Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Kinerja Saham Astra International (ASII) Secara Historis, Menarik?

5 Jul 2023, 14:22 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
kinerja saham astra

Kinerja Saham Astra - PT Astra International (ASII) merupakan perusahaan konglomerasi yang bergerak dalam bidang perdagangan baik barang dan juga jasa. Saat ini ada enam lini bisnis yang dimiliki antara lain jasa keuangan; otomotif; pertambangan, alat berat, & energi;  agribisnis; teknologi informasi; infrastruktur & logistik.


Secara kepemilikan, Jardine Cycle & Carriage Limited sebagai pengendali memiliki saham ASII sebesar 50,11% dan sisanya 49,86% dimiliki oleh masyarakat. 


Secara historis, apakah pergerakan harga sahamnya menarik?

Gimana Kinerja Saham Astra dari Waktu ke Waktu?

Saham Astra International pertama kali terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 April 1990 setelah melakukan initial public offering (IPO). Kala itu ada 30 juta lembar saham yang ditawarkan dengan harga Rp14.850 per lembar. Astra tercatat pernah melakukan stock split pada tahun 2012 silam dengan rasio 1:10.


Secara historis, saham Astra International cenderung bergerak naik hingga tahun 2012 sebelum akhirnya mulai bergerak sideways hingga sekarang. Titik terendah harga sahamnya terjadi pada 26 Maret 2020 di level Rp3.620 efek sentimen Covid-19. Hal itu dibarengi dengan kemerosotan laba bersih hingga 30,4% di tahun tersebut.


Namun, saham Astra International sudah mulai naik ke level harga pra pandemi meskipun tetap berfluktuasi dalam jangka pendek. Saat ini sahamnya bertengger di 


Berdasarkan harga saat ini di Rp6.725, jika dibandingkan dengan harga IPO memang lebih rendah karena rasio stock split yang cukup besar. Di sisi lain secara year-to-date (ytd), kinerja saham Astra International sudah naik 17,89% dengan aksi net sell asing mencapai Rp895,08 miliar.


Lalu, berapa return yang didapat investor sejak IPO apabila memperhitungkan stock split-nya?


Baca juga: Strategi Cicil Beli Saham Investing Saat Harganya Terkoreksi

Return Sahamnya Sejak IPO

Katakanlah kamu buy 1 lot saham Astra International saat IPO. Di mana, kala itu 1 lot masih setara dengan 500 lembar saham. Maka, return yang sekarang didapat adalah sebagai berikut:


Rp14.850 x 500 lembar = Rp7.425.000 modal untuk beli 1 lot sahamnya


Mengingat Astra pernah stock split 1:10, itu artinya 500 lembar saham kini sudah senilai 5.000 lembar saham. Jika dihitung menggunakan harga saat ini, otomatis modalnya sudah bertambah menjadi Rp33.625.000. Return yang didapat dari kinerja saham Astra International sejak IPO sebesar 352,86%


Baca juga: 5 Saham yang Paling Diminati Asing di Semester I/2023

Kinerja Keuangan Astra

Secara tahunan pada tiga bulan pertama 2023, Astra International berhasil catatkan kenaikan pendapatan 15% menjadi Rp82,98 triliun, dengan laba bersih naik 27% menjadi Rp8,72 triliun. 


Kinerja pendapatan yang solid paling banyak terdorong segmen otomotif dan alat berat pertambangan yang naik masing-masing 17,25% dan 24,69%. Kedua segmen ini jika digabung berkontribusi 82,33% terhadap total pendapatan Astra International


Selain itu labanya juga didorong oleh floating profit atas investasi di GOTO dan HEAL. 


Namun, kinerjanya perlu dimonitor kembali mengingat normalisasi harga batu bara dapat memengaruhi profitabilitas anak usahanya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) di tahun 2023.


Baca juga: Belajar dari Ackman, Ketika Investor pun Melakukan Cut Loss


Gimana, Emtraders? Apakah menurutmu kinerja saham Astra International menarik? Apa strategi yang harus dipakai agar profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

kinerja saham astra

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144


-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
ArtikelInsight

Pendapatan ADMR Tumbuh 6,4% Jadi US$463 Juta, Simak Rincian Kinerjanya

2 Sep 2023, 00:00 WIB
article
ArtikelInsight

Begini Alasan LPKR Bisa Ubah Rugi Jadi Laba Tapi Kinerja Kuartalan Masih Turun

3 Agu 2023, 08:49 WIB
article
Artikel

Kinerja Saham MYOR yang Pernah Stock Split dengan Rasio Besar

7 Jul 2023, 13:16 WIB
kinerja saham myor
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi