Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Bersih PTBA Koreksi 49% di Kuartal I/2023 Akibat ASP dan Beban

2 Mei 2023, 16:15 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emiten tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami penurunan performa keuangan pada kuartal I/2023. Hal ini terlihat dari laba bersih yang turun 49% secara tahunan dari Rp2,3 triliun di periode sama tahun lalu menjadi Rp1,2 triliun. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan dengan prediksi consensus.

Hal tersebut dikarenakan harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) campuran turun 9% dari US$80,6 per ton menjadi US$74 per ton. Adapun beban pokok pendapatan bertambah 66,1% menjadi Rp7,9 triliun.

Itu karena biaya jasa penambangan meningkat sebesar 40,8% menjadi Rp2 triliun. Begitu pula jasa angkutan kereta api meningkat 59,7% menjadi Rp2 triliun serta pembayaran royalti ke pemerintah juga melonjak signifikan 165% menjadi Rp1,3 triliun.

Meski laba bersih terkoreksi, pendapatan PTBA sepanjang kuartal I/2023 mengalami kenaikan 21,3% menjadi Rp9,9 triliun per kuartal I/2023 dari Rp8,21 triliun periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Melampaui Konsensus, Laba Bersih BSDE Kuartal I/2023 Rp833 Miliar 

Penjualan batu bara mencapai 8,8 juta ton atau naik 26% secara tahunan, di atas volume produksinya yang hanya sekitar 6,8 juta ton sepanjang tiga kuartal pertama 2023. Rinciannya, 41% penjualan untuk pasar ekspor, sedangkan sisanya untuk pasar domestik.

Pada tahun 2023 PTBA menargetkan produksi batu bara menjadi 41 juta ton atau tumbuh 11%dari tahun 2022 yang hanya 37,1 juta ton saja. Sementara itu untuk penjualan batu bara juga ditargetkan naik 30% di 2023 menjadi 41,2 juta ton dari realisasi 2022 sebesar Rp31,7 juta ton.

Namun, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh PTBA di tahun ini. Di antaranya adalah normalisasi harga batu bara, kondisi geopolitik, dan fluktuasi pasar. Adapun faktor lain seperti naiknya biaya jasa angkutan kereta api, jasa penambangan, bahan bakar, dan royalti berpotensi membuat harga pokok penjualan naik.

Baca juga: Cadangan Emas ANTM Ternyata Sedikit, Dari Mana Pendapatannya?

Mau baca analisis PTBA selengkapnya secara fundamental dan teknikal? Apakah potensial untuk buy saat ini? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
ArtikelInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
article
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi