Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Siap-Siap Cuan! Begini Tanda Pasar Saham Bullish

12 Feb 2023, 19:17 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Berbeda dengan investor jangka panjang yang mencari peluang di saat bearish, trader justru memaksimalkan profit saat pasar saham sedang bullish. Alasannya apalagi kalau bukan karena timeframe yang lebih singkat. Kecenderungan saham yang terus bergerak naik memberikan keuntungan jangka pendek hingga menengah.

Maka dari itu, penting untuk kamu yang trader tahu bagaimana sih tanda-tanda awal terjadinya bulli market. Supaya lebih jelas, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian Bullish

Apa maksud dari istilah bullish? Seperti yang disebutkan sebelumnya, bullish menunjukkan situasi pasar saham yang secara umum mengalami penguatan. Istilah bullish berasal dari kata dalam Bahasa Inggris “bull” yang artinya banteng. Disebut kenaikan pasar karena seekor banteng menyerang lawan dengan cara menyerudukkan tanduknya ke arah atas.

Kondisi bullish biasanya terjadi ketika perekonomian di suatu negara membaik, tingkat pendapatan per kapita meningkat, dan level pengangguran menurun. Pada situasi seperti ini, perusahaan akan diuntungkan untuk mengembangkan bisnis mereka. Sehingga investor memiliki keyakinan yang positif tentang prospek ekonomi dan kinerja perusahaan, dan biasanya mereka akan membeli saham dengan harapan harga akan terus naik.

Baca juga: Tips Mengatasi Emosi Ingin Buru-Buru Jual Saham Saat Baru Naik atau Turun Sedikit

 Kapan Pasar Saham Bullish?

Bull markets are born on pessimism, grow on skepticism, mature on optimism, and die on euphoria” – John Templeton

Investor ulung John Templeton pernah melakukan riset terhadap pasar saham dan hasilnya menunjukkan kondisi bullish terbentuk dari psikologi investor. Di antaranya adalah rasa pesimis, skeptis, optimis, dan euforia. Di sini sikap investor cenderung positif terhadap market, sehingga banyak yang melakukan pembelian. Nah, inilah yang kemudian membuat harga saham naik.


Pembahasan lebih detail tentang masing-masing siklus psikologi investor saat bullish bisa kamu baca di artikel berikut ini.

Baca juga: Siklus Psikologi Investor Saham yang Wajib Kamu Tahu

Bagaimana Cara Identifikasi Market yang Bullish?

Demand besar

Demand besar berarti permintaan beli besar. Akhir-akhir ini demand di pasar saham cukup tinggi meskipun net buy asing masih belum terlalu signifikan. Tingginya permintaan ini menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi awal terjadinya bullish.

Apalagi saat ini saham-saham big bank sudah cenderung naik. Seperti yang kita tahu, recovery ekonomi pertama kali didorong oleh harga-harga saham big bank yang sifatnya menjadi leading indicator.  

Intinya, jika demand lebih besar daripada supply, saham berpotensi naik (dalam hal ini permintaan beli lebih besar daripada jual). Sebaliknya, jika supply lebih besar daripada demand, saham berpotensi turun (dalam hal ini tekanan jual lebih besar daripada beli).

Dilihat dari volume

Ukuran demand bisa dilihat secara teknikal, yaitu melalui volume. Volume menunjukkan seberapa banyak jumlah saham yang diperjualbelikan selama periode waktu tertentu. Apabila volume bar berwarna hijau tinggi, artinya tekanan beli tinggi. Namun, apabila volume bar berwarna merah tinggi, tekanan, artinya tekanan jual tinggi.

Sederhananya, kenaikan harga saham yang diikuti oleh kenaikan volume (berwarna hijau) mengonfirmasi adanya kelanjutan naik.


Ketahui posisi siklusnya

Kemudian yang paling penting dalam mengidentifikasi kondisi bullish adalah memahami siklus harga saham. Nah, siklus ini yang terbentuk dari adanya siklus psikologi investor yang sebelumnya dibahas.


Berdasarkan gambar di atas, terlihat kenaikan pasar saham terjadi di stage 2 atau fase partisipasi. Namun, akan lebih baik jika kita sudah mengantisipasi sejak awal dari stage 1. Di tahap ini harga saham masih bergerak sideways. Biasanya semakin panjang sideways, pantulan untuk masuk ke stage 2 semakin bagus.

Stage 1 juga disebut bullish reversal karena pada fase ini harga saham sedang bersiap menuju pembalikan ke arah naik. Berikut adalah pola chart bullish reversal.


Nah, biasanya selama stage 1 terjadi, chart saham akan membentuk pola seperti di atas. Lalu, kapan saham masuk ke stage 2? Ketika terjadi breakout dari pola tersebut. Breakout adalah kondisi saham bergerak naik hingga melewati garis resisten.


Pembahasan lebih lengkap tentang tanda-tanda dimulainya suatu siklus saham dapat dibaca di artikel berikut ini.

Tonton Juga: Cuantastik Strategi Trading Saat Market Mulai Bullish

Mau belajar trading saham dan dapat trading signal secara real-time? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelTeknikal

Bullish Reversal adalah Sebuah Peluang bagi Trader. Pahami Polanya

10 Mar 2022, 15:22 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi