Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

INCO Catatkan Laba Bersih Tumbuh Hingga Rp2,5 T, Apa Pendorongnya?

29 Jul 2023, 09:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emiten produsen nikel matte PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 12% secara tahunan menjadi US$168,51 juta atau sekitar Rp2,5 triliun (kurs per akhir Juni: Rp14.993 per dolar AS)  pada semester I/2023 dari periode sebelumnya US$150,45 juta. 


Kinerja positif INCO didorong oleh pendapatan yang tumbuh 17% menjadi US$658,9 juta atau Rp9,87 triliun dari sebelumnya US$564,5 juta.


Selain itu pendapatan juga ditopang oleh pendapatan keuangan yang tumbuh menjadi US$13,64 juta dibandingkan sebelumnya INCO harus menanggung biaya keuangan US$187 ribu pada semester I/2022. 


Volume pengiriman nikel INCO sepanjang semester pertama lebih tinggi sebesar 6.208 metrik ton (MT). 


Adapun produksi nikel matte naik 28% menjadi 33.691 MT dari sebelumnya 26.394 MT saja selama semester I/2022.  Sementara itu pada kuartal II/2023 total produksi nikel matte meningkat 35% menjadi 16.922 MT. Hal itu sejalan dengan target produksi tahunan perseroan sekitar 70.000 MT di 2023.


Penjualan nikel matte tumbuh 22,98% menjadi 33.221 MT dari sebelumnya 27.013 ton. Namun, harga jual rata-rata (average selling point/ASP) turun 5,08% menjadi US$19.836 per MT dibandingkan US$20.899 per MT pada Juni 2022.


Naiknya pendapatan meningkatkan beban pokok pendapatan yang naik 23% menjadi US$438,4 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh konsumsi bahan bakar dan harga diesel yang lebih tinggi melambung 78,65% menjadi US$105,05 juta. Gross profit margin (GPM) saat ini 33,46%.


Di sisi lain beban usaha juga naik 24,40% menjadi US$10,91 juta.


Selama kuartal II/2023 INCO telah menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$60,8 juta. Realisasi pengeluaran ini naik 36% bila dibandingkan dengan kuartal II/2022. 


Adapun total capex yang dianggarkan tahun ini mencapai US$100 juta, termasuk untuk proyek di Pomalaa dan Bahodopi, serta pengembangan tambang baru dan injeksi ekuitas ke perusahaan patungan.


Saat valuasi price earnings ratio (PER) ada di 13.27x dan price book value (PBV) di 1.82x.


Lalu, bagaimana strategi trading saham INCO? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
ArtikelInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
article
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi