Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Deretan Emiten Penambang Emas di Indonesia

5 Jan 2023, 15:32 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Banyak yang berpendapat harga emas bakal berkilau terang di tahun ini. Disebut-sebut emas berpotensi naik hingga US$3.000 per troy ons. Bahkan ada juga yang memprediksi harganya naik sekitar 120% ke level US$4.000 per troy ons. Hal tersebut didasari adanya isu resesi dan pelonggaran kebijakan The Fed.

Seperti diketahui, harga emas memang selalu melesat setelah terjadi krisis ekonomi. Namun, berdasarkan data historis kenaikannya hanya berkisar 20%-30% saja. Seperti saat stagflasi tahun 1973, harga emas naik 73%, sedangkan The Great Recession 2008 dan pandemi Covid-19 2020 masing-masing 32% dan 25%.

Nah, jika prediksi tahun ini menjadi kenyataan, pastinya deretan emiten penambang emas ini bakal terkena durian runtuh. Siapa saja?

ANTM

Emas merupakan sumber pendapatan terbesar bagi ANTM. Per kuartal III/2022, emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan porsi 70% terhadap total penjualan perseroan. Nilainya mencapai Rp23,53 triliun dengan jumlah penjualan 25.931 kg, naik dari 19.870 kg tahun lalu. Capaian itu hampir mendekati target penjualan di tahun 2022, yaitu 28.011 kg.

Hingga September 2022, volume produksi emas ANTM dari tambang Pongkor telah mencapai 967 kg, melampaui target 2022, yakni 911 kg.

Sementara itu feronikel menempati posisi kedua dengan porsi penjualan 15% dari total penjualan konsolidasian ANTM sebesar Rp4,91 triliun. Di posisi ketiga ada bijih nikel dengan kontribusi penjualan sebesar Rp3,56 triliun.

Sepanjang periode sembilan bulan pertama 2022 ANTM mencetak laba bersih Rp2,63 triliun, naik 54% secara tahunan dari sebelumnya Rp1,71 triliun. Secara keseluruhan penjualan tumbuh 25% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp26,48 triliun menjadi Rp33,68 triliun.

Baca juga: Ada Rencana Divestasi, Begini Nasib INCO Kalau Jadi BUMN

MDKA

Pendapatan MDKA hingga kuartal III/2022 didominasi oleh penjualan emas, perak, katoda tembaga, dan feronikel kepada pihak ektiga ekspor senilai US$521,21 juta. Peningkatan pendapatan tambang emas Tujuh Bukit sebesar 36% menjadi US$220 juta, terutama didorong oleh peningkatan produksi emas dari 95.883 ons menjadi 107.168 ons. Adapun harga emas realisasi rata-rta meningkat dari US$1.795 per ons menjadi US$1.820 per ons.

Sementara itu penjualan domestik mencapai US$ 96,73 juta hingga kuartal III-2022. Perseroan juga mencatatkan pendapatan lain-lain senilai US$ 2,01 juta pada periode Januari-September 2022.

Emiten milik Sandiaga Uno ini membukukan kenaikan pada laba bersih sebesar 228,47% secara tahunan dari US$21,06 juta menjadi US$69,19 juta per September 2022. Hal ini sejalan dengan pendapatan yang meningkat 140% dari US$261 juta menjadi US$626 juta atau setara Rp9,7 triliun.

Baca juga: 5 Saham Sektoral Paling Berpengaruh di IDX

ARCI

Hingga semester I-2022, ARCI telah mencapai target produksi emas sebesar 58,3 kilo ons. Namun, per September 2022 produksi emas ARCI menurun 31% secara tahunan dari 127,8 kilo ons menjadi 87,8 kilo ons. Secara konsolidasi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ARCI lebih rendah 30% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu US$236,5 juta menjadi US$165,5 juta saja.

Berdasarkan tujuannya, penjualan domestik mendominasi pendapatan ARCI mencapai US$119,5 juta, naik dari periode sama tahun lalu US$60,8 juta. Di sisi lain penjualan luar negeri justru naik dari US$175,6 juta menjadi US$46,1 juta.

Sementara itu, berdasarkan pelanggan, penjualan kepada PT Bhumi Satu Inti menjadi yang terbesar, yakni mencapai US$113,4 juta atau 68,49% dari total pendapatan ARCI.

Baca juga: Stop Lakukan 7 Hal Ini Saat Berinvestasi Saham di 2023

PSAB

Per September 2022, total emas yang diproduksi oleh PSAB mencapai 43.036 ons. Namun, PSAB rugi bersih US$2,7 juta atau turun 83,03% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$15,91 juta. Sejalan, nilai penjualan juga mengalami penurunan 59,81% dari US$191,78 juta menjadi US$77,07 juta.

Saat ini perseroan sedang mengembangkan proyek tambang emas Doup dan pembangunan jalan akses pit Tapagale yang berada di area pertambangan emas Bakan di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Emas yang terpendam di Bakan disebut-sebut punya grade yang cukup tinggi, yaitu 0,81 gram per ton.

Dalam hal ini, PSAB menggelontorkan capex untuk proyek Bakan total senilai US$20 juta di mana per November 2022 sudah terpakai US$6,7 juta. Pembangunan akses jalan diperkirakan akan selesai pada kuarta I/2023.

Ketika kelar, PSAB dapat lebih mengoptimalkan produksi emas dari proyek Bakan yang diperkirakan sebesar 80.000 ton per tahun. Proyek tersebut memiliki sumber daya emas sebanyak 1,1 juta ons dan cadangan sebanyak 614.000 ons.

Baca juga: Kepentingan Non-Pengendali pada Laporan Keuangan itu Apa Sih?

BRMS

Hingga September 2022, BRMS melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), berhasil meningkatkan produksi emasnya sebesar 26% menjadi 124 kg dari sebelumnya 98 kg. Dampaknya, pendapatan BRMS dari penjualan emas meningkat sebesar 28%, dari US$ 5,6 juta menjadi US$ 7,2 juta. Sedangkan jasa pertambangan mencapai US$1,1 juta, turun dari sebelumnya US$2,6 juta.

Target produksi emas pada 2022 sampai 2024 akan mencapai 19.000, 26.000, dan 59.000 ons, seiring dengan adanya tambahan kapasitas dari pabrik emas kedua di Palu. Hal itu ditopang pula oleh temuan sumber daya dan cadangan mineral di Palu, Sulawesi Tengah. 

Pada periode sembilan bulan pertama 2022, laba bersih BRMS turun 6,24% menjadi US$6,46 miliar dari sebelumnya US$6,89 juta. Namun, pendapatan naik tipis 1% jika dibandingkan periode sama tahun lalu US$8,23 juta menjadi US$8,32 JUTA.

UNTR

UNTR melakukan diversifikasi bisnis ke tambang emas melalui anak usahanya, PT Agincourt Resources pada tahun 2018 silam. Pada periode Januari-September 2022, total penjualan setara emas dari tambang Martabe mencapai 216 ribu ons. Angka ini turun 16% dibandingkan dengan periode sama tahun 2021 sebanyak 258 ribu ons. Pendapatan bersih dari segmen pertambangan emas turun 11% dari Rp6,5 triliun menjadi Rp5,8 triliun. 

Segmen tersebut hanya berkontribusi dengan proporsi 6% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Sementara itu kontribusi dari unit usaha lainnya seperti mesin konstruksi 30%, kontraktor penambangan 36%, pertambangan batu bara 27%, dan industri konstruksi 1%.

Sampai kuartal III/2022 UNTR membukukan laba bersih Rp15,9 triliun, naik 103% dari Rp7,8 triliun. Hal ini sejalan dengan pendapatan yang naik 58% dari Rp57,8 triliun menjadi Rp91,5 triliun.

Baca juga: Rewind Pasa Saham 2022: Booming Komoditas Hingga Heboh Isu resesi

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Dividen TLKM 2023, Simak Rinciannya Di Sini

13 Jan 2023, 16:26 WIB
article
ArtikelInsight

4 Saham Minuman Beralkohol yang Terdaftar di IDX

11 Jan 2023, 17:07 WIB
article
ArtikelInsight

Ada Rencana Divestasi, Begini Nasib INCO Kalau Jadi BUMN

4 Jan 2023, 15:16 WIB
article
ArtikelInsight

10 Saham Big Caps di BEI, Bagaimana Kinerja Keuangannya?

4 Jan 2023, 14:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi