Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China, Gimana Dampaknya ke Saham?

31 Jan 2023, 15:42 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

International Monetary Fund (IMF) kembali melakukan revisi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini. Terbaru, IMF menaikkan proyeksi menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,4% pada perkiraan Oktober 2022 lalu. China menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya diproyeksi tumbuh positif di tengah tantangan perlambatan ekonomi global. 


Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi China 


IMF mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi alasan optimisme pertumbuhan ekonomi China di 2023. Pertama, dengan adanya penghapusan kebijakan Zero Covid-19 Cases pada akhir 2022 lalu  akan berdampak pada rantai pasokan global yang membaik dan meningkatkan permintaan domestik. 


Kedua, penghapusan kebijakan lockdown di China secara bertahap juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi positif karena mobilitas akan meningkat dan industri manufaktur akan berangsur pulih. 


Perlu diketahui, ketika ekonomi China berangsur pulih ini akan berdampak ke ekonomi di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, mengapa begitu? 


Dampak Pertumbuhan Ekonomi China ke Indonesia 


Indonesia merupakan negara produsen komoditas terbesar, sedangkan China sejak 4 dekade terakhir dinobatkan sebagai pusat manufaktur dunia. Oleh karena itu, ketika ekonomi China bertumbuh maka kondisi manufaktur pun akan semakin pulih yang akan berdampak positif ke Indonesia. 


Indonesia memiliki peran sebagai pemasok komoditas ke China untuk mendukung industri manufakturnya. Dengan begitu, ekspor komoditas tentu saja akan meningkat. Perlu diketahui, China berkontribusi hingga 60% lebih atas demand komoditas metals secara global. 


Untuk komoditas lain seperti Crude Palm Oil (CPO) juga akan terdampak positif karena potensi demand yang meningkat mengingat China merupakan konsumen CPO tertinggi kedua di dunia setelah India. 


Selain itu, secara sektoral Retail juga akan diuntungkan seiring ekonomi China yang semakin pulih karena gangguan pasokan mereda akan menjaga harga barang menjadi lebih murah serta aktivitas ekspor-impor akan lebih lancar. 


Walaupun begitu, tetap ada risiko yang perlu diantisipasi ke depan mengingat perlambatan ekonomi global masih potensi terjadi, sehingga permintaan global bisa melambat. 


Kesimpulannya, walaupun ekonomi global diprediksi melambat di 2023, IMF malah memproyeksikan ekonomi China tetap tumbuh positif 5,2% di 2023. Hal ini akan berdampak positif ke Indonesia terutama dari sisi ekspor komoditas metals dan CPO, serta sektor retail. 


Mau belajar trading dan investasi saham lainnya secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-TN-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi