Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Batas Harga Rumah Subsidi Bebas PPN Naik, Gimana Dampaknya ke BBTN?

23 Jun 2023, 12:31 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ada aturan baru terkait kenaikan batas harga rumah subsidi yang berhak mendapatkan pembebasan PPN. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan rata-rata biaya konstruksi yang naik sekitar 2,7% per tahun.


Kini, pemerintah membebaskan PPN 11% dari harga jual rumah tapak atau sekitar Rp16 juta sampai dengan Rp24 juta per unit. Batas harga rumah tersebut berubah menjadi maksimal Rp162 juta hingga Rp234 juta untuk tahun 2023 dan Rp166 juta hingga Rp240 juta untuk tahun 2024. 


Sedangkan pada aturan sebelumnya, batasan maksimal harga rumah tapak yang dibebaskan PPN adalah antara Rp150,5 juta sampai Rp219 juta. 


Asal tahu saja, program rumah subsidi dijalankan pemerintah melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejak 2010. Dan sudah lebih dari dua juta masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan rumah subsidi. Dalam hal ini, BBTN menjadi bank dengan kontribusi penyaluran FLPP terbesar di tahun 2022 mencapai Rp13,75 triliun atau sekitar 54,67% dari total nilai.

Apakah BBTN Akan Terdampak?

BBTN merupakan bank yang fokus pada kredit perumahan dan juga penyalur KPR subsidi. 


Bahkan, di tiga bulan pertama 2023, segmen KPR subsidi masih menjadi motor penggerak penyaluran kredit bank BUMN ini dan tumbuh 10,9% menjadi Rp148,65 triliun.


Dengan adanya aturan baru terkait kenaikan batas harga rumah subsidi bebas PPN, maka BBTN akan diuntungkan dari segi kinerjanya. Berhubung batas harganya naik, penyaluran subsidi yang diberikan BBTN pun akan meningkat dan pada akhirnya berpotensi memengaruhi kinerja tahun ini secara positif.


Sebagai informasi, pada tahun ini BBTN menargetkan penyaluran KPR subsidi mencapai 171.200 unit.



Di kuartal pertama 2023, indeks permintaan rumah tapak menunjukkan kenaikan sebesar 14,5% secara kuartalan setelah pada kuartal sebelumnya turun hingga 20%. Namun, indeks ini masih lebih rendah jika dibandingkan kuartal I/2022 (-14,6%).


Mau tahu strategi trading saham BBTN? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi