Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Suku Bunga Tinggi, Warren Buffett Justru Beli Saham Teknologi, Tanda-Tanda Apa Nih?

18 Nov 2022, 17:09 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Investor kawakan dunia Warren Buffett selalu menekankan, belilah saham yang benar-benar dipahami. Hal itu juga yang jadi landasannya untuk tidak masuk ke saham teknologi sejak booming pada 1990-an. Namun, saat suku bunga tinggi, Buffett via Berkshire Hathaway-nya justru malah dikabarkan beli saham teknologi. Ada apa nih?

Bicara saham teknologi, sebenarnya Buffett sudah punya saham Apple sejak lama. Bahkan, saham Apple punya porsi paling besar di portofolio Berkshire Hathaway senilai US$126,5 miliar. Namun, Buffett menilai saham seperti Apple ini bukanlah saham teknologi, melainkan saham consumer.

Nah, baru-baru ini Warren Buffett kembali dikabarkan membeli saham teknologi. Padahal sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak negatif saat tren suku bunga The Fed tinggi.

Saham Teknologi yang Dibeli Warren Buffett

Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway membeli saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), perusahaan produsen semikonduktor terbesar di dunia. Berkshire Hathaway mengeluarkan modal hingga US$4,1 miliar untuk membeli 1,2% saham TSMC. Otomatis sahamnya menjadi yang terbesar ke-10 di portofolio Berkshire.

Pasca aksi pembelian, saham TSMC sempat naik lebih dari 6% di bursa saham Taiwan dan berhasil mengeluarkan TSMC dari posisi terendah dalam dua tahun. Sebagai gambaran, saham TSMC sudah turun 49,3% sejak awal tahun 2022 atau hampir 40% dalam satu tahun terakhir.

Mengapa Warren Buffett memutuskan untuk berinvestasi di TSMC?

  • Salah satu perusahaan semikonduktor terbesar di dunia

  •  Perusahaan memiliki stuktur margin operasional yang kuat

  • Dengan fundamental bagus, dan harga saham lagi turun 49% sepanjang 2022, posisi saham TSMC ini memang lagi terdiskon

Berbicara soal nilai investasi yang atraktif (murah), strategi ini juga diterapkan oleh Warren Buffett saat beli saham Occidental Petroleum Corporation (OXY) sejak 2019. Saat itu, OXY mencatatkan kenaikan utang setelah mengakuisisi Anardako, perusahaan migas kompetitornya.

Namun, harga minyak mentah mulai melonjak sejak akhir 2021 dan dinilai dapat memperbaiki keuangan OXY melalui pelunasan utang dan perolehan uang kas. Adapun aspek lain yang membuat sahamnya prospektif adalah OXY memiliki ladang minyak terbesa di AS. Melihat harga sahamnya yang masih murah, akhirnya Buffett memutuskan untuk beli saham OXY.

Baca juga: Resesi Global Menanti, Ini 3 Nasihat Warren Buffett untuk Investor

Fakta Saham Teknologi yang Dibeli Warren Buffett

Perusahaan chipmaker TSMC memproduksi semikonduktur untuk berbagai perusahaan besar seperti Nvidia dan Qualcomm. Selain itu TSMC juga menjadi satu-satunya pemasok chip silicon buatan Apple. Sebagai klien, Apple berkontribusi sebesar 25% terhadap total pendapatan TSMC.

Pada kuartal III/2022 TSMC membukukan rekor tertinggi pada pendapatannya sebesar US19,4 miliar, naik 48% secara tahunan. Pertumbuhan ini terjadi ketika penjualan produk mitranya turun akibat kenaikan inflasi dan ketegangan geopolitik.

Ada beberapa faktor pendorong seperti pangsa pasar yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal node terdepan. Alasan kedua karena TSMC merupakan market leader yang mengungguli perusahan chipmaker lainnya. Sehingga TSMC bisa menaikkan harga produk yang akan semakin mendorong pendapatan mereka. Bahkan 54% total pendapatan industri foundry dunia berasal dari TSMC.

Baca juga: Cash is the King Ala Investor Legendaris Warren Buffett

Adakah Saham yang Setara di Indonesia?

Berdasarkan penjelasan pada poin sebelumnya, alasan Warren Buffett membeli kedua perusahaan itu antara lain, keunggulan kompetitif, prospek pertumbuhan jangka panjang yang menarik, dan valuasi murah.

Intinya, Buffett membeli saham TSMC dan OXY saat posisi harganya sedang terdiskon, padahal fundamental keuangannya bagus. Keduanya juga punya kelebihan, yaitu sama-sama merupakan pemimpin pasar di industri masing-masing. Lalu, kira-kira saham Indonesia apa yang punya spesifikasi serupa dan posisinya lagi diskon?

Cari tahu jawabannya dengan cara upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

- RE, WS

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi