Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

5 Saham yang Paling Diminati Asing di Semester I/2023

28 Jun 2023, 16:57 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Data foreign net buy dan net sell sering kali dijadikan tool oleh investor untuk mengetahui saham yang paling diminati oleh asing. Dengan begitu investor bisa mengukur prospek harga sahamnya lebih mudah. 


Jika asing net buy, besar kemungkinan sahamnya akan naik karena biasanya modal asing sangat besar sehingga mampu menggerakkan harga saham. Begitu juga ketika asing net sell, biasanya saham akan terkoreksi karena ada modal besar yang keluar.


Nah, memasuki akhir semester 1 tahun 2023, kira-kira saham mana aja ya yang paling banyak diborong oleh investor asing? Langsung saja simak artikel ini sampai selesai, ya!

BBRI

Big bank BBRI ada di urutan pertama saham yang paling banyak diborong asing sebesar Rp6,4 triliun. Derasnya aliran asing membuat BBRI sempat menyentuh rekor tertinggi selama beberapa hari berturut-turut.


Sejak awal tahun harga sahamnya sudah naik 9,82% ke level saat ini 5.425. Dividen BBRI untuk tahun buku 2022 juga sudah dibayar 12 April 2023 senilai Rp231,22/saham atau setara yield 5,88%.


Aksi akumulasi asing tidak terlepas dari kinerja keuangan sepanjang kuartal pertama 2023 yang impresif. BBRI membukukan pertumbuhan laba bersih 27,37% secara tahunan menjadi Rp15,56 triliun. Capaian itu ditopang pendapatan bunga yang naik 15,6% menjadi Rp42,46 triliun. Sementara itu total kredit juga tumbuh 11,18% menjadi Rp1.180 triliun, didorong segmen mikro.


Di tengah pertumbuhan kredit, kualitas kredit BBRI juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) 2,86%, turun dibandingkan kuartal pertama 2022 3,09%.


Baca juga: Spread Suku Bunga BI dan The Fed Menipis, Apa Risikonya?

ICBP

Selanjutnya ada saham big cap consumer goods, ICBP yang diakumulasi asing sebesar Rp2,3  triliun sepanjang semester I/2023. Bersamaan dengan itu, saham ICBP sudah naik 13,25% sejak awal tahun ke level sekarang di 11.325.


ICBP mendapatkan sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemudian mendorong daya beli masyarakat. Adapun harga komoditas utama seperti gandum dan minyak kelapa sawit mentah yang masih rendah di kuartal I/2023 meskipun sekarang sudah perlahan naik merespons cuaca kering.


Dividen untuk tahun buku 2022 baru akan dibayar dengan cum date 6 Juli 2023 dan payment date 25 Juli 2023. Tiap pemegang saham akan menerima dividen senilai Rp188/saham dan potensi yield 1,66%.


Pada kuartal I/2023 laba bersih naik 103,7% menjadi Rp3,95 triliun dari Rp1,94 triliun. Pertumbuhan laba bersih yang impresif ini didorong oleh pendapatan yang juga tumbuh 11,4% menjadi Rp19,1 triliun dari sebelumnya Rp17,19 triliun. Hal ini ditopang oleh penjualan domestik maupun luar negeri dan tingginya volume serta harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP).


Selain itu, naiknya pendapatan juga didukung oleh keuntungan unrealized forex yang timbul dari aktivitas pembiayaan. 


Baca juga: 2023 Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah, Sektor CPO Bakal Bergairah?

GOTO

Giant tech GOTO menepati urutan ketiga sebagai saham paling diminati asing di mana total net buy mencapai Rp2 triliun sepanjang semester I/2023. Sahamnya naik hampir 21% sejak awal tahun ke level saat ini 110 didorong oleh kabar baik suku bunga yang terus ditahan berkali-kali oleh BI. 


Selain itu, GOTO juga resmi masuk indeks global MSCI. Hal ini membuka peluang sahamnya semakin dilirik oleh asing.


Sepanjang kuartal pertama, GOTO berhasil mencetak kenaikan pendapatan sebesar 123% menjadi Rp3,3 triliun dibandingkan periode sama tahun 2022 yang hanya sebesar Rp1,49 triliun. Namun, masih rugi bersih sebesar Rp3,9 triliun. Angka ini membaik lantaran pada periode kuartal I/2022 angkanya mencapai Rp6,6 triliun. Artinya, rugi bersih GOTO turun signifikan sebesar 41% dalam setahun terakhir.


Menariknya, penyusutan yang terjadi didorong oleh aksi efisiensi. Di kuartal ini GOTO hanya menghabiskan Rp2,63 triliun untuk biaya promosi dan insentif, lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2022 Rp3,73 triliun. Dengan begitu GOTO hemat lebih dari Rp1,08 triliun atau membaik 29,1% secara tahunan.


GOTO belum membagikan dividen karena masih dalam proses penyehatan kinerja keuangan.


Selengkapnya tentang kinerja GOTO bisa dibaca di artikel berikut ini.


Baca juga: Berkat Efisiensi, Rugi GOTO Turun 41% di Kuartal I/2023

BBNI

Berikutnya, bii bank BBNI juga masuk dalam deretan net buy terbesar asing sepanjang semester pertama sebesar Rp1,7 triliun. Namun, harga sahamnya terlihat stagnan. Sejak awal tahun BBNI turun 0,81% ke level saat ini 9.150.


Dividen tahun buku 2022 sudah dibayar pada 14 April 2023 senilai Rp392,78/saham dengan yield 4,13%.


BBNI mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan syariah bersih 12,7% menjadi Rp10,4 triliun pada kuartal I/2023. Selain itu, laba bersih juga meningkat 31,8% menjadi Rp5,2 triliun.


Penyaluran kredit BBNI di segmen korporasi swasta naik 21,2% menjadi Rp234 triliun, kredit segmen enterprise tumbuh 13,2% menjadi Rp52,2 triliun, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) naik 7,8% menjadi Rp50,1 triliun.


Selanjutnya dari sisi kredit segmen consumer juga tumbuh 11,9% menjadi Rp113,4 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh segmen personal loan yang naik 19,2% menjadi Rp44,5 triliun dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang naik 8% menjadi Rp54,5 triliun.


Baca juga: Punya Saham Bank? Ini Deretan Indikator yang Wajib Dipantau

ANTM

Sepanjang semester I/2023 akumulasi asing terhadap saham ANTM mencapai Rp1,3 triliun. Senasib dengan BBNI, ANTM tercatat turun 1,76% sejak awal tahun ke level saat ini 1.950.


Dividen tahun ini baru akan dibagikan tanggal 14 Juli mendatang. Tiap pemegang saham akan menerima dividen Rp79,50/saham dengan potensi yield 3,96%.


Selama kuartal pertama tahun 2023, laba bersih meningkat sebesar 13% menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,47 triliun. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19% menjadi Rp11,59 triliun.


Penjualan bersih domestik merupakan kontributor utama, mencapai Rp10 triliun atau sekitar 86% dari total penjualan bersih perusahaan. Dilihat dari segmen komoditas, penjualan produk emas masih menjadi kontributor terbesar, yaitu Rp7,01 triliun atau sekitar 60% dari total pendapatan. 


Baca juga: Cadangan Emas ANTM Ternyata Sedikit, Dari Mana Pendapatannya?


Demikian adalah lima saham yang paling diminati asing di semester I/2023. Kira-kira mana ya saham yang paling menarik? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. 


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi