Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham Bank Umum vs Daerah, Mana yang Lebih Bagus?

5 Des 2022, 16:55 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
Saham bank memang menjadi primadona banyak investor, selain mayoritas bank besar rutin bagi dividen, pergerakan harga sahamnya juga tidak terlalu fluktuatif naik-turun. Namun, ada beberapa jenis bank, dan yang cukup mencolok adalah antara bank umum dan bank daerah. Kira-kira fundamentalnya bagus yang mana ya? Apa perbedaan keduanya?

Konsep Bisnis Bank Secara Umum

Secara operasional, bank biasanya merupakan penengah di industri keuangan yang bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk; tabungan, giro, deposito. Lalu, Bank akan kembali menyelurkannya dalam bentuk kredit ke masyarakat dan memperoleh untung dari selisih bunga kredit dan tabungan.

Sederhananya, tujuan utama perbankan adalah :
  • Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran
  • Mendukung kelancaran transaksi internasional
  • Peredaran uang di masyarakat
  • Sarana untuk investasi
  • Penyimpanan barang berharga

Nah, perbankan sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu bank konvensional dan bank daerah. Apa saja sih perbedaan dari bank konvensional dan bank daerah?
 

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Daerah


Bank konvensional dan bank daerah memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Seperti yang kita ketahui, beberapa contoh dari Bank konvensional diantaranya seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank BNI Indonesia Tbk (Bank BNI Indonesia), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan lainnya. Selain bank konvensional, kita juga mengenal beberapa bank daerah seperti; PT Bank Pembangundan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).


Dari contoh-contoh tersebut, kita dapat merangkum bahwa perbedaan dari bank konvensional dan bank pembangunan daerah yang pertama adalah dari sisi kepemilikan sahamnya. Jika bank konvensional mayoritas kepemilikannya dipegang oleh negara, swasta atau masyarakat, maka bank pembangunan daerah mayoritas kepemilikan sahamnya adalah pemerintah daerah di provinsi yang bersangkutan.

Meski demikian, ada beberapa faktor lainnya yang membedakan perbankan konvensional dan perbankan pembangunan daerah seperti :
 

Strategi meraih dana pihak ketiga (DPK)


Strategi meraih DPK antara bank konvensional dan bank pembangunan daerah ternyata memiliki perbedaan yang kental. Bank pembangunan daerah bisa mendapatkan DPK melalui anggaran APBD pemda hingga payroll atau pembayaran gaji PNS di daerah tersebut. Sementara itu, bank konvensional dapat mendapatkan DPK hanya dari nasabah saja, baik dari tabungan, giro, maupun deposito. 

Jadi, untuk poin ini bank pembangunan daerah ini lebih diuntungkan karena dapat memperoleh dana pihak ketiga lebih mudah dibandingkan perbankan konvensional dikarenakan mempunyai “bantuan” lebih dari pemerintah daerah.

Namun, keberadaan anggaran pemda di DPK bank daerah bank pedang bermata dua. Di satu sisi, bisa membuat bank daerah tidak perlu pusing cari likuiditas. Namun, sisi lain, ketika anggaran itu digunakan, terutama saat akhir tahun, bisa membuat likuiditas bank daerah lebih fluktuatif.

Pemberian bunga kredit


Perbedaan lainnya yang membedakan antara bank konvensional dan bank pembangunan daerah adalah dari sisi pemberian bunga kredit. Sebagai catatan, bank pembangunan daerah biasanya memberikan bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan perbankan konvensional.

Kredit Bank Umum vs Daerah


Terakhir, bank daerah memiliki pasar besar di kredit konsumer atau bisnis UMKM. Bank daerah bisa menangkap pasar kredit konsumer dari PNS Pemda terkait dengan bunga kredit khusus, atau kredit UMKM untuk pensiunan PNS. Adapun, bank umum harus bersaing dengan banyak pemain untuk bisa menyalurkan kredit. 

Penutup


Mengingat jasanya sering digunakan dalam keseharian kita, namun banyak dari kita yang mungkin belum mengetahui jenis-jenis dari perbankan maupun perbedaan antara bank konvensional dengan bank pembangunan daerah. Menurut Emtrader, lebih menarik investasi di saham bank konvensional atau bank pembangunan daerah? 
 
Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


-WS- -SR-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Adu Kuat Kinerja Big Bank Hingga November 2023

17 Jan 2024, 08:59 WIB
article
ArtikelInsight

Mana Saham Properti yang Valuasinya Paling Murah? Cek di Sini!

11 Jan 2024, 13:38 WIB
article
ArtikelFundamental

Laba Bersih vs Arus Kas, Mana yang Lebih Penting?

6 Des 2022, 15:37 WIB
article
ArtikelFundamental

Begini Cara Kerja Bisnis Properti dan Faktor Penggeraknya!

6 Des 2022, 14:47 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi