Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Analisis Saham BEKS: Mau Rights Issue Karena Rugi Terus, Apa Dampaknya?

26 Apr 2023, 16:09 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
analisis saham beks

Analisis Saham BEKS – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) adalah salah satu bank milik pemerintah daerah yang berfokus pada pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Banten.

Pergerakan harga saham BEKS di pasar modal terus mengalami fluktuasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Dulu BEKS sempat mengalami kenaikan harga saham yang signifikan, namun pada periode tertentu harga sahamnya juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Bahkan hingga saat ini sahamnya masih “tidur” di level 50.

Apa sih penyebabnya? Apakah dipengaruhi oleh faktor fundamental?  Dalam artikel ini, akan dibahas faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham BEKS, termasuk kinerja keuangan perusahaan. Berikut adalah ulasan singkat analisis saham BEKS.

Profil Bisnis BEKS

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) merupakan bank pembangunan daerah yang bergerak di sektor perbankan di Indonesia. Sebagai bank milik pemerintah daerah, BEKS memiliki fokus utama dalam membiayai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten. Bank ini juga melayani berbagai kebutuhan perbankan bagi masyarakat dan korporasi di wilayah Banten.

Sebagai salah satu bank pembangunan daerah yang berkembang pesat di Indonesia, BEKS telah memiliki jaringan yang luas di wilayah Banten. Saat ini, perseroan memiliki beberapa cabang dan kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di wilayah Banten.

BEKS juga memiliki berbagai produk dan layanan perbankan yang lengkap, seperti tabungan, deposito, kredit, kartu kredit, serta berbagai produk dan layanan transaksi perbankan lainnya.

Baca juga: Analisis Saham FREN: Akhirnya Laba Setelah Lama Rugi, Tanda Baik?

Analisis Saham BEKS dari Kinerja 2022

Sepanjang 2022 BEKS masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp239,28 miliar. Angka ini menyusut 10% secara tahunan dari posisi tahun 2021 sebesar Rp265,17 miliar.

Laporan keuangan yang diterbitkan BEKS menunjukkan bahwa kerugian tersebut salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya beban operasional perseroan sebesar 41% menjadi Rp538,46 miliar pada 2022. Beban operasional ini terdiri dari beban umum dan administrasi yang naik 59% menjadi Rp398,96 miliar, serta beban tenaga kerja dan tunjangan yang naik tipis menjadi Rp139,70 miliar dari Rp132,48 miliar.

Sementara itu, pendapatan bunga BEKS mengalami pertumbuhan sebesar 48% menjadi Rp460,46 miliar, namun diikuti oleh kenaikan beban bunga menjadi Rp304,16 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp251,4 miliar. 

Di sisi lain perseroan berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 166% menjadi Rp156,3 miliar dari posisi pada tahun 2021 sebesar Rp58,86 miliar.

Meskipun demikian, BEKS perlu terus meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban operasional untuk dapat memperbaiki kinerja keuangannya dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik di masa depan.

Hal tersebut sudah masuk dalam rencana di tahun ini di mana manajemen akan melakukan evaluasi proses operasi bank serta mengurangi biaya operasional. Sehingga perkembangannya perlu diperhatikan untuk keperluan analisis saham BEKS.

Baca juga: Analisis Saham INKP: Perusahaan Makin Cuan dan Efisien dalam Produksi

Rencana Rights Issue

BEKS berencana mengadakan aksi korporasi berupa rights issue pada tahun ini. Alasannya karena perseroan terus menderita kerugian sejak tahun 2014 dan telah mencapai total kerugian sebesar Rp2,89 triliun hingga akhir tahun 2022.

Untuk mengatasi masalah ini, manajemen BEKS memiliki rencana bisnis untuk melanjutkan proses penawaran umum terbatas VIII atau rights issue pada kuartal III-2023. Melalui penawaran ini, perseroan berharap memperoleh sekitar Rp600 miliar hingga Rp1,5 triliun.

Rencana rights issue tersebut diharapkan dapat mempengaruhi struktur permodalan dan likuiditas saham BEKS secara langsung. Selain itu, kondisi keuangan perseroan yang mendasar diharapkan akan membaik karena adanya peningkatan modal inti yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis BEKS.

Baca juga: Analisa Saham HMSP: Laba Bersih Terkoreksi Akibat Beban Cukai

Lalu, apakah saham BEKS potensial untuk trading saat ini? Bagaimana ulasannya secara teknikal? Cari tahu analisis saham BEKS selengkapnya dengan upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

analisis saham beks

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi