Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Suku Bunga BI Naik Lagi, Begini Efeknya ke Pasar Saham

17 Nov 2022, 16:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sesuai dengan ekspektasi, hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 16 sd 17 Oktober 2022 menaikkan suku bunga BI-7 day Reverse Repo Rate sebesar 50 Bps menjadi 5,25%. Kenaikan ini menjadi yang ke-empat kali sejak pertama kali naik pada Agustus lalu. 


Figure 1. Suku Bunga BI (7 Days Reverse Repo Rate) 


Source : Bloomberg


Langkah BI menaikkan menaikkan suku kembali merupakan langkah selangkah ke depan untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan inflasi inti lebih awal di paruh pertama 2023, serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah akibat tingginya risiko global dan kuatnya dolar AS. 


BACA JUGA: Adu Kinerja SRTG vs Reksa dana Saham


Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama year-to-date (YTD) mencapai -8,99%. Walaupun begitu, depresiasi rupiah masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara lain di Asia seperti Korea Selatan dan Filipina. (Figure 2)  - 


Figure 2. Perbandingan Depresiasi Rupiah Vs Negara Lain 


Source : Google translate. 


Untuk inflasi BI memproyeksikan hingga akhir 2022 akan tetap tumbuh tinggi mencapai 5,9% secara tahunan, Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya di 6,7%. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 juga masih tetap akan positif di rentang 4,5% sd 5,3% 


Disisi lain, ketahanan perbankan nasional masih tetap kuat dimana likuiditas longgar terlihat dari rasio alat likuid dibandingkan dana pihak ketiga (AL/DPK) per Oktober 2022 masih tinggi mencapai 39,46%  dan struktur permodalan tetap terjaga terlihat dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) per September 2022 mencapai 25,09%. 


Kemudian, seiring kuatnya modal risiko kredit macet perbankan masih terkendali terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Bruto per September 2022 yang tercatat rendah di 2,78%. 


Dari sisi penyaluran kredit perbankan masih tetap ekspansif hingga Oktober 2022 berhasil tumbuh 11,95% secara tahunan yang ditopang seluruh segmen. Begitu pula di perbankan syariah pembiayaan berhasil tumbuh 18,9% secara tahunan. 


Kredit macet yang terkendali dan penyaluran kredit yang ekspansif menunjukkan perbaikan kemampuan bayar dan akselerasi pemulihan ekonomi yang semakin positif. Selain itu, untuk akselerasi digitalisasi juga semakin tumbuh positif terlihat dari pertumbuhan uang elektronik  naik 20,19% secara tahunan menjadi Rp35,1 triliun. 


Bagaimana Dampak Kenaikan Suku Bunga BI? 


Dampak dari kenaikan suku bunga biasanya tidak akan secara langsung mempengaruhi industri namun cenderung memberikan risiko secara sistematik. Salah satu sektor yang paling terdampak dari kenaikan suku bunga BI adalah perbankan, namun tetap membutuhkan waktu untuk transmisi dampaknya. 


Berdasarkan data BI transmisi kenaikan suku bunga acuan mendorong kenaikan perbanka. Hingga Oktober 2022, suku bunga deposito 1 bulan naik menjadi 3,4% (vs. Juli 2022 : 2,98%), sedangkan suku bunga kredit naik menjadi 9,09% (vs. Juli 2022 : 8,94%). Kenaikan suku bunga bank ini dinilai BI masih terbatas seiring dengan likuiditas yang longgar, sehingga beberapa bank masih bisa memanfaatkan lagging effect untuk menjaga minat kredit.  . 


Selanjutnya, untuk dampak ke sektor lainnya dari kenaikan suku bunga akan cenderung negatif, ini karena memicu kenaikan suku bunga pinjaman yang potensi menaikkan tingkat utang emiten. Jika emiten punya utang besar tentunya akan merasa kesulitan karena beban semakin tinggi. Alhasil, profitabilitas bisa jadi tergerus. 


Menurut kami, ada beberapa sektor yang perlu diantisipasi karena potensi dirugikan lebih tinggi yaitu sektor teknologi karena fundamental yang belum establish dan likuiditas rendah, kemudian konstruksi karena tingkat utang yang tinggi, dan properti karena potensi kenaikan suku bunga kredit bisa menurunkan minat KPR. 


Mau belajar trading dan investasi saham secara praktis? yuk upgrade ke VIP member Emtrade. 


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-TN-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.






Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Update Data Makro: Inflasi AS & China dan IKK Indonesia, Apa Implikasinya?

13 Mar 2024, 15:55 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Kembangkan Bisnis FTTH, ISAT Akuisisi Pelanggan MNC Play

21 Nov 2023, 12:01 WIB
article
ArtikelInsight

Adu Kinerja Marketing Sales Emiten Properti di Kuartal III/2023, Siapa Juaranya?

24 Okt 2023, 17:14 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi