Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Sell in May and Go Away : Sebuah Mitos atau Fakta? Lalu Sektor Apa Yang Menarik Pada Tahun 2023?

29 Apr 2023, 10:02 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

 

Sell in May and Go Away adalah ungkapan yang menggambarkan fenomena bulan mei di pasar saham, yang umumnya dilakukan dengan menjual saham pada bulan Mei dan menunggu hingga akhir Oktober. Strategi ini didasarkan pada observasi bahwa pasar saham cenderung lebih lesu selama musim panas, terutama pada bulan mei hingga oktober. 


Dengan kata lain, investasi pada bulan Mei sering kali dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menjual saham karena akan terjadi penurunan harga di musim panas dan pada akhirnya dapat membeli kembali saham tersebut pada harga yang lebih rendah pada bulan Oktober Namun, penting untuk diingat bahwa strategi ini bukanlah jaminan untuk keuntungan karena pasar saham tidak selalu bergerak sesuai dengan tren historis. 


Bagaimana dengan sell in May and Go Away di Indonesia ? 


Data per 28 April 2023 


Meskipun awalnya istilah sell in may and go away berawal dari pasar saham Amerika Serikat, namun istilah ungkapan ini juga populer di kalangan investor tanah air. Kita bisa lihat secara historis data pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa pada bulan mei lebih banyak merah dibandingkan hijau, berdasarkan data dari tahun 2014 hingga tahun 2022 terjadi 5x merah dan 4x hijau pada pergerakan IHSG selama bulan mei. 


Sebagai trader kita perlu untuk antisipasi adanya seasonality merah pada bulan mei, namun sebagai investor pelemahan yang terjadi pada bulan mei hingga oktober bisa menjadi salah satu opportunity yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan pembelian saham saham yang memiliki potensi bagus pada tahun 2023. 



Sektor apa yang menarik pada tahun 2023 ? 

Tahun 2023 merupakan tahun dimana inflasi dan suku bunga masih menjadi perhatian baik untuk skala global maupun nasional, ditambah tahun 2023 merupakan tahun menjelang pemilu tahun 2024 di Indonesia. Berikut beberapa sektor saham yang berpotensi diuntungkan pada tahun 2023 : 


  1. Consumer Goods 

Upside 

  • Pada tahun 2023 Pemerintah melalui  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan menetapkan kenaikan UMP hingga maksimal 10%. Meningkatnya pendapatan masyarakat dapat meningkatkan permintaan terhadap produk-produk tersebut dan menguntungkan perusahaan-perusahaan di sektor consumer goods.

  • Menjelang tahun pemilu, pengeluaran pemerintah akan meningkat. Pengeluaran pemerintah yang meningkat menjelang pemilu dapat memberikan dampak positif pada sektor consumer goods.

Downside : 

  • Risiko fluktuasi harga bahan baku 

  • Risiko melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan inflasi dan penurunan permintaan akan produk serta persaingan akan kompetitor.


  1. Property 

Upside

  • Perpanjangan diskon LTV hingga akhir 2023 berpotensi meningkatkan minat pembelian properti. Sebab kebijakan tersebut memungkinkan konsumen untuk mendapatkan DP 0% saat membeli properti secara kredit.

  • Suku bunga BI sudah ditahan 3x hingga April 2023.  dan diproyeksikan mulai memasuki fase turun di akhir tahun. Sehingga penjualan properti Indonesia yang 75% melalui kredit diproyeksikan bisa meningkat seiring suku bunga acuan yang potensi turun. 


Downside risk

  • Tahun 2023 adalah tahun menjelang politik. Biasanya di tahun politik masyarakat akan cenderung menunda pembelian properti.

  • Risiko suku bunga yang lebih tinggi dan inflasi 


  1. Komoditas metals dan batubara

Upside : 

  • Ekonomi China yang reopening dapat mendorong permintaan batu bara dan metal untuk kebutuhan manufaktur. 

  • India tengah menghadapi gelombang panas yang akan meningkatkan penggunaan listrik untuk pendingin ruangan (AC) sehingga berpotensi meningkatkan permintaan akan batubara

  • China dan India adalah negara dengan impor batu bara dan metal  terbesar di dunia.  Sehingga terdapat potensi permintaan yang masih tinggi.

  • Hilirisasi Nikel di Indonesia yang berpotensi meningkatkan nilai jual produk 


Downside risk

  • Risiko permintaan tidak sesuai dengan ekspektasi 

  • Risiko peraturan pemerintah 


Bagaimana strategi jual dan beli saham pada sektor-sektor tersebut ? 


Upgrade jadi VIP member untuk tahu jawabannya. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-ATA- 


emtrade.id/Disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi