Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Apa setting moving average terbaik? - Sebagai trader, tentu kamu butuh indikator teknikal sebagai tools untuk melakukan analisis. Salah satunya yang paling sering digunakan adalah moving average. Indikator ini menghitung rata-rata harga saham selama beberapa hari. Moving average berfungsi untuk menunjukkan tren, menjadi support dan resistance, serta menentukan seberapa kuat tren yang berlangsung.

Nah, ketika baru memasang moving average, trader bisa pilih pengaturan time frame dari rata-rata harga yang akan dihitung. Misalnya, MA 50 yang artinya indikator menghitung rata-rata selama 50 hari terakhir.

Namun, hal ini kerap bikin bingung, terutama bagi trader pemula. Lalu, apa setting moving average yang biasa dipakai untuk analisis teknikal? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Setting Moving Average Terbaik

setting moving average terbaik

MA 20 Daily

Seperti namanya, MA 20 daily adalah moving average yang mengukur rata-rata harga saham selama 20 hari terakhir. Biasanya MA 20 digunakan untuk analisis jangka pendek atau swing trading. 

Alasannya karena secara perhitungan time frame menggunakan 20 hari perdagangan ke belakang. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka pendek yang hanya meng-hold sebuah saham selama beberapa hari saja. Maka dari itu MA 20 menjadi setting indikator moving average akurat bagi swing trader.

MA 50 Daily & MA 100 Daily

MA 50 dan MA 100 masing-masing menghitung rata-rata harga saham untuk time frame 50 dan 100 hari perdagangan ke belakang. Keduanya merupakan setting moving average terbaik yang ditujukan untuk trader jangka menengah dengan strategi trend following atau super trader. Sebab super trader akan hold saham selama lebih dari satu bulan, sehingga cocok untuk dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan jual-beli.

Baca juga: Cara Menentukan Support dan Resistance Menggunakan Moving Average

MA 200 Daily

Sedangkan setting moving average terbaik untuk investasi jangka panjang yang dapat kamu coba adalah indikator MA 200. MA 200 menghitung rata-rata harga saham selama 200 hari terakhir yang mana secara time frame hampir satu tahun lamanya. Oleh karena itu indikator ini bisa digunakan jika kamu punya view investasi di atas 1 tahun.

Sebagai informasi, analisis teknikal dalam investasi jangka panjang sifatnya hanya sekadar tambahan saja. Untuk mencari saham yang potensial dalam jangka panjang tetap harus melihat faktor fundamental dan valuasinya.

Baca juga: Menentukan Kekuatan Trend Menggunakan Moving Average 

Setting Moving Average Scalping

Bagaimana dengan strategi scalping? Sebaiknya pakai MA berapa?

Sebenarnya MA yang dipakai sama saja, tapi scalping biasanya tidak menggunakan time frame daily. Soalnya, scalping fokus pada trading intraday atau maksimal saham di-hold selama satu malam. Sehingga perlu melihat pergerakan harga saham dalam time frame yang lebih singkat. Misalnya, pakai MA 20 di time frame 15 menit.

Meski begitu, ada scalper yang trading di time frame daily dengan menggunakan indikator MA 5 daily. Alasannya karena MA 5 menunjukkan pergerakan harga selama 5 hari terakhir alias 1 minggu ke belakang. Maka dari itu MA 5 daily dikatakan cenderung lebih cepat mengikuti harga.

Itu tadi ulasan tentang setting moving average terbaik yang penting sekali untuk dipahami oleh para trader. Saat uptrend, sideways, dan downtrend, moving average yang dipakai cenderung sama. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sinyal selama sideways bisa jadi kurang akurat karena moving average satu dengan lainnya akan terus-terusan saling memotong mengingat trennya sedang menyamping.

Jadi bisa saja golden cross untuk sesaat dan tidak lama kemudian justru berubah menjadi death cross lagi. Kondisi seperti ini akan sangat mengecoh, sehingga trader harus lebih berhati-hati dengan menambah tools dari indikator lain.

Baca juga: Golden Cross dan Death Cross: Sinyal Perubahan Tren yang Sering Dipakai Trader

Gimana? Jadi tidak bingung lagi kan?  Nah, kalau kamu ingin belajar saham lebih jauh sekaligus dapat trading signal, upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

9 Nov 2022, 15:37 WIB
article
ArtikelTeknikal

Saham Menyentuh Support dan Resistance Kuat, Apa yang Harus Dilakukan?

3 Nov 2022, 16:39 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi