Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Efek Bangkrutnya SVB dan Kawan-kawan ke Indonesia

13 Mar 2023, 13:51 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sistem keuangan AS terguncang akibat keguguran 3 bank yang terjadi hanya berselang 48 jam saja. Bermula dari regulator California yang menutup Silvergate Bank pada 8 Maret 2023, kemudian SVB (Silicon Valley Bank) pada 10 Maret 2023. Menyusul itu, Signature Bank yang berbasis di New York juga ditutup pada Maret 2023. 


Kondisi ini menjadi kegagalan perbankan AS sejak krisis keuangan 2008 dan terbesar kedua yang pernah ada di AS, serta membuat pelaku pasar khawatir terulangnya krisis 2008 lalu. Berikut kronologi kejadiannya : 


Silvergate Bank 

Silvergate Bank melaporkan kebangkrutan pada 8 Maret 2023, ini terjadi karena kerugian yang tercatat pada kuartal 4/2022 sebesar USD 1,05 miliar merupakan efek kebangkrutan FTX, salah satu exchange crypto yang merupakan pelanggan utama Silvergate. 


Kebangkrutan FTX jadi salah satu faktor jatuhnya kripto tahun lalu hingga puluhan persen. Ini membuat pelaku pasar menjual kripto untuk ditukarkan ke USD. Sebagai bank yang fokus di industri kripto, Silvergate merasakan dampak kekurangan likuiditas ketika banyak orang menukar kripto dengan USD dalam waktu singkat. 


Solusi untuk menambah likuiditas dalam waktu cepat adalah harus menjual asetnya seperti US treasury bond, Municipal Bond, dan Mortgage Bank Securities.  Masalahnya adalah situasi saat ini ketika tren suku bunga naik harga aset tersebut turun dalam, sehingga dengan terpaksa Silvergate harus jual rugi. 


Silicon Valley Bank 

Dua hari berselang setelah Silvergate, bank kedua yang melaporkan kebangkrutan adalah Silicon Valley Bank (SVB) pada 10 Maret 2023. SVB ini sempat masuk ke dalam bank AS terbesar ke-16 yang mengelola aset lebih dari USD 210 miliar. 


Kejatuhan asetnya terjadi karena ada pelanggan SVB yang menarik simpanan hingga USD 42 miliar, sehingga saldo kas jadi  negatif sebesar USD 958 miliar. Hal ini menuntut SVB harus mengumpulkan USD 2,25 miliar untuk menopang neracanya. 


Pelanggan SVB yang menarik dana ini kebanyakan dari industri teknologi yang saat ini sedang berusaha mempertahankan bisnis akibat krisis dari kejatuhan kripto tahun lalu, gelombang PHK, dll.  Perlu diketahui SVB merupakan bank yang banyak digunakan oleh sekitar 44% dari perusahaan teknologi yang dukung Venture Capital AS. 


Namun, masalahnya bukanlah pada kejatuhan kripto melainkan kegagalan pada leverage yang ditaruhkan pada obligasi AS di situasi tren suku bunga naik yang menyebabkan harga obligasi turun tajam dan akhirnya SVB mengalami kerugian USD 1,8 miliar dari portofolio USD 21 miliar. 


Signature Bank  

Selanjutnya, yang menyusul SIlvergate dan SVB adalah Signature Bank yang melaporkan bangkrut pada 12 Maret 2023. Kejatuhan Signature Bank ini juga merupakan domino effect dari kejatuhan kripto tahun lalu yang membuat orang-orang menariknya uangnya, sehingga bank mengalami kekurangan likuiditas. Diketahui, per September 2022 jumlah simpanan dari kripto hampir mencapai seperempat dari total simpanan Signature Bank. 


Persamaan dari ketiga bank AS yang bangkrut ini adalah manajemen yang kurang bijaksana karena porsi simpanan yang lebih terkonsentrasi pada 1 sektor saja, sehingga ketika sektor tersebut mengalami krisis, bank pun terdampak kekurangan likuiditas. 


Menanggapi bangkrutnya tiga bank tersebut, FDIC atau sejenis lembaga penjamin simpanan di AS dan the Fed merespon dengan cepat pada Rapat hari ini 13 Maret 2023 yang menghasilkan pernyataan dana pihak ketiga akan ditanggung penuh tanpa melihat batasan penjaminan USD 250.000. 


Bagaimana Dampaknya? 

Dampak dari ketiga bank yang bangkrut ini akan memicu risiko sistematik ke nasabah bank-bank lain untuk mengamankan modalnya ke aset-aset yang lebih konservatif seperti gold dan dolar AS. Selain itu, bisa memicu kebijakan the Fed di FOMC meeting akhir Maret mendatang ini tidak akan terlalu agresif. Kondisi global yang penuh ketidakpastian seperti ini juga akan memicu aliran asing keluar dari IHSG lebih banyak yang membuat pergerakan market cenderung lebih sepi. . 


Walaupun begitu, kami masih tetap optimis untuk pergerakan IHSG dalam jangka panjang karena ketahanan perbankan nasional masih kuat terlihat dari likuiditas yang melimpah dan struktur permodalan kuat, sehingga penyaluran kredit masih ekspansif, sehingga akselerasi ke pertumbuhan ekonomi pun masih positif.  


Kesimpulannya, sebagai investor kita mendapatkan pembelajaran yang penting supaya jangan hanya fokus investasi di satu sektor saja. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya diversifikasi di berbagai sektor maupun di beberapa aset untuk meminimalisir risiko portofolio dan antisipasi potensi aliran keluar asing yang potensi masih bisa berlanjut. 


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.


-TN- 

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
ArtikelInsight

Skema Right Issue INCO dan Proyek Jumbo yang Sedang Berlangsung

21 Mar 2024, 13:25 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi