Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Santa Claus Rally vs January Effect, Mana yang Lebih Cuan?

13 Des 2022, 17:05 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Di pasar saham ada tren musiman yang selalu dinanti-nanti oleh trader dan investor. Sebut saja santa claus rally dan January effect yang mana selama periode ini saham-saham dipercaya akan cenderung naik.

Nah, berhubung sebentar lagi kita akan menyambut musim tersebut, ada baiknya nih untuk tahu peluangnya supaya bisa meraup profit yang maksimal. Namun sebelum itu mari pahami dulu santa claus rally dan January effect serta alasan di balik penguatan harga sahamnya.

Mengenal Santa Claus Rally dan January Effect

Santa claus rally adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan harga saham yang cenderung menguat hingga terjadi reli di minggu terakhir bulan Desember sampai awal bulan Januari. Fenomena ini salah satunya disebabkan oleh window dressing.

Apa itu window dressing? Window dressing merupakan strategi fund manager untuk mempercantik portofolio investasi yang mereka kelola menjelang akhir tahun. Jadi saham-saham yang kurang perform akan dijual dan uang hasil penjualan akan dipakai lagi untuk beli saham-saham potensial. Sehingga demand yang besar akan menaikkan harga saham.

Kembali ke santa claus rally, hal ini berhubungan dengan January effect di mana biasanya pasar saham naik di bulan Januari. Lebih tepatnya sekitar dua minggu pertama. Beberapa trader cenderung memanfaatkan momen ini dengan cara beli saham lebih awal di akhir tahun.

Baca juga: Hati-Hati Terjebak! Ini Cara Tahu Bid-Offer Palsu

Alasan di Balik Munculnya Santa Claus Rally dan January Effect

Setelah memahami tentang apa itu santa claus rally dan January effect, penting juga untuk tahu alasan di balik penguatan pada harga saham selama dua musim tersebut. Beberapa teori yang membuat pasar saham cenderung bullish yaitu:

  • Di akhir tahun biasanya ada bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Nah, bonus ini kemudian dimanfaatkan investor ritel untuk menambah investasi saham mereka.

  • Pengeluaran selama musim liburan akhir tahun membuat tren saham ritel cenderung menguat karena demand terhadap produknya cukup tinggi.

  • Investor big fund cenderung liburan dan investor ritel yang lebih bullish menggerakkan naik harga saham.

  • Di Amerika, banyak orang yang berinvestasi saham menjelang akhir tahun untuk mengatur perhitungan pajak.

Namun, santa claus rally dan January effect bukanlah suatu hal yang pasti terjadi. Fenomena ini sering kali tidak terjadi karena banyak investor (termasuk ritel) yang memilih untuk berlibur di penghujung tahun. Hal ini lantas menyebabkan pasar cenderung sepi mengingat hanya ada sedikit orang yang bertransaksi. Sehingga peluang untuk naik pun kecil.

 

Lalu, bagaimana peluang di tahun ini?


Baca juga: Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

Peluang Santa Claus Rally dan January Effect di Indonesia


Berdasarkan data historis 15 tahun terakhir, peluang pasar saham menguat di pekan terakhir Desember cukup besar. Sementara itu peluang menguat di bulan Januari sekitar 60%.

Namun, setiap ada kejadian besar, seperti contohnya saat krisis subprime mortgage di 2008-2009 dan pandemi Covid-19 di 2020-2021, market cenderung merah di Januari. Maka dari itu, kita perlu perhatikan sentimen-sentimen yang mungkin akan memengaruhi pergerakan pasar saham.

Apa saja upside dan downside risk di akhir tahun ini? Selengkapnya bisa kamu baca di artikel berikut ini.

Baca juga: Potensi dan Strategi Window Dressing dan Santa Claus Rally 2022

Kira-kira saham apa saja ya yang potensial di santa claus rally dan January effect sekarang? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi