Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Kredit BBKP Capai Rp42,3 T di Semester I/2023 Didorong Wholesales 43,98%

21 Jul 2023, 17:32 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hingga Juni 2023, PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) membukukan total kredit sebesar Rp42,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan 17,72% dari periode sama tahun lalu Rp51,41 triliun. 


Pada periode ini, kredit BBKP ditopang oleh segmen bisnis wholesales yang tumbuh 7,51% menjadi Rp18,6 triliun dari sebelumnya Rp17,3 triliun. Itu berarti segmen wholesales berkontribusi sebesar 43,98%. Penopang terbesar dari pertumbuhan kredit wholesales adalah sektor gas & minyak, pertambangan, perusahaan pembiayaan, transportasi & logistik, otomotif, dan manufaktur.


Dengan demikian wholesales memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis BBKP. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan untuk fokus pada bisnis wholesales karena dinilai prospeknya positif. 


Untuk itu, BBKP telah merancang beberapa strategi guna mengoptimalkan pertumbuhan segmen tersebut. Antara lain meningkatkan keterlibatan dalam penyaluran kredit sindikasi kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta, serta meningkatkan jumlah nasabah baru yang belum pernah berhubungan dengan bank sebelumnya (new-to-bank), untuk membentuk portofolio baru dengan proses yang lebih efisien dan cepat.


Pada kuartal I/2023 rugi bersih BBKP turun signifikan 83,79% secara tahunan menjadi Rp213,31 miliar seiring dengan perbaikan kualitas aset. Pendapatan bunga tumbuh 23,76% menjadi Rp1,25 triliun. Namun, beban bunga juga membengkak 50,31% menjadi Rp1,04 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) terkoreksi 33,73% menjadi Rp213,76 miliar. 


Selain itu penurunan rugi bersih didorong oleh menyusutnya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 94,61% menjadi Rp85,48 miliar. 


Profitabilitas perseroan juga terpantau membaik. Return on asset (ROA) membaik dari -8,74 % menjadi -1,39%, return on equity (ROE) dari -64,82% menjadi 24,92%. Di sisi lain rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menyusut dari 259,57% menjadi 122,85%. Artinya, semakin efisien BBKP dalam menjalankan usahanya. 


Profitabilitas yang membaik dibarengi dengan penyusutan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross 478 bps menjadi 6,98%. Sementara itu NPL net terjaga di level 4,95%. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) naik 5,11% menjadi Rp51,6 triliun. Semakin besar DPK semakin bagus karena  potensi dana yang bisa disalurkan sebagai kredit pun semakin besar. Namun, dana murah atau current account savings account (CASA) turun 12,99% menjadi Rp10,18 triliun.


Mau tahu strategi trading BBKP? Apakah saat ini cukup potensial? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi