Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Dampak Ketentuan Suku Bunga LPR China ke Saham Indonesia

23 Agu 2023, 11:24 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pada hari Senin lalu (21/8), Bank Sentral China membuat keputusan mengejutkan dengan memangkas suku bunga Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun sebesar 10 basis poin menjadi 3,45%, sementara LPR tenor 5 tahun tetap di level 4,2%. 


Meskipun suku bunga LPR tenor 1 tahun mencapai rekor terendah secara historis, penurunan ini lebih kecil dari ekspektasi konsensus yang memperkirakan turun sebesar 15 basis poin.


LPR tenor 1 tahun adalah suku bunga acuan untuk kredit rumah tangga dan bisnis, sementara LPR tenor 5 tahun menjadi acuan bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Awalnya, kedua suku bunga ini diantisipasi akan turun sebesar 15 basis poin setelah Bank Sentral China tiba-tiba memangkas suku bunga Medium-Term Lending Facility (MLF) sebesar 15 basis poin menjadi 2,5%.


Keputusan untuk mempertahankan LPR tenor 5 tahun terjadi di tengah permasalahan yang melanda sektor properti China dan meningkatnya risiko default dari pemain besar dalam industri tersebut. Evergrande Group, salah satu raksasa properti China, baru-baru ini mengajukan perlindungan kebangkrutan di pengadilan AS. Adapun Country Garden Holdings yang juga gagal membayar dua kupon obligasinya pada awal Agustus 2023.


Turunnya suku bunga LPR yang lebih kecil dari ekspektasi konsensus menunjukkan regulator China yang khawatir terhadap potensi penurunan lebih lanjut pada nilai tukar mata uang yuan. Di mana, sepanjang tahun ini yuan sudah turun hampir 6% terhadap dolar AS.


Pentingnya pemulihan ekonomi China bagi Indonesia, yang merupakan mitra dagang terbesar, terutama terlihat dari sektor ekspor batu bara. Batu bara adalah salah satu komoditas utama dari Indonesia yang diekspor ke China. 


Pada Juni 2023, China ada di urutan kedua dalam hal total volume ekspor batu bara setelah India dengan jumlah 4,74 ton. Jumlah tersebut turun 37% secara bulanan tetapi melonjak 26,4% secara tahunan


Jika pemulihan ekonomi China terhambat oleh risiko nilai tukar mata uang, maka dampaknya akan menekan permintaan batu bara dari China. Dengan permintaan yang lebih rendah, nantinya harga komoditas tersebut berpotensi ikut tertekan.


Pada akhirnya akan memberi dampak negatif pada kinerja keuangan emiten-emiten yang mengekspor batu bara ke China seperti HRUM, ITMG, INDY, BYAN, ADRO, dan PTBA.


Pertanyaannya, adakah saham-saham batu bara yang saat ini sedang potensial? Bagaimana strategi tradingnya agar profit makin maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi