Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Naik 2,35%, Sektor Energi Bisa Bangkit Lagi? Begini Penjelasannya

6 Jun 2023, 12:18 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
batu bara

Ada pemandangan yang tak biasa pada perdagangan Senin kemarin (05/06). Pasalnya, sektor energi yang cenderung turun selama beberapa pekan terakhir, ditutup menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi kedua sebesar 2,35%. 


Hal tersebut didorong oleh kenaikan harga batu bara dan komoditas energi lainnya yang sebenarnya saat ini tengah normalisasi pasca booming komoditas 2022. 


Harga batu bara kontrak Juli di pasar ICE Newcastle ditutup naik 7,16% pada level US$143,75 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 24 Mei 2023 atau dalam delapan hari perdagangan terakhir. Kenaikan itu sekaligus menjadi yang paling signifikan sejak 19 April 2023 ketika harga batu bara melonjak sebesar 7,4% dalam sehari.


Apa sih faktor pendorong kenaikan signifikan pada harga batu bara?

Permintaan dari India

Harga batu bara mengalami kenaikan karena adanya permintaan yang tinggi dari India. Sebagai informasi, India adalah konsumen terbesar di dunia batu bara setelah China. Impor batu bara dari negara tersebut diperkirakan akan tetap tinggi seiring dengan peningkatan penggunaan listrik.


Pembangkit listrik batu bara telah menggunakan 35 juta ton batu bara yang mereka impor. Sesuai peraturan, pembangkit listrik batu bara domestik hanya diizinkan menggunakan 6% campuran batu bara impor sebagai sumber bahan bakar. Namun, saat ini produsen listrik hanya dapat menggunakan campuran 3% karena pasokan yang terbatas.


Dalam waktu lima bulan terakhir, produsen listrik telah mengimpor 35 juta ton batu bara, jumlah ini melebihi total impor sepanjang tahun fiskal 2021/2022 sebesar 27 juta ton.


Per 3 Juni, terdapat 40 dari 165 pembangkit listrik batu bara di India mengalami kondisi pasokan yang tipis. Namun, jumlah ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 96 unit pembangkit listrik batu bara mengalami masalah serupa.


Baca juga: Kinerja Kuartal I/2023 HRUM Kinclong di Kala Batu Bara Normalisasi, Ini Pendorongnya

Faktor Lainnya

Adapun faktor pendukung lainnya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak menguat 2% kemarin setelah Arab Saudi memutuskan untuk memangkas produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bpd) mulai bulan Juli.


Sebelumnya, Arab Saudi dan kartel OPEC+  sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 3,66 juta barel per hari, atau sekitar 3,6% dari permintaan global. Ini termasuk kesepakatan pemangkasan produksi sebesar 2 juta bpd dan 1,66 juta bpd secara sukarela.


Pemangkasan ini akan menyebabkan penurunan pasokan, yang pada gilirannya akan menaikkan harga batu bara.  Mengapa demikian? Karena batu bara merupakan sumber energi alternatif untuk gas.


Sementara itu, harga gas alam di pasar Eropa naik 22,3% dalam sehari karena turunnya pasokan dari AS lantaran permintaan dari Asia meningkat akibat suhu panas.


Terdapat faktor lain, yakni penutupan terminal LNG di Montoir, Prancis, yang berlangsung hingga tanggal 10 Juni. Selain itu, pengiriman gas dari Rusia melalui Black Sea ke Turki juga ditangguhkan hingga tanggal 13 Juni karena kegiatan perawatan.


Baca juga: Update Terbaru Saham Indeks MSCI Global, Cek di Sini!

Masih Ada Tantangan Bagi Sektor Energi

Permintaan batu bara dinilai tetap rendah dari Eropa. Bahkan, Eropa akan mengekspor kembali sebanyak 1,12 juta ton batu bara ke Asia karena stok yang menumpuk. Pengiriman dilakukan melalui Spanyol dan Belanda, dengan tujuan utama ke India. 


Di sisi lain ada sentimen negatif dari India di mana dalam lima tahun ke depan. India berencana untuk tidak memberikan izin pembangunan pembangkit listrik batu bara baru. Hal ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. 


Mengingat India merupakan konsumen batu bara terbesar kedua, maka keputusan tersebut berpotensi memiliki dampak cukup signifikan terhadap harga batu bara secara keseluruhan.


Baca juga: Bye Bye Sektor Energi, IHSG Mulai Rotasi Sektoral ke Konsumer

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi