Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Analisis Saham Indofood: Laba Bersih 2022 Turun 17%, Ini Alasannya

28 Apr 2023, 15:38 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
analisis saham indofood

Analisis Saham Indofood – Indofood merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia dengan berbagai merek terkenal. Sejak IPO-nya pada tahun 1994, saham Indofood (INDF) telah menjadi favorit investor.

Seiring dengan pertumbuhan pesat sektor makanan dan minuman di Indonesia, saham Indofood menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan di BEI, dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai ratusan triliun rupiah. Namun, selama beberapa tahun terakhir sahamnya cukup berfluktuasi.

Dalam artikel ini, kita akan sekilas membahas analisis saham Indofood dari kinerja keuangan perusahaan dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhinya.

Profil Bisnis Indofood

Indofood adalah perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia dan juga salah satu perusahaan makanan terbesar di Asia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 dan sejak itu telah menjadi salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan dan minuman di Indonesia.

Indofood memiliki bisnis yang luas termasuk beras, mi instan, biskuit, minuman ringan, makanan siap saji, dan lain-lain. Produk-produk Indofood dapat ditemukan di seluruh Indonesia, dan perusahaan ini telah mengekspor produknya ke lebih dari 120 negara di seluruh dunia.

Ada lebih dari 100 pabrik Indofood di seluruh Indonesia. Menariknya bahan baku seperti tepung terigu, minyak goreng, dan gula diproduksi sendiri.

Baca juga: Analisis Saham ICBP: Tetap Strong dengan Kinerja yang Solid di 2022

Analisis Saham Indofood

Secara tahunan di sepanjang 2022, INDF berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 12% menjadi Rp110,83 triliun. Kenaikan ini paling banyak dikontribusi oleh anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Tbk (ICBP) atau segmen produk konsumen bermerek senilai Rp65,25 triliun atau setara 58% dari total pendapatan.  

 

Sementara itu, dari sisi beban pokok penjualan naik 15% jadi Rp76,8 triliun dan beban keuangan naik 177,2% jadi Rp7,9 triliun akibat kerugian dari selisih kurs. Alhasil, laba bersih INDF menyusut 17% menjadi Rp6,3 triliun. Sehingga apabila ke depan rupiah lanjut menguat, maka kinerja keuangan INDF berpotensi membaik.

 

Dalam melakukan analisis saham Indofood juga perlu memperhatikan beberapa faktor seperti fluktuasi harga komoditas. Seperti contohnya penurunan pada harga terigu yang akan berimbas pada margin keuntungan Bogasari dan bisnis perkebunan.

 

Selain itu penurunan harga bahan baku komoditas, seperti gandum, CPO, dan susu skim, juga berpotensi dapat meningkatkan margin keuntungan INDF.


Lantas, bagaimana dengan key performance Indofood lainnya? Apakah menunjukkan sinyal positif? Kamu bisa tanya-jawab dan baca ulasan analisis selengkapnya di membership Emtrade.

Selain analisis fundamental, kamu juga mendapatkan ulasan tentang analisis saham Indofood secara teknikal. Hal ini akan semakin membuat keputusanmu lebih akurat karena dikombinasikan antara analisis fundamental dan analisis teknikal

Baca juga: Belajar Analisis Fundamental Part 1: Basic

Tertarik untuk cari tahu selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

analisis saham indofood

Atau hubungi tim sales Emtrade +6282134277144


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi