Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Telkomsel dan Indihome merger, Ini keuntungan untuk TLKM

13 Apr 2023, 16:08 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Telkom Group saat ini telah memulai strategi Five Bold Moves yang ditujukan untuk menciptakan aliran pendapatan baru dan memperkuat posisi perusahaan di pasar digital telco. Strategi ini berfokus pada lima segmen yang meliputi:

  1. Fixed-Mobile Convergence (FMC)

  2. InfraCo-Fiber Co

  3. Data Center (DC) Co 

  4. B2B Digital IT Services 

  5. DigiCo


Implementasi strategi Five Bold Moves oleh Telkom Group mulai dilaksanakan dengan mergenya anak usaha Indihome dan Telkomsel yang efektif Juli 2023. Sinergi Telkomsel dan IndiHome merupakan bentuk dari strategi Fixed & Mobile Convergence (FMC) Telkom. Dampak sinergi dari kedua anak usaha telkom berupa : 


  • Fresh opportunity for Telkomsel and Indihome customer service

Telkom Group berencana untuk mentransfer segmen dan operasi Indihome ke anak perusahaannya Telkomsel, sebagai bagian dari CSPA (Conditional Sales and Purchase Agreement). Hal Ini mencakup layanan seperti internet, IPTV, voice bundling, OTT, dan layanan digital termasuk dengan merek dan pelanggan yang sudah ada. Dengan merger Telkomsel dan Indihome diharapkan dapat memasuki pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan cross-selling dan memperluas basis pelanggan. 


Dampak positif terhadap pelanggan dari aksi merger ini adalah meningkatnya layanan dengan seamless experience, pelanggan dapat mengakses layanan digital yang lebih mudah dan merata yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan memperoleh layanan broadband yang lebih luas. 


  • Potential revenue 

Mergernya Telkomsel dan Indihome dapat menghasilkan pendapatan yang meningkat dari potensi sinergi yang bisa diperoleh, yang kemudian akan menghasilkan pendapatan bundling dari bisnis keduanya. Aksi korporasi ini diproyeksikan akan menghasilkan EBITDA 2023 sekitar Rp 56 triliun atau menyumbang sekitar 65% dari EBITDA Telkom Group tahun 2023. 


  • The delusional effect of Singtel's ownership and potential for re-investing

Merger Telkomsel dan Indihome dengan CSPA membuat kepemilikan Singtel di TSEL akan turun ke 29,6% dari 35% saat ini. Singtel berpotensi menyuntikkan kembali Rp2,7 triliun ke TSEL untuk mendapatkan saham TSEL lebih dari 30% (30,1%). Indonesia merupakan pasar penting bagi Singtel dan saat TSEL memulai siklus bisnis berikutnya yang mencakup penyebaran 5G, Singtel berpotensi untuk melakukan investasi baru dan meningkatkan sahamnya kembali ke maksimum 35%. 


  • Efisiensi biaya operasional (Opex) 

Sinergi FMC ini diproyeksikan dapat membantu TLKM untuk efisiensi biaya operasional (opex) sekitar Rp 1,6 triliun-Rp 1,9 triliun, selain biaya Opex juga dapat efisiensi Biaya belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Dampak Efisiensi pada biaya dapat membuat beban perusahaan berkurang dan akhirnya berpotensi membuat laba group Telkom meningkat. 


  • Sinergi Indihome dan Telkomsel akan fokus ke B2C 

Penggabungan Telkomsel dan Indihome akan berfokus di bidang B2C sehingga Telkom akan berkonsentrasi menggarap bidang B2B. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2022 pendapatan TLKM dari segmen telkomsel dan indihome masing-masing menyumbang 66,84% dan 19% dari total pendapatan TLKM. Sinergi anak usaha Telkom ini akan integrated internet solution yang fokus pada pelanggan secara langsung. 


Sedangkan untuk grup Telkom akan fokus pada segmen B2B yaitu dari Infra co, Data Center co, B2B digital IT services co dan digi co .Telkom sendiri telah memperkuat bisnis B2B IT Digital Services melalui pengambilalihan PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) dengan penyertaan modal sebesar Rp2,6 Triliun pada tahun 2022 untuk melayani pasar korporasi, BUMN, pemerintah, dan UMKM. selain itu TLKM juga menjalin kemitraan dan kerjasama dengan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan AWS untuk bisnis B2B Telkom. 


Dari sisi data center, grup Telkom telah menyelesaikan Groundbreaking NeutraDC Hyperscale Data Center (HDC) Batam pada desember tahun 2022. Grup Telkom sedang dalam langkah untuk menjadi pemain dalam industri data center di Indonesia maupun regional ASEAN, ditambah pada tahun 2030 untuk domestik sendiri membutuhkan minimal 1,200 MegaWatt atau 1,2 GW data center sehingga ini dapat dimanfaatkan oleh Telkom group dalam bisnis data centernya. Grup Telkom menilai perkembangan data center di Indonesia sekitar 33% berdasarkan 10-year Compound Annual Growth Rate (CAGR)


  • Valuasi 

Valuasi pasca merger Telkomsel dan Indihome dari KJPP adalah Rp378 triliun (Rp319 triliun Telkomsel + Rp58 triliun Indihome) terhitung sekitar 83,5% dari valuasi Telkom Group yang diperdagangkan pada Rp452 triliun. Sedangkan dari sisi valuasi saham TLKM menggunakan EV/EBITDA diperdagangkan pada 5,7 x atau berada pada fair value 5 tahunnya. 


Apakah sinergi kedua anak usaha bagus untuk jangka panjang Telkom Group ? bagaimana strategi trading dan investasi saham TLKM saat ini ? 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-ATA- 

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi