Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Gimana Cara Tahu Saham Berpotensi Naik? Cek di Sini!

4 Feb 2023, 14:01 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders, selama sepekan terakhir IHSG mulai cenderung bergerak naik sebesar 0,14% ke level 6.911. Hal ini sedikit banyak ditopang oleh kenaikan suku bunga The Fed yang melandai sebesar 25 basis poin. Saat ini IHSG berada di stage 1 dan membentuk pola bullish reversal inverse head and shoulders.

Nah, di saat seperti ini, trader bisa mulai berburu saham potensial lagi nih. Kira-kira bagaimana ciri-ciri harga saham yang bakal naik? Yuk, simak ulasannya di artikel ini!

Demand Lebih Besar dari Supply

Pertama, kita fokus ke faktor terbesar penggerak harga saham, yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan). Jika supply melebihi demand, maka ada potensi harga saham akan mengalami penurunan. Contohnya, ketika trader ramai-ramai jual untuk profit taking, biasanya saham akan turun. 

Kemudian jika demand lebih besar dari supply, maka ada potensi harga saham akan meningkat. Contohnya, ketika ada sentimen positif yang kemudian meningkatkan minat trader untuk beli.

Untuk itu, perhatikan apakah demand-nya lebih besar daripada supply? Bisa diketahui dengan cara cek saham apa yang paling sering muncul di running trade. Lalu, cek bid-offer. 


Contonya, saham GOTO di awal sesi baru ditransaksikan di harga offer 380. Kemudian permintaan meningkat di akhir sesi menjelang closing pada harga offer 414 karena banyak yang ingin melakukan pembelian. Tingginya permintaan ini biasanya dipengaruhi oleh prospek fundamental dan katalis perusahaan.

Baca juga: Cara Mengetahui Saham yang Aktif Diperjualbelikan

Saham Tidak Membentuk Lower Low


Dalam analisis teknikal, lower low menggambarkan titik terendah saham yang lebih rendah daripada titik terendah sebelumnya. Sedangkan lower high menggambarkan titik tertinggi saham yang lebih rendah daripada titik tertinggi sebelumnya. Keduanya menandakan downtrend. Jadi selama harga saham tidak membentuk lower low dan lower high, maka ada potensi saham akan atau sudah berada di uptrend.

Kebalikan dari downtrend, uptrend ditandai dengan higher high dan higher low. Higher high adalah titik tertinggi saham yang lebih tinggi daripada titik tertinggi sebelumnya. Di sisi lain, higher low adalah titik terendah yang lebih tinggi daripada titik terendah sebelumnya. Hal ini menunjukkan harga saham terus mengalami penguatan.

Nah, kalau high dan low sejajar, itu berarti saham sedang sideways. Biasanya akan diikuti oleh uptrend, tergantung posisi siklus. Kalau breakout, maka biasanya harga saham akan berbalik arah dari sideways menuju naik. Gimana cara tahunya? Simak poin berikutnya.

Baca juga: Belajar Analisis Teknikal Part 1: Basic

Mulai Muncul Tanda Akumulasi


Akumulasi itu apa sih? Akumulasi merupakan stage 1 dari siklus harga saham yang membentuk sideways dan sebelumnya didahului downtrend di stage 4. Terjadi ketika harga saham masih sangat murah dan ritel masih cenderung takut untuk masuk karena sebelumnya turun tajam. Namun, di sinilah big money mulai mengakumulasi atau melakukan pembelian.

Fase akumulasi ditandai dengan harga turun disertai volume turun yang menunjukkan tekanan jual relatif melandai. Nah, fase ini akan diikuti oleh uptrend di stage 2 ketika berhasil breakout dari base panjang disertai lonjakan volume yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa big money sudah selesai mengakumulasi.


Baca juga: 4 Siklus Pasar Saham: Akumulasi, Partisipasi, Distribusi, dan Kapitulasi

Kapan Saat yang Tepat untuk Beli?

Posisi breakout dengan konfirmasi volume besar dari sideways stage 1 sering kali dijadikan timing yang tepat untuk beli. Sebab seperti yang disebutkan sebelumnya, begitu stage 1 selesai, maka harga saham akan melanjutkan penguatan di stage 2. Stage 1 biasanya akan membentuk pattern bullish reversal yang terdiri dari v pattern, double bottom, triple bottom, dan lain-lain.


Di mana persisnya pembelian dilakukan? Trader bisa ambil posisi buy saat harga saham ter-breakout dengan volume tinggi dari pattern di atas. Breakout berarti saham naik menembus area resistance. Biasanya semakin panjang sideways (long base), semakin kencang breakout-nya. Selanjutnya saham tetap di-hold selama tidak patah dari uptrendline.

Baca juga: Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

Strategi Beli Saat Sudah Terlanjur Naik Tinggi

Jika tertinggal beli dan harga saham sudah terlanjur naik tinggi, lebih baik wait and see terlebih dahulu untuk mengantisipasi adanya peluang dari retracement. Dalam konteks ini, retracement adalah koreksi sementara di tengah-tengah tren besar yang masih uptrend. Beli ketika harga saham retrace ke area bekas breakout sebelumnya dan memantul disertai lonjakan volume tinggi.  


Baca juga: Arti Buy on Retracement di Saham, Apa dan Bagaimana Strateginya?

Sampai Kapan Saham Akan Naik?

Ketika tren harga saham sudah membentuk lower high dan terjadi patah tren. Parah tren artinya harga saham turun melewati support (breakdown) dari uptrend. Jika ini terjadi, pertimbangkan untuk profit taking dulu sebelum turun lebih dalam yang bisa mengakibatkan kerugian secara capital gain. 


Tonton: Cuantastik Cara Praktis Tahu Harga Saham Akan Naik

Gimana? Jadi lebih siap ya untuk mulai trading lagi? Kalau kamu mau dapat trading signal lengkap dengan analisis dan insight market harian, upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelPemula

Begini Perbedaan Chart Monthly, Daily, dan Intraday, Pakai yang Mana?

11 Okt 2023, 16:43 WIB
article
ArtikelTeknikal

Begini Cara Screening Saham yang Layak Masuk Watchlist

3 Jan 2023, 16:35 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Take Profit Saat Harga Saham Mencapai All Time High

28 Nov 2022, 17:16 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi