Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Pembagian Dividen Saham 101: Penjelasan dan Prosedurnya

26 Des 2022, 16:54 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
Pembagian dividen saham memang merupakan istilah dalam dunia investasi yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi pemegang saham. Secara regulasi, pembagian dividen untuk perseroan terbatas sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan. 

Sebenarnya, Apa Itu Dividen Saham?


Dividen saham merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para investor berdasarkan jumlah atau porsi saham yang dimiliki. Jumlah keuntungan tersebut dapat diketahui melalui laporan keuangan perusahaan yang diperoleh pada setiap akhir periode akuntansi yang pada umumnya pada periode enam bulan atau tahunan. 

 
Biasanya, keputusan pembagian dividen akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Sederhananya, dividen adalah hak atau jatah dari perusahaan yang mendapatkan keuntungan kepada pihak yang menjadi investor atau pemegang saham

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan tersebut, investor dapat mengetahui kinerja finansial suatu perusahaan, termasuk kemungkinan dividen yang akan dibagikan untuk investor. Jika Anda merupakan pemegang saham di suatu perusahaan, maka penting untuk bisa menghitung dan memahami prosedur pembagian dividen tersebut. Berikut penjelasan ringkasnya.

Kapan Pembagian Dividen Saham Dilakukan?


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pembagian dividen saham yang ideal biasanya dilakukan setiap akhir periode laporan keuangan semesteran maupun tahunan. Perusahaan selaku emiten biasanya akan memberitahukan waktu pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Untuk melakukan pembagian dividen, sebelumnya memang perusahaan harus memiliki laba positif. Karena seandainya perusahaan tidak meraih laba atau rugi, maka dipastikan perusahaan harus menunda untuk membagikan keuntunganya dalam bentuk dividen. Selain itu, perusahaan juga perlu menyisihkan laba bersih tiap tahunnya untuk cadangan atau kas sampai 20 % dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

Saat pembagian dividen saham, perusahaan umumnya juga akan menentukan siapa saja investor yang berhak mendapatkan keuntungan dari saham yang mereka miliki. Jika daftar 
nama investor tersebut sudah ditentukan, perusahaan sebagai emiten akan melakukan distribusi dividen.

Informasi Penting dalam Pembagian Dividen Saham


Berikut merupakan istilah yang biasanya terdapat dalam pengumuman pembagian dividen saham:
  • Declaration date: tanggal pengumuman resmi terkait pembagian dividen yang dikeluarkan oleh emiten.
  • Date of record: tanggal ketika suatu perusahaan mencatat siapa saja investor atau pemegang saham yang akan mendapatkan dividen.
  • Payment date: tanggal pembagian dividen yang dilakukan oleh emiten kepada investor saham tercatat.
  • Cum-dividend date: tanggal terakhir atau batas waktu bagi para investor yang ingin membeli saham supaya masuk ke dalam perhitungan dividen perusahaan.
  • Ex-dividend date: tanggal atau hari pertama ketika pemegang saham sudah tidak bisa mendapat dividen perusahaan. Jika pada tanggal ini ada investor yang membeli saham, maka ia tidak akan mendapat dividennya dan harus menunggu sampai pembagian dividen pada periode berikutnya.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan dividend payout ratio dan dividend yield yang dimiliki perusahaan saat pembagian dividen. Dengan mencari tahu kedua komponen tersebut, investor bisa memperkirakan seberapa banyak imbal hasil dari dividen yang diterima.

  • Dividend Payout Ratio (DPR): Menjelaskan seberapa besar dividen yang dibagikan perusahaan jika dibandingkan dengan laba bersih yang dimiliki perusahaan. (Rumus: total dividen / laba bersih saham).
  • Dividend yield: Menjelaskan tingkat keuntungan dividen jika dibandingkan dengan harga saham perusahaan saat itu. (Rumus: Dividen per lembar saham / harga saham perusahaan).
Umumnya, semakin besar DPR maka semakin menarik perhatian investor atau pemegang saham. Sementara itu, semakin tinggi nilai dividend yield, menunjukan semakin tinggi tingkat imbal hasil investor dari dividen yang diberikan berdasarkan harga saham saat itu.
 

Jenis-Jenis Dividen Saham


Umumnya, ada banyak bentuk pembagian dividen yang biasa dilakukan. Berikut adalah bentuk-bentuk dividen saham yang biasa dilakukan oleh perusahaan:

  • Dividen tunai: Pembagian dividen ini paling umum dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bentuk pembagian dividen ini dilakukan dengan cara membagikan uang tunai yang nantinya akan ditransfer langsung ke masing-masing rekening investor.
  • Dividen saham: Pembagian dividen jenis ini umumnya dilakukan dengan menambah proporsi saham yang sudah dimiliki oleh para investor. 
  • Dividen properti: Dividen properti adalah dividen yang didistribusikan dalam bentuk aset. Dividen ini menjadi jenis dividen yang cukup jarang dilakukan, biasanya dikarenakan proses pembagiannya yang relatif tidak mudah.
  • Dividen likuidasi: Dividen ini akan dibagikan kepada para pemegang saham berupa sebagian laba dan sebagian pengembalian modal. Perusahaan yang akan memberikan dividen likuidasi umumnya merupakan perusahaan yang memiliki rencana untuk menghentikan perusahaanya atau perusahaan sedang mengalami kebangkrutan.
  • Dividen janji utang: Dividen ini dibagikan dari perusahaan kepada pemegang saham berupa surat janji utang. Dalam jenis ini, perusahaan memberikan janji kepada para investornya bahwa akan membayarkan dividen tersebut pada waktu yang sudah ditentukan.

Memahami Istilah Pembagian Dividen Saham Interim


Selain jenis dividen di atas, ada juga istilah dividen saham interim yang merupakan dividen sementara yang dibagikan sebelum penetapan laba tahunan direalisasikan. Pembagian dividen jenis ini biasanya dilakukan sebelum tahun buku berakhir atau umumnya pada pertengahan tahun. Dividen interim juga biasanya disetujui berdasarkan keputusan Direksi setelah sebelumnya disetujui oleh Dewan Komisaris. 
 
Untuk melakukan pembagian dividen interim, perusahaan harus memiliki jumlah kekayaan bersih yang lebih besar dari jumlah modal ditempatkan dan disetor beserta cadangan wajibnya. Selain itu, pembagian dividen interim juga tidak boleh mengganggu kegiatan perusahaan, terutama dalam memenuhi kewajibannya terhadap para kreditor.
 

Cara Menghitung Pembagian Dividen Saham

Dalam menghitung pembagian dividen, jumlah laba yang diperoleh tiap investor berbeda-beda bergantung pada jumlah saham yang mereka miliki. Berikut ini adalah praktis dalam menghitung dividen saham:

  • Penentuan total jumlah dividen yang akan dibagikan. Jumlah tersebut dapat diperoleh dengan cara mengalikan laba bersih dengan persentase rasio pembayaran dividen atau biasanya disebut Dividend Payout Ratio (DPR).
  • Setelah jumlah total dana dividen diketahui, selanjutnya kita tinggal menghitung jumlah dividen per saham. Caranya adalah dengan membagi nominal total dividen dengan jumlah saham.
Setelah dua rumus tersebut dihitung, barulah akan diketahui besaran dividen yang akan diperoleh masing-masing pemegang saham. 

Demikianlah informasi terkait apa itu dividen saham, pembagian dividen saham, serta prosedur pembagian dividen yang perlu investor pahami.

Mau belajar saham didampingi coach berpengalaman? yuk upgrade jadi VIP member Emtrade. 

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-WS-

emtrade.id/disclaimer


Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Adu Kuat Kinerja Big Bank Hingga November 2023

17 Jan 2024, 08:59 WIB
article
ArtikelFundamental

Berapa Beban Operasional Emiten yang Ideal? Baca Penjelasannya di Sini

3 Jan 2023, 13:32 WIB
article
ArtikelFundamental

Kepentingan Non-Pengendali pada Laporan Keuangan itu Apa sih?

27 Des 2022, 18:31 WIB
article
ArtikelFundamental

Begini Perbedaan Laba Kotor, Laba Operasional, dan Laba Bersih

20 Des 2022, 14:04 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi