Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Silang Sengkarut Utang BUMN Karya, Gimana Nasibnya?

7 Jun 2023, 14:25 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
utang bumn karya

BUMN Karya kembali menjadi sorotan lantaran jumlah utang yang kian menggunung. Hal ini sejalan dengan kegiatan bisnisnya yang mana hampir semua BUMN Karya aktif terlibat dalam proyek infrastruktur berskala masif. Terutama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebagai perusahaan karya dengan order book dan utang terbesar.


Adapun kabar dari Menteri BUMN Erick Thohir yang memastikan perusahaan BUMN di sektor infrastruktur dan karya akan dilakukan konsolidasi. Tak heran saham-sahamnya menjadi aktif dan mengalami penguatan pada perdagangan Selasa kemarin (06/06), kecuali saham WSKT karena masih disuspensi. Indeks IDXINFRA pun ditutup naik 1,22%.


Lantas, seperti apa kondisi utang emiten BUMN Karya? Bagaimana kemampuan bayarnya? Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Nasib Utang BUMN Karya

Untuk bisa mengetahui kondisi utangnya, kita akan membandingkan utang berbunga yang akan jatuh tempo dalam waktu setahun dengan kas yang dimiliki perseroan. Jika kas yang dihasilkan negatif, dalam kata lain kewajiban utang tersebut lebih besar dibandingkan kas, cukup sulit bagi perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.

*Biru = kas positif, merah = kas negatif

Berdasarkan data di atas yang diambil langsung dari laporan keuangan kuartal I/2023, hanya WTON yang masih mampu memenuhi kewajiban bayar utang berbunga yang akan jatuh tempo dalam waktu setahun. 


Hal ini dikarenakan jumlah kas yang dimiliki lebih besar daripada jumlah utang yang harus dibayar. Sehingga mampu menutup utang-utang tersebut.


Meski begitu dalam kasus WSKT, kas yang tersisa apabila digunakan untuk membayar utang hanya Rp1 triliun saja. Sedangkan emiten ini menjalankan proyek dengan orderbook paling besar di antara yang lain. Otomatis membutuhkan kas dalam jumlah yang masif untuk memenuhi pengeluaran operasional yang juga besar.


Jika demikian maka ada potensi WSKT akan berutang lagi untuk pendanaan atau mengandalkan PMN (penyertaan modal negara) dari pemerintah. Jika akhirnya kembali berutang tentu saja beban utang makin bertambah dan bunganya juga akan makin berlipat-lipat. Laba rugi perusahaan pun akan makin terkikis. Sekadar informasi utang berbunga WSKT saat ini Rp60,174 triliun.


Selain WSKT dan WTON, emiten sisanya menghasilkan kas negatif. Dengan demikian perusahaan perlu mengambil langkah lain seperti kembali berhutang agar bisa memenuhi kewajibannya mengingat utang tersebut perlu segera dibayar dalam waktu dekat.


Dengan utang yang meningkat, risiko keuangan juga bertambah karena pembayaran bunga otomatis jadi lebih besar yang pada akhirnya membatasi kemampuan perusahaan untuk menginvestasikan dana mereka dalam proyek-proyek tertentu. Dengan begitu pertumbuhan bisnis bisa terhambat dan kemudian mengurangi kepercayaan investor. 


Adapun risiko rating kredit. Di mana apabila utang tidak dikelola dengan baik, maka rating kredit bisa turun dan perusahaan akan sulit mendapatkan pinjaman lagi.


Baca juga: 5 Golden Rules Money Management Saham Supaya Cuan Maksimal

Upaya Penyehatan dari Pemerintah

Di sisi lain pemerintah sudah punya rencana untuk menyehatkan BUMN Karya. Ada usulan terkait tambahan PMN sebesar Rp12,5 triliun kepada Hutama Karya untuk menyelesaikan proyek tol WSKT, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Kayu Agung-Palembang-Belitung (Kapal Betung).


Keduanya termasuk tol dengan tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) yang rendah, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mencapai nilai ekonominya. Selain itu Kapal Betung juga merupakan satu proyek tol yang cukup berat bagi WSKT lantaran lahan yang dipakai adalah lahan gambut. 


Adapun PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan mendapatkan PMN sebesar Rp8 triliun pada tahun 2024 untuk penyehatan struktur modal. 


Rencana tambahan PMN ini menjadi katalis positif karena kehadirannya bisa menjaga rasio utang agar tetap sehat sekaligus meningkatkan modal kerja guna menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dijalani.


Selain itu rencana konsolidasi perusahaan BUMN Karya akan dibagi menjadi dua segmen. Perusahaan BUMN dengan skala kecil akan diserahkan kepada pengelola aset (PPA) dan Danareksa untuk dilakukan proses penggabungan (merger). Sementara itu, perusahaan dengan skala besar seperti Hutama Karya, WSKT, PTPP, WIKA, dan ADHI sedang dalam tahap pengkajian.


Saat ini pemerintah sedang membereskan aturan proses konsolidasi yang disesuaikan dengan cetak biru (blueprint) dua tahun lalu yang diterbitkan Boston Consulting Group (BCG). Nantinya dari sembilan BUMN karya akan menjadi empat. Implikasinya adalah pembiayaan untuk setiap proyek strategis dan infrastruktur akan lebih terfokus.


Baca juga: Saham Lagi Turun, Lebih Baik Average Down atau Beli Saham Lain?


Mau tahu strategi trading saham-saham BUMN Karya? Apakah saat ini cukup potensial? Apa saja hal-hal yang wajib diketahui? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Pemilu di Depan Mata, Ini Deretan Emiten yang Terafiliasi Masing-Masing Paslon

13 Feb 2024, 12:11 WIB
article
ArtikelInsight

Daftar Saham MNC Group yang Terdaftar di BEI, Ada yang Menarik?

17 Jan 2024, 12:55 WIB
article
ArtikelInsight

GGRM Berpotensi Bagi Dividen Jumbo, Gimana Prospek Kinerja Keuangannya?

20 Okt 2023, 15:24 WIB
article
ArtikelInsight

Kenapa Saham GOTO All Time Low di Tengah Penutupan TikTok Shop?

18 Okt 2023, 16:01 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi