Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Prospek Saham ITMG: Batu Bara Normalisasi, Kinerja Menurun

31 Mei 2023, 16:49 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
prospek saham itmg

Prospek Saham ITMG - Sektor pertambangan batu bara di Indonesia menjadi salah satu sektor saham yang cukup menarik bagi para investor di tahun lalu. Alasannya karena Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar di dunia. Sehingga diuntungkan dari tingginya permintaan yang akhirnya bisa mendongkrak kinerja perusahaan.


Salah satu perusahaan yang beroperasi di sektor ini adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Dalam artikel ini, akan dibahas performa keuangan ITMG yang terbaru, sejalan dengan kondisi industri pertambangan batu bara di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan gambaran mengenai potensi investasi di ITMG bagi para investor yang sedang watch atau sudah punya sahamnya. Berikut adalah ulasan singkat prospek saham ITMG.

Profil Bisnis ITMG

Sebelum bahas prospeknya, mari kita berkenalan dengan bisnis yang dilakoni perseroan. ITMG adalah perusahaan yang menyediakan batu bara secara terintegrasi di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1987 dan telah beroperasi selama 35 tahun di Indonesia. Saat ini, ITMG telah menjadi salah satu pemasok batu bara terkemuka untuk pasar energi global.


Kegiatan utama perusahaan ini adalah menjual batu bara untuk pasar domestik dan internasional. ITMG menyediakan jenis batu bara yang spesifik sesuai dengan kebutuhan setiap industri yang dilayani. 


Batu bara yang diekstraksi dari tambang-tambang yang dimiliki ITMG memiliki berbagai spesifikasi, termasuk nilai kalori (4.300–6.300 kal/g), kandungan sulfur (0,1–2,0% arb), dan kandungan abu (4–7% arb).


Sebanyak 65,14% saham ITMG dimiliki oleh Banpu Minerals (Singapore), sementara sisanya, yaitu 34,86%, dimiliki oleh masyarakat.


Baca juga: Auto Rejection Simetris Tahap 1 Berlaku Pekan Depan, Begini Tipsnya

Prospek Saham ITMG

Kinerja terbaru sepanjang kuartal pertama 2023, ITMG membukukan pendapatan yang naik 7,1% menjadi US$685,5 juta dari US$639,9 juta. Pendapatan masih didominasi oleh penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$646,97 juta. Disusul penjualan batubara kepada pihak berelasi senilai US$37,63 juta.


Meski pendapatan naik, laba bersih justru menurun sebesar 14,32% menjadi US$182,75 juta dari US$213,27 juta. Hal ini disebabkan oleh biaya penambangan dan royalti. 


Beban pokok pendapatan naik 37,9% menjadi US$418,67 juta yang dipicu oleh biaya penambangan yang membengkak 43% menjadi US$133,09 juta. Adapun meningkatnya royalti sebesar 47,3% turut menggerus laba bersih hingga US$112,23 juta.


Prospek saham ITMG cenderung mengikuti dinamika harga komoditas batu bara yang mana sebenarnya saat ini sudah memasuki periode normalisasi. Apabila harga batu bara naik, kinerja dari laba bersih akan ikut terkerek karena rata-rata harga jual (average selling price/ASP) mengikuti fluktuasi harga komoditas. Sebaliknya, jika harganya turun, pendapatan dan laba bersih berpotensi ikut menurun.


Hingga perdagangan kemarin (30/05), harga batu bara acuan Newcastle coal futures mengalami penurunan sebesar -3,95% dalam sehari menjadi US$ 135,10 per ton.


Harga tersebut telah turun sekitar 70% dari puncaknya pada bulan September 2022, saat mencapai US$464 per ton. Penurunan harga batu bara ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemulihan ekonomi China yang masih lemah. Hal ini terlihat dari aktivitas manufaktur yang mengalami kontraksi.


Proyeksi analis menyatakan harga pada tahun 2023 berpotensi lebih rendah dari 2022 meskipun harganya masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata harga sebelum pandemi sekitar US$45 hingga US$80 per ton.


Lalu jika kita perhatikan area penjualan ITMG dibagi menjadi lima kelompok:

  • Taiwan, China, Hongkong, dan Korea: 25,8%

  • Domestik: 15,2%

  • Jepang: 24,6%

  • Asia Tenggara, India, dan Pakistan: 31,9%

  • Eropa: 2,3%


Di beberapa negara empat musim seperti Eropa, Korea, Jepang, dan lain-lain saat ini sudah mulai memasuki musim panas. Sehingga permintaan batu bara akan mulai menurun. Meski begitu ada faktor makto lainnya.


Di Eropa sendiri permintaan melemah karena turunnya kebutuhan batu bara untuk pembangkitan listrik seiring dengan pasokan gas alam dan pembangkitan energi baru terbarukan yang cukup solid.


Tidak hanya itu, China yang tengah memulihkan ekonominya setelah melonggarkan kebijakan Covid-19, kini kembali memproduksi batu bara secara mandiri. Dampaknya adalah potensi permintaan dari China berpotensi menurun.


Adapun India menghasilkan rekor 73,02 juta ton batu bara pada April 2023, naik 8,67% secara tahunan yang pada akhirnya dapat mengurangi ketergantungan pada impor. 


Namun, India mengumumkan rencananya untuk meningkatkan impor batu bara tahun ini karena diperkirakan akan mencapai puncak kebutuhan listrik pada bulan Juni mendatang, dengan perkiraan mencapai 229 giga watt (GW). Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan Juni tahun sebelumnya yang mencapai 215 GW.


Itu berarti permintaan batu bara ITMG masih akan berfluktuasi.


Baca juga: Laba Bersih Emiten Batu Bara Melorot di Kuartal I/2023, Kenapa?

Demikian adalah prospek saham ITMG. Mau tahu saham-saham yang potensial untuk buy saat ini? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

prospek saham itmg

Atau hubungi tim sales Emtrade +6282134277144

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi