Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Belakangan ini kita melihat pergerakan market yang masih sideways. Bahkan, sejak awal tahun IHSG masih tercatat minus dan belum kunjung keluar dari zona merah walaupun kemarin sempat ditutup hijau.

Tren sideways menunjukkan kondisi market yang bergerak cenderung mendatar dan penuh keraguan, sehingga cukup sulit mencari peluang trading. Tantangannya adalah dibeli turun, dijual naik.

Maka dari itu di saat seperti ini kita perlu mempersiapkan strategi khusus agar tetap dapat mendulang cuan di pasar saham. Sebelum mengulas strateginya, pahami dulu siklus pasar saham yang menjadi dasar ilmu analisis teknikal.

Memahami Siklus Pasar Saham

Kenapa sih trader harus pelajari siklus pasar saham? Simpelnya sih untuk mengetahui posisi saat ini. Dengan begitu kita bisa tentukan strategi yang tepat sesuai dengan siklus yang sedang berlangsung. Pada dasarnya harga saham bergerak dalam sebuah siklus yang berulang-ulang. Jadi, tidak selamanya bergerak di satu tren, baik itu sideways, uptrend, maupun downtrend.


Siklus pasar saham terdiri dari empat jenis, yaitu:

  • Fase akumulasi (stage 1)

Di fase ini sedang terjadi tren sideways bullish reversal setelah sebelumnya harga saham mengalami downtrend. [klik di sini untuk baca selengkapnya]

  • Fase partisipasi (stage 2)

Di fase ini sedang terjadi tren bullish continuation setelah sebelumnya harga saham breakout atau keluar dari sideways bullish reversal. [klik di sini untuk baca selengkapnya]

  • Fase distribusi (stage 3)

Di fase ini sedang terjadi tren sideways bearish reversal setelah sebelumnya harga saham mengalami penguatan yang signifikan. [klik di sini untuk baca selengkapnya]

  •  Fase kapitulasi (stage 4)

Di fase ini sedang terjadi tren bearish continuation setelah sebelumnya harga saham breakdown atau keluar dari sideways bearish reversal. [klik di sini untuk baca selengkapnya]

Nah, dari sini kita menyadari bahwa di setiap siklus akan terjadi satu tren besar, yaitu sideways, uptrend, dan downtrend. Apabila saat ini sedang sideways, maka ada dua kemungkinan posisi pasar sedang berada di stage 1 yang akan diikuti oleh uptrend atau stage 3 yang akan diikuti oleh downtrend.

Baca juga: 4 Siklus Pasar Saham: Akumulasi, Partisipasi, Distribusi, dan Kapitulasi

Strategi Trading Saat Sideways

  • Swing trading dan scalping

Swing trading atau trading jangka pendek adalah strategi jual-beli saham selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Swing trading bisa dilakukan di stage 1, 3, dan 4. Namun, peluang terbaik ada di stage 1 mengingat harga saham bersiap-siap untuk breakout dan masuk ke uptrend. 

Sementara itu scalping merupakan strategi trading dalam waktu singkat atau intra day. Strategi ini kurang disarankan untuk pemula.

  • Fokus cuan bungkus

Fokusnya adalah buy on weakness dan sell on strength. Apa maksudnya? Buy on weakness membeli saham di area support yang secara tren didahului downtrend, sedangkan sell on strength menjual saham di area resistance. Maka dari itu kamu perlu tentukan dulu area support dan resistance-nya.  

Baca juga: Cara Menentukan Support dan Resistance Saham yang Trader Harus Tahu

  • Cuan dikit lebih baik

Selama tren sideways, trader harus cepat lakukan profit taking dan stop loss. Alasannya karena tidak jarang saham bergerak breakdown dari support, terutama saham yang berada di stage 4. Jika saham ter-breakdown, indikasinya harga saham akan lanjut turun. Oleh sebab itu mindset-nya adalah cuan sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Ketika sideways, fokusnya bukan cuan sebanyak-banyaknya, tapi untuk survive.

  • Pemula sebaiknya wait and see

Bagi pemula yang belum siap dengan fluktuasi, lebih baik wait and see dan jangan terburu-buru saat market sideways. 

  • Always start small

Apabila kamu tetap ingin trading saat sideways, maka wajib atur money management dengan pakai modal yang nominalnya kecil. Seberapa kecil? Tergantung profil risiko masing-masing individu. Pastikan modalnya sesuai dengan kesiapan kamu dalam menghadapi risiko pasar. Kalau rugi hingga puluhan persen, kamu tetap nyaman dengan kerugian tersebut.

Tonton Recording Cuantastik:  Strategi Trading Saat Market Sideways

Mau dapat bimbingan trading di segala kondisi dari Coach Emtrade dan bocoran saham-saham potensial? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelInsight

Auto Rejection Simetris Tahap 1 Berlaku Pekan Depan, Begini Tipsnya

30 Mei 2023, 16:43 WIB
article
ArtikelTeknikal

Ciri-Ciri Saham yang Menarik untuk Trading Saat Market Turun

10 Jan 2023, 15:32 WIB
article
ArtikelTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi