Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham GOTO All Time Low, Begini Efeknya ke TLKM dan ASII

30 Nov 2022, 16:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Lock up saham seri A PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya selesai hari ini pada 30 November 2022. Sentimen ini tentunya akan berdampak ke pergerakan harga saham GOTO yang bakal lebih volatil karena pemegang saham seri A sudah bisa menjual sahamnya. Namun, volatilnya saham GOTO ini juga berpengaruh ke dua saham big caps, yakni PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telkom (Persero) Tbk. (TLKM). Kenapa begitu dan seberapa besar dampaknya?


Siapa Saja Pemegang Saham Seri A GOTO?


Sebelum bahas tentang gimana dampaknya ke ASII dan TLKM, kita harus ketahui dulu sebenarnya siapa saja pemilik saham seri A GOTO yang hari ini (30/11) sudah bisa jualan sahamnya dari data berikut ini (Figure 1). 


Figure 1. Pemegang Saham Seri A GOTO 


Source : Company Data


Dari data di atas kita perlu mewaspadai kepemilikan saham seri A GOTO dari masyarakat dan kepemilikan di bawah 5% punya porsi cukup besar mencapai 62,96%. Apalagi, setiap ada perubahan saham kurang dari 5% juga tidak ada pengumuman lewat keterbukaan informasi. 

Walaupun begitu, sebenarnya beberapa minggu sebelum lock up ini selesai pelaku pasar sudah merespons harga saham GOTO yang menyebabkan koreksi dan hari ini (30/11) bertepatan lock up dibuka GOTO mencetak rekor all time low di Rp 153 per lembar saham. Artinya, harga saham GOTO sudah turun 59,61% sejak awal IPO di harga Rp 380 per lembar saham. (Figure 2) 

Figure 2. Pergerakan harga saham GOTO 


Source : Tradingview


Di sisi lain, jIka berpikir dari kacamata investor ketika lock up dibuka dan harga saham berada di level all time low tentunya akan merugikan untuk dijual sekarang. Jadi, bisa kita bilang kalau investor belum tentu jual sahamnya secara agresif, mengingat masih perlu pertimbangan lain dan penurunan harga saham sejak awal IPO juga sudah lebih dari 50%.

Kembali lagi ke ASII dan TLKM yang merupakan pemegang saham GOTO, tentunya keduanya akan merasakan dampak dari penurunan harga saham GOTO selama ini. Nah, kira-kira gimana dampaknya?

Dampak Harga Saham GOTO ke ASII 

ASII diketahui berinvestasi di saham GOTO sudah sejak tahun 2018. Berdasarkan data laporan keuangan yang berakhir pada September 2022, ASII masih mencatatkan keuntungan nilai wajar investasi di GOTO sebesar Rp1,08 triliun, dengan asumsi harga pasar pada 30 September 2022 di Rp246 per saham.

Dengan total investasi ASII di saham Gojek sekitar US$250 juta yang dilakukan pada 2018-2019, jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi kurs laporan keuangan, total investasi ASII di Gojek sekitar Rp3,56 triliun.

Dengan data itu, ASII berpotensi memiliki 18,87 miliar saham GOTO, dengan asumsi ASII tidak menambah kepemilikan lagi setelah investasi yang terakhir.

Dari perhitungan di atas juga bisa diimplikasikan ke potensi harga rata-rata saham GOTO yang dipunya ASII jadi sebesar Rp189 per saham dengan asumsi ASII tidak menambah investasi. Jadi, kalau dibandingkan harga pasar hari ini di Rp153 per saham, berarti ASII sudah rugi sekitar Rp679 miliar. (Figure 3). 

Figure 3. Perhitungan Gain/Loss Investasi ASII ke GOTO 


Source : Data diolah Emtrade


Namun, kita juga perlu ketahui potensi kerugian sekitar Rp679 miliar ini jika kita bandingkan berdasarkan pendapatan per September 2022 ASII sebesar Rp221,35 triliun hanya berkontribusi 3,06% saja. Artinya, selama operasional bisnis ASII yang lain masih atraktif dan bertumbuh positif, maka kerugian investasi ini masih bisa dikompensasi, sehingga laba bersih diharapkan masih positif.

Dampak Harga Saham GOTO ke TLKM 

Selanjutnya, untuk hubungan investasi TLKM ke GOTO ini menurut perhitungan kami berdasarkan asumsi saham yang sudah dikonversi dari obligasi dan penambahan investasi baru per September 2022 didapatkan total investasi sebesar Rp 8,89 triliun, dengan kepemilikan saham mencapai 23,72 miliar lembar saham. 

DIketahui, pada periode yang berakhir di September 2022 TLKM mencatatkan kerugian investasi di GOTO sebesar Rp3,06 triliun, dengan asumsi harga pasar GOTO di Rp246 per saham. Dari data ini bisa dihitung potensi harga rata-rata saham GOTO yang dipunya TLKM sebesar Rp375 per lembar saham. 

Jadi, kalau mau dibandingkan harga pasar GOTO hari ini (30/11) di Rp153 yang nilainya lebih rendah dari rata-rata harga yang dipunya Rp 375, tentunya saat ini kerugian yang diderita TLKM jadi lebih tinggi. Berdasarkan perhitungan kami memperkirakan kerugian investasi TLKM ke GOTO mencapai Rp 5,26 triliun (Figure 4)

Figure 4. Perhitungan Gain/Loss Investasi TLKM ke GOTO 


Source : Data diolah Emtrade


Namun, kita juga tetap harus ketahui bahwa TLKM ini masih punya bisnis model yang menarik, sehingga pendapatan juga masih tercatat positif. Per September 2022 pendapatan TLKM mencapai Rp 108,87 triliun, jadi kalau membandingkan potensi nilai kerugian investasi ke GOTO ini terhadap pendapatan, kontribusinya hanya mencapai 4,83%. Artinya, pendapatan TLKM ini bisa untuk mengkompensasi dari kerugian investasi, dan harapannya laba bersih juga masih akan positif. 

Kesimpulannya, penurunan harga saham GOTO ke ASII dan TLKM memang berdampak negatif karena menyebabkan kerugian dan potensi mengurangi pendapatannya. Namun, secara persentase kontribusi investasi ke total pendapatan masih relatif kecil, jadi masih ada potensi ASII dan TLKM untuk mengkompensasi kerugian dengan meningkatkan pendapatan dari operasional bisnisnya. 

Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-TN-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi