Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Analisis Saham CLEO: Laba Bersih Naik Tapi Utang Membengkak

14 Apr 2023, 14:43 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
analisis saham cleo

Analisis Saham CLEO – Berinvestasi dalam saham merupakan salah satu cara yang populer untuk mengembangkan kekayaan jangka panjang. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam suatu saham, penting untuk memahami latar belakang perusahaan dan potensi bisnisnya. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi performa saham tersebut.

Maka dari itu, artikel analisis saham ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi dan prospek bisnis perusahaan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) serta faktor-faktor yang mempengaruhi performa sahamnya di masa depan. Simak ulasan analisis saham berikut ini.

Profil Bisnis CLEO

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri air minum dalam kemasan (AMDK). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1983 dan memiliki beberapa merek terkenal seperti Cleo, Club dan Vica Royal. CLEO memiliki tiga pabrik yang terletak di Jakarta, Tangerang, dan Makassar dan mengoperasikan lebih dari 60.000 titik distribusi di seluruh Indonesia.

Produk CLEO terdiri dari air minum dalam kemasan ukuran 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1.500 ml, dan 19 liter, serta air minum dalam kemasan galon dan dispenser. Selain itu, perusahaan ini juga mengembangkan produk air minum kemasan dengan varian rasa yang beragam, seperti lemon, melon, jeruk, dan lain sebagainya.

Baca juga: Prospek Saham Garuda: Akhirnya Cetak Laba Setelah Rugi 5 Tahun

Analisis Saham CLEO

Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp195,6 miliar pada 2022 atau tumbuh 8,24% dari tahun 2021 yang hanya sebesar Rp180,71 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan nilai penjualan sepanjang tahun 2022 yang mencapai 23,64% menjadi Rp1,36 triliun.

Meskipun mencatatkan pertumbuhan laba bersih, total liabilitas CLEO pada akhir Desember 2022 juga mengalami peningkatan hingga 46,67% menjadi Rp508,37 miliar. Hal ini disebabkan oleh lonjakan utang bank sebesar 99 persen% menjadi Rp306 miliar yang diperoleh oleh CLEO sebagai modal kerja dan investasi pada 2022.

Selain itu, kenaikan utang usaha dan utang lain-lain juga turut berkontribusi pada kenaikan total liabilitas CLEO di akhir 2022 yang mencapai Rp1,18 triliun atau naik 18% dibanding posisi akhir Desember 2021 yang senilai Rp1 triliun.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi, CLEO memperoleh pinjaman baru di tahun 2022 meskipun hal ini berdampak pada peningkatan total liabilitas perusahaan. Kendati demikian, perusahaan diharapkan dapat mengelola utang dengan baik agar tetap dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif di masa yang akan datang dan investor bisa meninjau kembali terkait analisis saham CLEO ini.

Baca juga: Analisa Saham BBTN Hari Ini: Penyaluran Kredit Dorong Profitabilitas

Pada tahun 2023 ini CLEO menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp300 miliar. Selain untuk pembelian mesin baru, capex akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru dan pengembangan jaringan.

Adapun pencabutan PPKM yang mendorong mobilitas masyarakat kembali normal bisa meningkatkan kebutuhan air minum masyarakat. Sehingga dengan adanya langkah ekspansi dan pencabutan PPKM, penjualan di tahun ini ditargetkan tumbuh 30%

Lalu, apakah saham CLEO potensial untuk trading dan investasi saat ini? Bagaimana ulasannya secara teknikal? Cari tahu analisis saham CLEO selengkapnya dengan upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

 

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

analisis saham cleo

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Normalisasi Batu Bara Tekan Profitabilitas ITMG Sepanjang 2023

22 Feb 2024, 21:00 WIB
article
ArtikelInsight

ENRG Targetkan Produksi Migas Tumbuh 10-15% di 2024

22 Feb 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

SIDO: Kinerja Turun Secara Tahunan Namun Mentereng di Basis Kuartalan

20 Feb 2024, 13:55 WIB
article
ArtikelInsight

Pemilu di Depan Mata, Ini Deretan Emiten yang Terafiliasi Masing-Masing Paslon

13 Feb 2024, 12:11 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi