Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Asing Rajin Borong BBRI, Sahamnya ATH Hingga 3 Hari

24 Mei 2023, 11:09 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Setelah sebelumnya BBRI mencapai titik all time high (ATH) di level 5425 pada penutupan perdagangan hari Senin (22/05), sahamnya lagi-lagi mencetak ATH pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa (23/05). Saham big bank tersebut melesat 2,3% ke posisi 5500.

Harga saham BBRI yang terus ngacir ke titik tertinggi baru didorong oleh ramainya transaksi yang nilainya sudah mencapai Rp489,17 miliar sepanjang perdagangan sesi I. Bersamaan dengan penguatan tersebut, berarti BBRI sudah menyentuh rekor tertinggi selama tiga hari berturut-turut.

Transaksi tersebut diwarnai oleh derasnya modal asing yang masuk ke BBRI. Pada perdagangan kemarin investor asing tercatat mengoleksi sahamnya sebesar 105,6 miliar lembar saham. Artinya, investor asing sudah mengoleksi sekitar 868,4 miliar lembar saham dalam seminggu terakhir.

Baca juga: Ekonomi Indonesia: Faktor-Faktor yang Membuatnya Resilien

Angkanya bahkan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan akumulasi sepanjang bulan April dan Maret yang masing-masing sebanyak 54,6 miliar lembar saham dan 55,2 miliar lembar saham yang dikoleksi asing. Sejak awal tahun asing sudah net buy BBRI sebesar Rp7 triliun di pasar reguler.

Salah satu investor institusi asing yang rajin borong saham adalah JP Morgan Chase & Co dengan kepemilikan saham terakhir sekitar 3,30 miliar saham meski sempat beberapa kali melepas sebagian sahamnya. Selain itu ada Vanguard Group Inc yang akumulasi BBRI sejak Januari hingga pekan lalu sebanyak 448,99 juta lembar saham.

Di sisi lain kepemilikan saham BBRI oleh BlackRock Inc mencapai 2,83 miliar lembar hingga pekan lalu.

Aksi beli asing tidak terlepas dari kinerja keuangan sepanjang kuartal pertama 2023 yang cukup impresif. BBRI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 27,37% secara tahunan menjadi Rp15,56 triliun. Capaian itu ditopang pendapatan bunga yang naik 15,6% menjadi Rp42,46 triliun. Sementara itu total kredit juga tumbuh 11,18% menjadi Rp1.180 triliun, didorong segmen mikro.

Di tengah pertumbuhan kredit, kualitas kredit BBRI juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) 2,86%, turun dibandingkan kuartal pertama 2022 3,09%.

Baca juga: BBKP Right Issue Jumbo, Buat Apa dan Gimana Prospeknya?

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi