Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Pilih Beli Saham Berkshire Hathaway atau Reksa Dana AS?

12 Des 2022, 15:36 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ada beberapa emiten yang memiliki model bisnis sebagai perusahaan investasi. Jadi, mereka bisa mendapatkan pendapatan investasinya, mulai floating profit sampai pendapatan pasif dari dividen. Emiten seperti ini disebut hampir mirip reksa dana karena mereka berinvestasi ke saham. Ketika saham-nya menguat, maka harga sahamnya menguat. 

Beberapa emiten yang memiliki bisnis seperti itu antara lain, Berkshire Hathaway di Amerika Serikat (AS) atau PT Saratoga Investama Tbk. (SRTG) di Indonesia. Kalau dilihat, mana yang lebih menguntungkan, investasi di emiten dengan bisnis investasi atau ke resa dana saham ya?

Kalau dilihat secara kinerja selama 9 bulan pertama tahun ini, Berkshire Hathaway mencatatkan kerugian hingga US$40,98 miliar atau setara Rp639 triliun. Salah satu penyebabnya adalah adanya floating loss di portofolio investasinya senilai US$82,36 miliar atau Rp1.285 triliun.

Beberapa portofolio saham Berkshire Hathaway yang turun paling dalam antara lain, Apple sebesar 21,89%, Bank of America Corp. turun 29,88% dan American Express turun 8,51%.

Kelebihan Berkshire Hathaway


Jika kita bandingkan pergerakan saham Berkshire Hathaway kelas A (BRK.A) dengan Vanguard 500 Index Fund (VFINX), keuntungan yang dihasilkan oleh keduanya terpaut cukup jauh. Sejak tahun 2020, BRK.A sudah naik sebanyak 765%. Sedangkan VFINX hanya 164%. 

Sebagai informasi, VFINX merupakan reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi serupa dengan indeks acuannya, yakni S&P 500. VFINX masuk ke dalam jajaran reksa dana saham terbaik di AS.

Pengembalian yang diterima Berkshire lebih besar karena perusahaan ini punya beragam bisnis yang dibelinya sebagai investasi seperti Apple, Coca-Cola, American Express, Bank of America, dan lain-lain. Harga saham Berkshire untuk kelas A juga merupakan saham dengan harga termahal di dunia. 

Itu artinye dengan membeli saham Berkshire Hathaway, sama saja seperti melakukan diversifikasi dari beragam campuran industri dan beragam perusahaan dalam industri tersebut. Untuk diketahui, Berkshire membawahi anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya termasuk Dairy Queen dan Geico.

Saham Berkshire Hathaway layaknya satu portofolio utuh yang sudah jadi tanpa perlu kita analisis atau evaluasi lagi secara mandiri. Di sisi lain reksa dana tidak memiliki fleksibilitas yang sama dalam pilihan investasi.

Baca juga: Bernilai US$327,66 Miliar, Yuk Intip Portofolio Opa Warren Buffett

Kelebihan Reksa Dana 

Banyak yang bilang kesuksesan Berkshire Hathaway sepenuhnya karena upaya satu orang saja, yaitu Warren Buffett. Sehingga muncul kekhawatiran kinerja perusahaan berpotensi menurun dengan asumsi pimpinan Buffett tidak akan berlangsung lama lagi mengingat usianya sudah cukup tua. Maka dari itu, reksa dana  yang dikelola secara aktif mungkin bisa menjadi alternatif pilihan.

Berinvestasi saham Berkshire Hathaway maupun lainnya tidak akan luput dari yang namanya bid-offer. Seberapa besar harga yang bersedia dibayar oleh buyer dan seberapa besar harga yang mau diterima seller. Reksa dana saham, di sisi lain,mewakili bagian tertentu dari total aset dana tersebut. Harganya diperbarui setiap hari berdasarkan nilai kepemilikan dana.

Selain itu reksa dana biasanya beroperasi dengan aturan-aturan tertentu yang tertuang dalam prospektus. Misalnya investasinya mencakup pada industri, geografi, atau jenis perusahaan tertentu saja. Hal ini memungkinkan investor untuk memastikan bahwa cakupan investasi mereka tetap sama dari waktu ke waktu.

Sedangkan investasi di satu saham seperti Berkshire Hathaway tidak terikat pada batasan yang sama. Sebab pada dasarnya mereka bebas untuk membeli dan menjual hampir semua jenis aset yang ada.

Baca juga: Rahasia Warren Buffett dalam Mengakumulasikan Nilai Kekayaannya

Lalu, Ada Nggak Saham Seperti Berkshire Hathaway di Indonesia?

Di Indonesia ada PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) yang aktif berinvestasi di beberapa perusahaan, sama seperti Berkshire Hathaway. Di antaranya adalah TBIG, MDKA, ADRO, AGII, PALM, NRCA, MPMX, dan beberapa lainnya.

Baca juga: Cash is the King Ala Investor Legendaris Warren Buffett

 Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi