Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Pemerintah gencar Hilirisasi Nikel : Begini Profitabilitas Perusahaan Nikel

23 Mei 2023, 10:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Nikel jadi harta karun yang dicari di seluruh dunia. Dari Elon Musk sampai negara Eropa sekarang butuh nikel. Gunanya apa? sebagai bahan baku bikin baterai mobil listrik / EV. Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia. nilainya mencapai 72 juta ton Ni (nikel). Jumlah ini merupakan 52% dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 139.419.000 ton Ni. Jadi bukan tidak mungkin banyak investor besar minat investasi nikel. Sehingga industri hilirisasi nikel bisa jalan di Indonesia.


Selain itu, ada loh perusahaan produsen nikel yang listing di bursa efek Indonesia. Tingginya demand nikel di seluruh dunia tentunya bisa untungin emiten itu. Baik dari segi pendapatan atau suntikan modal sehingga operasionalnya makin cemerlang. Lantas, siapa aja sih emiten-emiten produsen nikel di Indonesia? 


Figure 1 : kinerja perusahaan Nikel 


Data per 22 mei 2023 


  1. ANTM : PT Aneka Tambang Industri Tbk 

ANTM merupakan salah satu emiten pertambangan milik negara yang memproduksi berbagai jenis produk pertambangan. Salah satunya adalah Nikel. Pada tahun 2022 ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp 45,9 T atau naik +19% dari tahun sebelumnya dan laba bersih yang impresif yaitu senilai Rp 3,82 T atau naik 105% dari tahun sebelumnya. Perlu diketahui bahwa hingga 31 Desember 2022, kontributor utama dari pendapatan ANTM adalah emas yang menyumbang Rp 31,6 T atau setara 69,2% dari total pendapatan sedangkan untuk produk feronikel Rp 6,8 T atau setara 15% dan Bijih Nikel Rp 5,1 T atau setara 11,3% dari total pendapatan ANTM selama tahun 2022. Secara valuasi PBV ANTM saat ini berada di 1,87 x 


  1. INCO : PT Vale Indonesia Tbk

INCO merupakan perusahaan pertambangan yang berfokus pada eksplorasi, penambangan, dan pengolahan nikel di Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari grup Vale. Seluruh penjualan Grup merupakan penjualan nikel kepada pihak pihak berelasi yang berdomisili di Kanada (VCL) dan Jepang (SMM). jenis nikel yang diproduksi oleh INCO adalah jenis nikel matte. Selama tahun 2022 INCO berhasil membukukan pendapatan US% 1,17 M atau naik +24% dari tahun sebelumnya dengan laba bersih US$ 200,32 jt atau naik 20% dari tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan dan laba bersih INCO didukung oleh realisasi kenaikan harga jual nikel yang lebih tinggi 35% dari tahun sebelumnya. Secara valausi PBV INCO berada di 1,74 x


  1. DKFT : PT Central Omega Resources Tbk 

DKFT merupakan perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan dan eksplorasi mineral di Indonesia. Perusahaan ini fokus pada eksplorasi, penambangan, dan produksi mineral logam, terutama bijih nikel dan feronikel. Selama tahun 2022 DKFT mencatatkan pendapatan Rp 777,4 M atau turun 44% dari periode yang sama tahun sebelumnya, penurunan pendapatan ini karena DKFT hanya melakukan penjualan untuk produk bijih nikel dan tidak ada untuk feronikel. Meskipun pendapatan turun DKFT mampu turn around dari sebelumnya rugi menjadi laba Rp 58,5 M. Secara valuasi PBV DKFT diperdagangkan di 0,88x


  1. IFSH : PT IFISHDECO TBK

IFSH adalah perusahaan pertambangan nikel dengan bisnis utama sebagai pemilik konsesi tambang nikel yang melakukan eksplorasi, pemurnian, produksi dan pemasaran bijih nikel di Indonesia. Pada tahun 2022 pendapatan IFSH Rp 939 M atau naik +4% dari tahun sebelumnya dan laba bersih Rp 199,1 M atau naik +20% dari tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan terdorong oleh naiknya penjualan kepada PT Infei Metal Industry +96,2 persen menjadi Rp104,44 miliar dan juga perusahaan melakukan efisiensi beban pokok sebesar 20,5%. Secara valuasi PBV IFSH saat ini diperdagangkan di 3,34 x


  1. KKGI : PT Resource Alam Indonesia Tbk

KKGI merupakan perusahaan dengan proyek pertambangan yang mencakup berbagai komoditas, termasuk batu bara, nikel, bijih besi, dan lainnya. Pada tahun 2022 KKGI mencatatkan pendapatan US$ 254,9 jt atau naik 93% dari tahun sebelumnya, dari sisi laba juga tumbuh +67% menjadi US$38,6 jt. Meskipun pendapatan dan laba pada tahun 2022 naik, namun KKGI tidak mencatatkan penjualan bijih nikel ( vs 2021 US$ 1,25 jt) , kenaikan pendapatan dan laba bersih ditopang oleh penjualan batubara ekspor yang mencapai US $210,9 atau setara 82% dari total pendapatan tahun 2022. Secara valuasi PBV KKGI saat ini diperdagangkan di 1,06 x. 


  1. TINS : PT Timah Tbk

TINS merupakan perusahaan pertambangan yang berfokus pada produk timah dan juga produk tambang lainnya termasuk batubara dan nikel. Pada tahun 2022 TINS membukukan pendapatan Rp 12,5 T turun 14% dari tahun sebelumnya dan laba bersih Rp 1,04 T. turun 20% dari tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan dan laba bersih TINS didorong oleh harga komoditas timah yang berfluktuasi selama tahun 2022. Meskipun mengalami penurunan pendapatan dan laba, penjualan nikel tahun 2022 mengalami peningkatan +30,7% menjadi Rp 214,1 miliar. Secara Valuasi PBV TINS diperdagangkan di nilai fair value atau PBV 1 x


  1. NICL : PT PAM MINERAL Tbk

NICL bergerak dalam penambangan dan pengolahan nikel di Indonesia. Pada tahun 2022 NICL mencatatkan kinerja yang sangat bagus terlihat dari pendapatan yang naik +170% menjadi Rp 1,13 T dan laba bersih yang naik +230% menjadi Rp 149,72 miliar. Peningkatan kinerja NICL terutama ditopang oleh kenaikan volume penjualan dan harga nikel dunia. Secara valuasi PBV NICL saat ini diperdagangkan di 3,75 x


  1. HRUM : PT Harum Energy Tbk

HRUM merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berbasis di Indonesia. Perusahaan ini terutama fokus pada eksplorasi, penambangan, pengolahan batubara. Selain batubara HRUM juga melakukan diversifikasi bisnis salah satunya dengan Nikel. Pada tahun 2022 HRUM membukukan pendapatan sebesar US$904,4 jt atau naik +169% dari tahun sebelumnya dan laba bersih yang impresif yaitu senilai US$ 301,75 juta atau naik 306% dari tahun sebelumnya. Namun kontributor utama dari pendapatan HRUM adalah batubara yang menyumbang US$894,1 jt atau setara 98% dari total pendapatan sedangkan untuk nikel belum membukukan penjualan pada tahun 2022. Secara valuasi PBV HRUM saat ini berada di 1,48 x 


Kesimpulan : 

industri Nikel sangat menarik bagi investor dan trader karena merupakan industri untuk pembuatan baterai, kendaraan listrik, dan infrastruktur energi terbarukan. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan nikel, didukung juga oleh hilirisasi oleh pemerintah. Namun kita juga perlu memperhatikan fundamental baik pendapatan, laba dan berapa persentase penjualan nikel pada setiap emiten yang kita ingin beli dan juga teknikal untuk tau kapan waktu entry beli yang terbaik. 


Lalu Bagaimana strategi Trading saham  perusahaan Nikel ? 

-ATA-


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi