt to equity (DER) 1,51x dan debt to asset (DAR) 0,60x.


Saat ini saham PTBA diperdagangkan dengan valuasi price to earnings ratio (PER) 5,3x. Lebih mahal 40/48/25% dibandingkan dengan ADRO/ITMG/UNTR.


Demikian adalah rangkuman kinerja keuangan PTBA sepanjang paruh pertama 2023. Emtrade memberikan rekomendasi underperform karena kinerja laba bersih berada di bawah ekspektasi konsensus. Selain itu, dibandingkan dengan peers, valuasi PTBA sudah cukup premium.


Downside risk:

  • ASP lebih rendah karena penurunan harga batu bara global

  • Keterlambatan penerapan skema BLU/MIP

  • Perubahan regulasi terkait HBA dan DMO


Mau tahu strategi trading saham PTBA? Kapan waktu yang tepat untuk buy? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi