Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Analisis Saham INTP: Laba Bersih Naik Tipis Tertahan Beban

31 Mar 2023, 16:16 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
analisis saham intp

Analisis Saham INTP – Mencari keuntungan di saham artinya harus siap meluangkan waktu untuk melakukan analisis guna mencari saham yang paling potensial. Salah satunya dilihat dari sisi fundamental waktu ke waktu dan posisi teknikalnya. Apa alasannya?

Karena perusahaan dengan performa keuangan yang kuat lah yang bisa menguntungkan para pemegang saham dengan view investasi jangka panjang. Begitu juga dari sisi teknikal sebagai tambahan. Jika investor masuk di saat yang tepat dengan kondisi fundamental yang bagus, hal ini akan semakin membuat keputusan lebih akurat.

Bagaimana dengan yang trading? Kebalikan dari investasi, fokusnya lebih tertuju ke analisis teknikal. Sedangkan analisis fundamental sifatnya hanya tambahan saja.

Masih dalam segmen artikel analisis saham, kali ini kita akan membahas tentang analisis saham INTP. Yuk, langsung saja simak ulasan singkatnya di bawah ini!

Profil INTP

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi semen dengan merek dagang Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali yang tersebar di seluruh Indonesia. Lini produk terbagi menjadi empat, yaitu:

  • Semen untuk retail: Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Semen Jempolan, dan Semen Putih Tiga Roda

  • Semen untuk industry: PCC, Semen Hidraulis, Semen Slag, OPC (Type I, II, dan V), Oil Well Cement, Semen Putih

  • Mortar: Acian TR-30, TR 15: Light brick layering, TR 20: Light brick plaster, dan TR 10: Red brick layering & precast.

  • Non-semen: Ready Mix: Pionirbeton Industri, Agregat, RAPI: Precast/Fabricated House.

Dalam hal pemasaran, target pasar INTP cukup berdistribusi di mana pada tahun 2022 penjualan di Pulau Jawa dibandingkan di luar Jawa memiliki rasio 52% dan 48%.

Sedangkan dalam hal kepemilikan INTP merupakan bagian dari HeidelbergCement Group, perusahaan building materials asal Jerman yang saat ini memiliki 51% saham INTP melalui salah satu anak usahanya, Birchwood. Sedangkan sisanya dimiliki oleh masyarakat.

Baca juga: Analisis Saham BUMI: Cetak Rekor Pendapatan di 2022, Apa Pendorongnya?

Analisis Saham INTP dari Kinerja 2022

analisis saham intp

INTP mencatatkan pertumbuhan pendapatan +10,5% secara tahunan menjadi Rp16,3 triliun dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp14,7 triliun. Hal ini dikarenakan kenaikan di beberapa aspek:


  • Penjualan semen kepada pihak berelasi secara keseluruhan meningkat +14,4% dari Rp215 miliar di 2021 menjadi Rp246 miliar di 2022. 

  • Penjualan semen kepada pihak ketika tumbuh +9,7% dari Rp13,4 triliun di 2021 menjadi Rp14,7 triliun.

  • Penjualan beton siap pakai tumbuh +21,7% dari Rp1,06 triliun di 2021 menjadi Rp 1,29 triliun.


Di sisi lain penjualan agregat justru menurun dari Rp57 miliar di 2021 menjadi Rp29 miliar di 2022.

 

Kemudian dari sisi beban pokok terjadi kenaikan sebesar +16% dari tahun 2021 yang  didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar yang naik +17,85% menjadi Rp 2,2 Triliun di sepanjang 2022. Meski begitu INTP masih membukukan kenaikan laba bersih +3% menjadi Rp1,8 triliun secara tahunan. 


Baca juga: Analisis Saham WIIM: Laba Bersih 41,13% Ditopang Sigaret Kretek Mesin

Sentimen yang Perlu Diperhatikan

Bagi yang tertarik atau sudah punya sahamnya, ada beberapa risiko yang mungkin dihadapi INTP. Salah satunya menurunnya konsumsi bermodal besar masyarakat mendekati pemilu presiden. Di mana biasanya masyarakat menahan pengeluaran untuk membangun dan renovasi rumah.

Adapun risiko lainnya seperti kebijakan harga domestic price obligation (BM) atau batas wajib pasokan dalam negeri, fluktuasi harga komoditas, dan penerapan kebijakan Zero Over Dimension Overload (Zero ODOL). Sebagai informasi, Zero ODOL diterapkan guna membatasi kendaraan yang lebih muatan. Sehingga bisa menaikkan biaya pengangkutan dan transportasi perusahaan.

Baca juga: Analisis Saham UNVR: Laba Bersih Turun Meski Penjualan Naik

Mau cari tahu dan simak analisis saham INTP selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Pakai kode promo: BLOG (untuk dapat bonus 1 bulan)

analisis saham intp   

Atau hubungi tim sales Emtrade + 6282134277144

 -ATA & RE-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ASII Cetak Rekor Laba Bersih, Segini Potensi Dividennya

28 Feb 2024, 13:22 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih AALI Turun 34% Sepanjang 2023, Kapan Ada Perbaikan?

27 Feb 2024, 16:43 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih BFIN Turun Secara Tahunan Namun Naik Secara Kuartalan, Apa Penyebabnya?

26 Feb 2024, 15:43 WIB
article
ArtikelInsight

AUTO Cetak Kinerja Positif, Berapa Potensi Dividennya?

23 Feb 2024, 16:43 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi