Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Laba Bersih Turun 80%, Bagaimana Prospek Saham BRMS?

11 Apr 2023, 08:50 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
prospek saham brms

Prospek Saham BRMS - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merupakan perusahaan tambang yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di Indonesia. BRMS adalah anak perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk, perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, saham BRMS telah menjadi salah satu saham yang menarik minat para investor di pasar modal Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas prospek saham BRMS serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja saham tersebut di masa depan. Untuk itu, silakan simak ulasannya sampai selesai.

Profil Bisnis BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) adalah perusahaan pertambangan yang fokus pada eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral di Indonesia. Bisnis utama BRMS terdiri dari tiga segmen yaitu tambang nikel, tambang emas, dan tambang perak.

Perusahaan ini memiliki beberapa aset tambang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Selain itu, BRMS juga memiliki konsesi tambang nikel di Papua yang dikelola melalui anak perusahaan, PT Gorontalo Minerals.

Selain bisnis pengusahaan mineral, BRMS juga mengembangkan bisnis pengolahan mineral dan jasa penunjang tambang, seperti pengolahan bijih emas dan perak, jasa penambangan batubara, dan jasa pengeboran. 

Baca juga: Analisis Saham CTRA: Laba Bersih Naik di Kala Pendapatan Menyusut

Bagaimana Prospek Saham BRMS?

Sepanjang tahun 2022 perseroan mengalami penurunan laba bersih yang cukup besar. Laba bersih BRMS sebesar US$13,6 juta atau turun sekitar 80% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai US$69,7 juta.

Meski begitu, pendapatan BRMS naik sebesar 10% menjadi US$11,64 juta, terutama didukung oleh peningkatan penjualan emas kepada PT Bhumi Satu Inti sebesar 39,2% menjadi US$ 10,1 juta. Namun, pendapatan jasa pertambangan BRMS justru turun sebesar 42,3% menjadi US$1,5 juta.

Penurunan laba bersih BRMS di tahun 2022 disebabkan oleh meningkatnya beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan BRMS membengkak 16,09% menjadi US$ 5,07 juta, terutama karena naiknya biaya bahan baku sebesar 33,8% menjadi US$2,25 juta dan biaya operasional yang melonjak hingga 307% menjadi US$1,495 juta.

Selain itu, BRMS juga harus mempertanggungjawabkan biaya penyusutan senilai US$697 ribu. Meskipun begitu, BRMS berhasil meraih bagian atas laba bersih investasi pada ventura bersama senilai US$ 11,796 juta di tahun 2022, sedangkan di tahun 2021 pos ini nihil.

Secara sentimen, prospek saham BRMS cukup bagus jika diuntungkan dari kenaikan harga emas yang naik. Adapun pada November 2022 lalu BRMS juga baru operasikan pabrik emas kedua di Palu. Sehingga penjualan emas berpotensi lebih optimal tahun ini karena produksi lebih banyak.

Meski begitu sebagai perusahaan tambang, BRMS menghadapi berbagai risiko bisnis seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah, serta risiko lingkungan.

Baca juga: Analisis Saham MYOR: Profitabilitas Tetap Solid di 2022

 Itu tadi adalah ulasan mengenai prospek saham BRMS. Bagaimana analisis teknikalnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

prospek saham brms

Atau hubungi tim sales Emtrade +6282134277144


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ASII Cetak Rekor Laba Bersih, Segini Potensi Dividennya

28 Feb 2024, 13:22 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih AALI Turun 34% Sepanjang 2023, Kapan Ada Perbaikan?

27 Feb 2024, 16:43 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih BFIN Turun Secara Tahunan Namun Naik Secara Kuartalan, Apa Penyebabnya?

26 Feb 2024, 15:43 WIB
article
ArtikelInsight

AUTO Cetak Kinerja Positif, Berapa Potensi Dividennya?

23 Feb 2024, 16:43 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi