Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

Support dan Resistance MA vs Horizontal Line, Mana Sinyal yang Lebih Oke?

4 Nov 2022, 16:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders pasti sadar betul kan pentingnya support dan resistance dalam analisis teknikal? Keduanya berfungsi untuk mengenali transisi atau perubahan tren. Nah, di sinilah trader dapat mengambil keputusan jual dan beli.

Support adalah level harga yang menahan agar saham tidak jatuh terlalu dalam. Letaknya ada di atas harga saat ini. Jika saham menyentuh support, indikasinya berpotensi memantul kembali ke atas. Tapi kalau berhasil ditembus (breakdown), artinya harga saham bakal lanjut turun.

Sementara itu resistance adalah level harga yang menahan agar saham tidak naik terlalu tinggi. Letaknya ada di atas harga saat ini. Ketika harga saham naik hingga menyentuh area ini, maka kenaikan berpotensi tertahan dan akan kembali turun ke bawah. Tapi kalau berhasil ditembus (breakout), artinya bakal lanjut naik.

Sebenarnya ada banyak cara dalam menentukan area support dan resistance. Namun moving average (MA) dan horizontal line jadi cara yang paling umum digunakan. Gimana caranya dan apa perbedaannya? Pastikan kamu baca penjelasannya di artikel ini, ya!

Cara Menentukan Support dan Resistance dengan MA

MA bisa digunakan sebagai support ketika harga saham bergerak di atasnya. Lalu seiring berjalannya waktu, harga saham mengalami koreksi hingga menyentuh MA (pullback). Pada tahap ini trader bisa menunggu sampai terjadi pengujian MA untuk mencari sinyal pembalikan arah harga yang memantul dari support tersebut.


Namun bukan serta-merta bisa melakukan buy di support MA. Perlu adanya konfirmasi melalui candle terlebih dahulu. Apakah muncul candle reversal atau tidak di area support MA? Jika iya, maka trader dapat lebih percaya diri untuk mengambil kesempatan tersebut untuk trading.

Di sisi lain MA sebagai resistance apabila harga saham bergerak di bawah MA. Ketika saham mengalami penguatan hingga menyentuh resistance MA, trader harus mulai antisipasi adanya penurunan. Sebab ada potensi harga saham untuk kembali ke bawah. Namun juga tidak boleh asal profit taking. Harus tunggu candle reversal muncul di sekitar resistance terlebih dahulu.

Baca juga: Cara Menentukan Support dan Resistance Menggunakan Moving Average

Cara Menentukan Support dan Resistance dengan Horizontal Line

Setelah MA, mungkin pemula yang baca artikel ini masih bingung, gimana cara menentukan support dan resistance dengan horizontal line?

Support horizontal line didapat dari swing low terakhir. Swing low terjadi ketika ada ayunan dari harga saham yang tadinya turun lalu berayun keatas. Cari swing low yang sudah terbentuk di bawah dan memantulkan harga pada area yang sama. Ketika harga turun, maka area tersebut dianggap sebagai support.


Sedangkan resistance didapat dari swing high yang terjadi di masa lampau dan memantulkan harga berkali-kali. Swing high adalah ayunan dari harga saham yang tadinya naik lalu berayun kebawah.


Baca juga: Cara Menentukan Resistance Saat Harga Saham Mencapai All Time High (ATH)

Perbandingan Support dan Resistance MA dan Horizontal Line

Antara MA dan horizontal line, mana yang lebih akurat? Emtraders, sebenarnya kita tidak bisa membandingkan keduanya. Intinya kita hanya perlu mencari support dan resistance yang relevan dan kuat saja. Jika support dan resistance-nya kuat, artinya area itu akan sulit ditembus.

Contohnya ketika garis horizontal didapat dari high dan low besar, maka support dan resistance-nya kuat. Begitu juga dengan support dan resistance MA. Jika didapat dari MA dengan rentang waktu besar, artinya support dan resistance-nya kuat. Intinya semakin panjang MA, semakin kuat.

Singkatnya, apabila horizontal line kuat dekat area harga saat ini, maka hal tersebut bisa dijadikan acuan untuk trading. Namun apabila moving average kuat yang dekat harga saat ini, maka trading bisa mengacu ke indikator MA.

Baca juga: Cara Membuat Trading Plan dengan Support dan Resistance

Mau belajar analisis teknikal lebih dalam supaya profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.





Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Saham Grup Barito Merosot, Kapan Balik Arah?

10 Jan 2024, 10:48 WIB
article
ArtikelTeknikal

Strategi Trading Saham Saat Market Sideways

14 Jan 2023, 13:30 WIB
article
ArtikelTeknikal

Setting Moving Average Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

2 Des 2022, 17:05 WIB
article
ArtikelTeknikal

Cara Kerja Big Fund Saat Jual-Beli di Pasar Saham

9 Nov 2022, 15:37 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi