Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Penjualan SIDO Naik Tipis di Semester I/2023 Tapi Masih Turun Secara Kuartalan

27 Jul 2023, 17:05 WIB
Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) baru saja merilis laporan keuangan mereka menyusul emiten lainnya. Berdasarkan laporan tersebut, SIDO membukukan pertumbuhan tipis pada laba bersihnya 0,56% menjadi Rp448,10 miliar dari Rp445,59 miliar. Hal ini sejalan dengan penjualan yang juga naik tipis 2,58% secara tahunan menjadi Rp1,65 triliun dari sebelumnya Rp1,61 triliun. 


Penjualan SIDO didominasi oleh segmen jamu herbal dan suplemen Rp1 triliun atau naik 1,51% serta makanan dan minuman Rp595,15 miliar atau naik 9,24%. Sedangkan segmen farmasi mengalami penurunan 29,78% menjadi Rp55,15 miliar.


Walaupun penjualan semester ini meningkat, kinerjanya secara kuartalan masih turun 17,72% dibandingkan penjualan di kuartal I/2023 sebesar Rp907,30 miliar lantaran jumlah hari libur yang panjang pada kuartal II/2023. 


Adapun penyebab lain adalah daya beli masyarakat yang cenderung mengalami turun terutama untuk kelompok pendapatan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti makanan dan transportasi.


Naiknya angka penjualan sepanjang semester pertama meningkatkan beban pokok penjualan 3,13% menjadi Rp776,25 miliar dari semula Rp752,65  miliar. Meski begitu SIDO berhasil memangkas beban penjualan sebesar 1,16% menjadi Rp 197,86 miliar. Adapun beban umum dan administrasi juga terpangkas 10,51%, menjadi Rp197,86 miliar dari 119,86 miliar.


Dengan begitu gross profit margin (GPM) menjadi 53,06% dan operating profit margin (OPM) 34,61%.


Dari sisi neraca keuangan, aset SIDO mengalami penurunan 12,74% menjadi Rp3,56 triliun dari Rp 4,08 triliun. Sementara itu total utang yang ditanggung secara keseluruhan juga menurun 47,84% menjadi Rp300,39 miliar dari Rp575,96 miliar. 


Adapun modal atau ekuitasnya turun 6,85% menjadi Rp3,26 triliun dari Rp3,50 triliun. Namun, ekuitas tetap positif karena utang yang ada tidak melebihi jumlah ekuitasnya. 


Rasio debt to equity (DER) SIDO saat ini sebesar 9,19% dan debt to asset (DAR) 8,42%.


Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa fundamental SIDO masih cukup solid. Pertanyaannya, kapan waktu yang pas untuk buy supaya profit semakin maksimal? 


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan s
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi