Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Distributor Coca-Cola (GRPM) Siap IPO, Gimana Prospeknya?

15 Jun 2023, 16:40 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Distributor resmi Coca-Cola PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), tengah bersiap-siap untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa. Saat ini perseroan tengah memasuki masa penawaran awal (book building) sampai tanggal 20 Juni 2023. Kemudian masa penawaran umum diperkirakan akan dilaksanakan pada 28 Juni-1 Juli 2023.


Kira-kira apakah prospek bisnisnya cukup menarik?

Profil GRPM

Berdasarkan keterangan prospektus, perseroan berdiri sejak 27 April 2007 dan memiliki kegiatan usaha di bidang distribusi minuman berkarbonasi. 


Perseroan adalah distributor resmi Coca-Cola (CCOD - Coca Cola Official Distributor) yang beroperasi di tujuh kota utama di Indonesia. Distribusi meliputi Pekanbaru, Medan Deli, Medan Sunggal, Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, dan Rembang. 


GRPM memiliki hak eksklusif dari Coca-Cola untuk melakukan distribusi di kota-kota tersebut. Maka otomatis GRPM memiliki keunggulan kompetitif sebagai distributor tunggal di setiap kota, yang berarti tidak ada distributor lain di kota yang sudah ditangani oleh distributor Coca-Cola. 


Saat ini ada lebih dari 25.000 outlet ritel yang dilayani perseroan yang tersebar di seluruh area distribusinya. Untuk mendukung operasionalnya, kegiatan usaha GRPM didukung dengan lebih dari 100 armada dan sebanyak 248 karyawan.


Baca juga: Prospek VKTR: Anak Usaha Bakrie yang Mau IPO, Apakah Cerah?

Prospek GRPM

Sebelum buy sahamnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menimbang-nimbang apakah bisnisnya menarik atau tidak? Berikut adalah pertimbangannya.

Faktor Daya Beli Masyarakat

Berhubung bisnisnya mendistribusi minuman berkarbonasi yang mana bukan merupakan kebutuhan pokok, maka kita perlu mencari tahu tingkat daya beli masyarakat untuk mengukur potensi pendistribusiannya. Satu indikator yang bisa kita perhatikan adalah IKK (indeks keyakinan konsumen).


Mengacu pada data beberapa bulan terakhir, IKK terus mengalami kenaikan. Pada bulan Maret tercatat 123,3 lalu naik di April menjadi 126,1. Berdasarkan data terbaru pada bulan Mei, IKK kembali naik menjadi 128,3. Menguatnya optimisme konsumen pada akhirnya berpotensi mendorong distribusi minuman berkarbonasi seperti Coca-Cola karena permintaan bisa naik.

Penjualan Soft Drinks di Indonesia

Pada tahun 2021, nilai penjualan minuman ringan, termasuk penjualan produk Coca-Cola, mencapai US$6.725 juta, mengalami penurunan sebesar 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Gerai Ritel Berdasarkan Jaringan Distribusi di Indonesia (Unit)


  • Toko tradisional (kelontong): Toko tradisional terdiri dari pasar basah dan toko kelontong independen, yang pelanggannya sebagian besar adalah rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah. Saluran ritel ini menyumbang sekitar 76% dari penjualan grosir.

  • Toserba: Indomaret terus memimpin kategori ini dengan lebih dari 19.000 gerai di seluruh Indonesia, diikuti oleh Alfamart dengan 16.000 gerai. Sekitar 91% nilai penjualan Toserba di Indonesia berasal dari dua perusahaan yang memiliki sistem distribusi modern, terintegrasi, dan pengadaan terpusat. Di tengah pandemi, Toserba memiliki pertumbuhan terkuat dari semua saluran ritel di Indonesia, tidak hanya dalam hal perluasan gerai, tetapi juga dalam mempertahankan pertumbuhan penjualan yang positif di tahun 2020 dan 2021.

  • Toko hypermarket/supermarket: Hypermarket dan supermarket umumnya berlokasi di mal dan pusat perbelanjaan, dan umumnya menawarkan 5% – 30% produk makanan dan minuman impor. Persentase produk impor bisa mencapai 60% untuk beberapa toko premium atau kelas atas.Supermarket dan hypermarket besar menawarkan toko roti, kafe, dan restoran di dalam toko, serta makanan siap saji, dengan produk grosir biasanya menyumbang sekitar 65% dari total penjualan. 


Baca juga: BEI Resmikan Papan Pemantauan Khusus

Informasi IPO GRPM

GRPM rencananya akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 309 juta saham atau 20%. Harga penawaran dibuka sekitar Rp120-Rp130 per saham. Dengan begitu potensi dana segar yang akan diraup oleh perseroan sebesar Rp40,17miliar dari aksi IPO ini.


Jadwal sementara pelaksanaan IPO GRPM:

  • Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) : 15 Juni – 20 Juni 2023 

  • Perkiraan Tanggal Efektif : 26 Juni 2023

  • Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 28 Juni – 3 Juli 2023 

  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2023 

  • Perkiraan Tanggal Distribusi 4 Juli 2023 

  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 5 Juli 2023

Rencana Penggunaan Dana

Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya akan digunakan oleh sebagai modal kerja. Di antaranya adalah untuk penambahan persediaan di 8 area distribusi baru yaitu di Sumatera dan Jawa dan penambahan persediaan di 7 area distribusi yang sudah ada yaitu Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, Rembang, Pekanbaru, Medan Sunggal, dan Medan Deli. 


Baca juga: Cara Menganalisis Saham IPO Agar Nggak Salah Pilih

Kinerja Keuangan

Sepanjang tahun 2022 GRPM mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,98% menjadi Rp2,26 miliar dari sebelumnya Rp2,07 miliar. Hal ini didorong oleh penjualan yang juga naik 3,84% menjadi Rp325,98 miliar dari tahun 2021 Rp313,93 miliar saja. Peningkatan terutama disebabkan karena adanya penambahan area distribusi baru pada tahun 2022.


Adapun pendorong lain terhadap kinerja GRPM adalah penghasilan komprehensif lain yang naik 100% menjadi Rp541,03 juta. Hal ini disebabkan oleh pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja setelah dikurangi pajak penghasilan terkait. 


Sejalan dengan penjualan yang naik, beban pokok penjualan juga naik 4,48% menjadi Rp302 miliar. Pertumbuhannya lebih besar dibandingkan dengan penjualan karena adanya kenaikan harga pembelian.


Di bawah ini adalah kontribusi pendapatan GRPM sampai dengan 31 Desember 2022:


Baca juga: Mau Beli Saham IPO? Ketahui Hal-Hal Ini Dulu!

Kondisi Neraca GRPM

Pada tahun 2022 aset GRPM tumbuh signifikan sebesar 56,63% menjadi Rp50,20 miliar dari sebelumnya Rp18,15 miliar. Posisi kas juga naik 176,40% menjadi Rp26,59 miliar dari sebelumnya Rp9,62 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh penerimaan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp13 miliar.


Sementara itu total liabilitas atau utang perusahaan turun 15,94% menjadi Rp19,27 miliar dari sebelumnya Rp3,65 miliar. Adapun total modal atau ekuitas naik 238,85% menjadi Rp30,93 miliar bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,80 miliar. Ini dikarenakan adanya peningkatan modal dasar dan modal disetor sebesar Rp19 miliar.


Maka dapat disimpulkan ekuitas positif karena besarnya kewajiban tidak melebihi total ekuitas yang dimiliki. 


Rasio utang terhadap aset (debt to asset/DAR) dan utang terhadap ekuitas (debt to equity/DER) sepanjang tahun 2022 mengalami penurunan masing-masing menjadi 0,38x dan 0,62x. Ini menjadi pertanda bagus bagi kesehatan keuangan perusahaan.


Lalu, bagaimana dengan likuiditasnya? Menurut data prospektus, aset lancar tumbuh signifikan 87.81% menjadi Rp43,61 miliar dari Rp23,22 miliar. Di sisi lain utang jangka pendek turun 18,36% menjadi Rp18,17 miliar dari Rp22,25 miliar.


Maka current ratio atau rasio lancar tahuan 2022 didapat 2,40x, lebih besar dari 2021 yang 1,04x. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek lebih solid.


Baca juga: Cara Menghitung Rasio Likuiditas dalam Analisis Saham

Kebijakan Dividen

Tertuang dalam prospektus bahwa perseroan berencana membagikan dividen tunai sebanyak-banyaknya 50% dari perolehan laba bersih tahun berjalan. Besarnya dividen akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi di masa yang akan datang.

Valuasi

Dengan menggunakan perhitungan Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) berdasarkan laba bersih 2022 dan perkiraan ekuitas serta jumlah saham beredar setelah IPO, diperoleh nilai PER sebesar 16,39 kali - 17,75 kali, dan PBV sebesar 1,19 kali - 1,29 kali.


Lalu, bagaimana valuasinya jika dibandingkan dengan kompetitor sejenis?


Secara PBV, valuasi GRPM adalah yang termurah dibandingkan dengan ADES dan CLEO. Namun, secara PER, ADES masih lebih mudah daripada GRPM meskipun GRPM lebih murah dibandingkan CLEO.

Dari paparan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa GRPM masih akan dihadapi oleh tantangan penjualan soft drinks yang menurun di Indonesia. Namun, ada potensi penjualan bisa kembali naik melihat IKK sudah semakin meningkat secara positif.

Secara kinerja keuangan pun GRPM cukup atraktif dan neraca juga cukup sehat dengan rasio-rasio DAR dan DER yang menurun serta current ratio yang bertumbuh. Adapun valuasi PBV yang lebih rendah dibandingkan peers-nya.

Demikian adalah prospek GRPM. Mau tahu strategi dan analisisnya lebih dalam? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

5 IPO Terbesar 2023, Apa Kabar Sahamnya?

22 Des 2023, 09:12 WIB
article
ArtikelInsight

IPO BREN: Anak Usaha BRPT Mau Listing, Bisnisnya Prospektif?

18 Sep 2023, 17:18 WIB
article
ArtikelInsight

Prospek VKTR: Anak Usaha Bakrie yang Mau IPO, Apakah Cerah?

13 Jun 2023, 13:18 WIB
ipo vktr
ArtikelInsight

Perusahaan Alat Kesehatan Mau IPO, Begini Prospeknya

13 Okt 2022, 17:52 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi