Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

King of Bank, Berapa Profit dari Kinerja Saham BBCA Sejak IPO?

8 Jun 2023, 09:02 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
kinerja saham bbca

Kinerja Saham BBCA - Bank swasta terbesar ini berdiri pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia SV dan pernah menjadi bagian dari Salim Group. Kini PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dikuasai oleh produsen rokok terbesar di Indonesia, yakni Djarum Group melalui PT Dwi Muria Investasi Andalan sebesar 54,9%.


Saham BBCA dikenal sebagai saham blue chip yang kerap menjadi favorit banyak investor. Alasannya karena performa keuangan dan kondisi fundamental perusahaan yang cukup solid. Kira-kira bagaimana performa sahamnya secara historis? Berikut adalah ulasannya.

Kinerja Saham BBCA Secara Historis

Saham BBCA mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Mei 2000 dengan harga penawaran Rp1.400. Aksi stock split atau pemecahan saham pernah dilakukan sebanyak empat kali dengan rincian:


  • 15 Mei 2001→stock split dengan rasio 1:2 dari Rp1.750 menjadi Rp875

  • 8 Juni 2004→ stock split dengan rasio 1:2 dari Rp3.550 menjadi Rp1.775

  • 31 Januari 2008→ stock split dengan rasio 1:2 dari Rp7.100 menjadi Rp3.550

  • 13 Oktober 2021→ stock split dengan rasio 1:5 dari Rp36.600 menjadi Rp7.320


Secara historis, BBCA bergerak cukup stabil dan cenderung mengalami penguatan dalam jangka panjang. Walaupun tetap mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Contohnya saat market crash 2020 akibat pandemi Covid-19 di mana kinerja saham BBCA terkoreksi 31% diikuti penurunan laba bersih 5% di tahun tersebut.


Namun, jika dihitung menggunakan harga IPO, BBCA sudah naik sebanyak 551,7% per harga sekarang di level Rp9.125 per lembar saham. Sedangkan sejak awal tahun 2023, sahamnya naik 6,43% dengan asing yang mengakumulasi dan mencetak net buy di pasar reguler sebesar Rp3,62 triliun.


Baca juga: Kepentingan Non-Pengendali Pada Laporan Keuangan itu Apa Sih?

Profit yang Didapat Jika Hold Sejak IPO

Jika mengacu pada kebijakan satuan lot yang lama, 1 lot sama dengan 500 lembar saham. Dengan harga IPO senilai Rp1.400, maka simulasi perhitungannya:


Rp1.400 x 500 = Rp700.000 modal untuk 1 lot saham BBCA


Berhubung BBCA sudah stock split empat kali, jumlah lembar saham yang saat ini dimiliki berubah menjadi 20.000 lembar. Dengan begitu jika dihitung dengan harga saat ini di Rp9.125, nilai aset 20.000 lembar BBCA sudah senilai Rp182.500.000. Itu artinya kinerja saham BBCA menghasilan profit hampir 26.000%.


Baca juga: Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan Tbk

Kinerja Keuangan Terbaru BBCA

Pada kuartal I/2023, BBCA mencatat kenaikan laba bersih sebesar 43% menjadi Rp11,5 triliun. Pendapatan bunga dan syariah bersih juga mengalami pertumbuhan sebesar 28% menjadi Rp18,5 triliun.Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pemberian kredit, perbaikan kualitas pinjaman, dan imbal hasil yang lebih tinggi dari investasi pada obligasi negara.


Selain itu sepanjang kuartal pertama total portofolio kredit konsumsi BBCA meningkat 12,7% menjadi Rp174,5 triliun, dan total kredit naik 12,0% menjadi Rp713,8 triliun.


Peningkatan kredit ini diikuti dengan kualitas aset yang terjaga, terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) menjadi 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,3%.


 Baca juga: Apa itu Dividen Interim dan Apa Bedanya dengan Dividen Final?


Bagaimana prospek dan analisis kinerja saham BBCA saat ini? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

kinerja saham bbca

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
ArtikelInsight

Pendapatan ADMR Tumbuh 6,4% Jadi US$463 Juta, Simak Rincian Kinerjanya

2 Sep 2023, 00:00 WIB
article
ArtikelInsight

Begini Alasan LPKR Bisa Ubah Rugi Jadi Laba Tapi Kinerja Kuartalan Masih Turun

3 Agu 2023, 08:49 WIB
article
Artikel

Kinerja Saham MYOR yang Pernah Stock Split dengan Rasio Besar

7 Jul 2023, 13:16 WIB
kinerja saham myor
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi