Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Pendapatan MDKA Naik Signifikan, Laba Bersih Turun Signifikan, Kenapa?

6 Jun 2023, 09:00 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
kinerja mdka

Pada kuartal pertama 2023 PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 74% menjadi US$214,21 juta dari periode sama tahun lalu hanya US$123,08 juta.  Pendapatan tersebut terdiri dari penjualan emas, perak, katoda tembaga, dan feronikel ke pasar domestik sebesar US$127,65 juta, diikuti oleh penjualan ke pasar ekspor sebesar US$ 86,89 juta.


Meski pendapatan melesat, laba bersih MDKA justru turun signifikan sebesar 95,53% menjadi US$3,11 juta dari sebelumnya US$69,65 juta. Hal itu disebabkan oleh beban pokok pendapatan yang naik 135,86% menjadi US$182,67 juta dari US$77,45 juta. 


Salah satu komponen biaya yang mengalami kenaikan signifikan adalah biaya pengolahan, yang meningkat 413% menjadi US$189,08 juta dari sebelumnya hanya US$ 36,86 juta. Adapun beban keuangan yang turut naik 576,67 % menjadi US$22,77 juta dari US$3,36 juta.


Berkaca pada perolehan kinerja tadi, MDKA perlu melakukan efisiensi dari segi biaya-biaya agar dapat membukukan pertumbuhan laba bersih sejalan dengan pendapatannya.


Pada akhir Desember 2022, MDKA menggabungkan dua anak usahanya, yaitu PT Andalan Bersama Investama (ABI) dan PT Pani Bersama Jaya (PBJ). Tujuan penggabungan ini adalah untuk mendukung sinergi dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh ABI dan PBJ dalam proyek Emas Pani di Gorontalo.


Penggabungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan pada akhirnya menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham perusahaan.


Proyek Emas Pani di Gorontalo termasuk salah satu yang difokuskan pada tahun ini. Potensi sumber daya mineral di wilayah Pani diperkirakan mencapai 263,6 juta ton dengan kadar emas sebesar 0,75 gram per ton, yang setara dengan 6,35 juta ons emas.


Dengan demikian, proyek Emas Pani diperkirakan akan menghasilkan sekitar 400.000 ons emas per tahun. Namun, kemungkinan belum akan mencapai jumlah tersebut pada awal tahun operasional,


Sebagai informasi, MDKA menargetkan produksi emas di tahun 2023 mencapai 120.000 hingga 140.000 ons. Sedangkan untuk katoda tembaga sekitar 16.000 sampai 20.000 ton.


Baca juga: Buy on Breakout Artinya: Beli Saham Saat Naik, Apakah Potensial?

Prospek Nikel MDKA

Di sisi lain tingginya demand nikel efek dari era kendaraan listrik membuat segmen nikel MDKA atraktif. Anak usaha MDKA, PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) melalui PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mempunyai sumber daya nikel terbesar di Indonesia, yaitu mencapai 1,1 miliar ton. Pada tahun 2024, kapasitas produksi tambang SCM diperkirakan mencapai 14,6 juta wet metric tonnes dan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku nikel selama 20 tahun ke depan.


Adapun rencana akuisisi 60% saham PT Huaneng Metal Industry (HNMI) oleh MBMA. Ini merupakan perusahaan di Indonesia Morowali Industrial Park yang bergerak di bidang konversi nikel matte. 


Dengan begitu MBMA berpotensi mendapatkan keuntungan atau margin tambahan dari produksi dan penjualan low-grade nickel matte (LGNM) serta memproduksi berbagai intermediet nikel untuk memanfaatkan dinamika pasar. 

Selain itu MBMA juga dapat melakukan transisi basis aset rotary kiln electric furnace (RKEF) yang lebih besar ke produk nikel kelas 1 sebagai bahan baterai guna mendukung perkembangan kendaraan listrik.

Baca juga: Cara Tahu Bandar Lagi Akumulasi atau Distribusi

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi