Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Dividend Payout Ratio Adalah: Pengertian, Indikasi, dan Contoh Studi Kasus

26 Des 2022, 17:24 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
dividend payout ratio adalah

Baru-baru ini ada banyak sekali emiten yang membagi-bagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya. Sebut saja BBCA, UNVR, AVIA, PGLI, dan lain-lain. Menyusul, ADRO juga dikabarkan berencana untuk menebar dividen interim hingga Rp7 triliun. Angka ini 67% lebih besar jika dibandingkan dengan dividen interim tahun 2021.

Investor yang punya kepemilikan saham di emiten tersebut tentu akan diuntungkan. Soalnya, bisa dapat passive income secara berkala jika dividen memang dibagikan secara rutin. Bagi yang tertarik untuk dapat dividen ADRO, bisa untuk segera mencatatkan diri dengan membeli sahamnya sebelum cum date tanggal 30 Desember 2022.

Namun, sebelum itu ada satu hal yang mesti kamu tahu dulu nih. Dividend payout ratio adalah salah satu istilah yang biasanya akan sering kamu dengar saat suatu emiten bagi-bagi dividen. Mungkin bagi pemula istilah ini terdengar sangat asing. Maka dari itu langsung saja simak penjelasannya dan cara menghitung dividend payout ratio di bawah ini supaya kamu lebih paham.

Pengertian Dividend Payout Ratio

Apa itu dividend payout ratio? Dividend payout ratio mengukur besarnya laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen kepada investor. Semakin besar rasionya, berarti semakin royal emiten membagikan dividen.

Dividend payout ratio adalah rasio dividen yang menggambarkan seberapa banyak dana yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham dibandingkan dengan dana yang tersisa untuk diinvestasikan kembali dalam ekspansi, pelunasan utang, atau menambah cadangan kas perusahaan (laba ditahan).

Umumnya perusahaan berusaha sebisa mungkin untuk menjaga pembayaran dividen dengan baik. Sebab hal ini bisa memengaruhi harga saham dan citra perusahaan itu sendiri. Jika dalam tren jangka panjang pembayarannya stabil, investor akan menilai perusahaan memiliki performa yang baik.

Baca juga: Cara Menghitung Dividend Yield yang Wajib Kamu Tahu

Arti dari Angka Dividend Payout Ratio Adalah

dividend payout ratio adalah

Rasio ini tidak hanya menyatakan besarnya dividen yang dibayarkan kepada pemilik saham, tapi juga seberapa banyak pendapatan yang dapat ditahan perusahaan. Jika rasionya berkisar 50% berarti 50% sisanya dari laba bersih digunakan untuk berinvestasi pada instrumen lain atau melakukan pembayaran liabilitas.

Hal tersebut dinilai baik karena selain memikirkan kepentingan pemegang saham, perusahaan juga menyisakan sebagian dana untuk research and development. Sebab bagaimanapun juga perusahaan tetap harus memikirkan pertumbuhan bisnis demi keberlangsungan usaha di masa mendatang yang lebih baik.

Sementara itu jika sebuah perusahaan memiliki angka dividend payout ratio 0%, artinya perusahaan tidak membagikan dividen sama sekali. Alasannya bisa jadi karena dana tersebut digunakan untuk melakukan pelunasan utang atau investasi yang memerlukan dana besar. Walaupun begitu jika perusahaan yang sudah tergolong mapan memiliki persentase 0%, maka akan dianggap kurang baik oleh investor.

Kemudian apabila angka dividend payout ratio menunjukkan 100%, itu berarti seluruh laba bersih dibagikan sebagai dividen. Investor sering kali menilai hal ini kurang bagus karena pembayaran dividen yang terlalu tinggi dapat menghambat perusahaan untuk bertumbuh dan mengembangkan bisnisnya.

Baca juga: Penyebab Naik Turunnya Harga Saham Saat Pembagian Dividen

Cara Menghitung Dividend Payout Ratio

Dividen payout ratio dihitung dari total dividen dibandingkan dengan keseluruhan laba bersih yang diperoleh perusahaan. Atau bisa juga dengan menghitung dividen per lembar saham dibagi dengan laba per saham (EPS).

Rumus dan cara menghitung dividend payout ratio adalah:

  • Total Dividen / Laba Bersih x 100%

  • Dividen per Lembar Saham / EPS x 100%

Studi kasus ADRO:

Total dividen: Rp7 triliun

Laba bersih: Rp29,6 triliun di Q3 2022

Rp7 triliun / Rp29,6 triliun x 100%

= 23,6%

Itu artinya dividen interim ADRO berasal dari 23% perolehan laba bersih pada periode kuartal III/2022.

 Baca juga: Dividend Investing, Strategi Passive Income dari Saham

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dividend payout ratio adalah rasio yang tidak hanya mengukur besarnya dividen yang diberikan kepada investor, tapi juga seberapa banyak pendapatan yang dapat ditahan perusahaan.

Jika kamu tertarik untuk dapat trading signal secara real time dan belajar saham lebih jauh, Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi